Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Ciamis menyisakan catatan krusial. Meski proses pendaftaran telah usai, ribuan kursi di jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri justru melompong tanpa pendaftar.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, dari total daya tampung 22.263 siswa, hanya 13.417 murid yang diterima atau sekitar 60,27 persen. Kondisi ini menyebabkan 8.846 kursi atau hampir 40 persen kuota SD Negeri di Ciamis tidak terisi.
Fenomena ini paling mencolok di wilayah pelosok. Salah satunya dialami SDN 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, yang pada tahun ajaran baru ini tercatat hanya mendapatkan satu orang siswa baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengungkapkan bahwa secara prosedural, SPMB tahun ini berjalan sesuai ketentuan melalui sistem digital. Penerimaan dilakukan lewat empat jalur utama, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
"Alhamdulillah seluruh tahapan SPMB berjalan lancar, tertib, dan kondusif. Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang transparan, objektif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat," ujar Erwan melalui keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Erwan mengakui rendahnya tingkat keterisian di sejumlah SD Negeri akan menjadi poin penting dalam evaluasi internal. Walau demikian, ia menegaskan seluruh tahapan seleksi telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Secara rinci, terdapat 733 SD Negeri di Ciamis yang membuka pendaftaran. Dari total 13.446 pendaftar, sebanyak 13.417 siswa dinyatakan diterima, sehingga menyisakan kekosongan 8.846 kursi.
Kondisi berbeda terlihat pada jenjang SMP Negeri yang memiliki tingkat keterisian lebih tinggi. Dari 80 sekolah dengan kapasitas 13.012 kursi, sebanyak 10.311 siswa atau 79,24 persen telah terisi. Sisa kuota 2.701 kursi tersebar di empat satuan pendidikan.
Menurut Erwan, fluktuasi data selama SPMB merupakan hal wajar karena mengikuti tahapan verifikasi hingga perpindahan pilihan sekolah oleh calon siswa. Ke depan, pihaknya berencana menyempurnakan sistem digital, memperkuat transparansi informasi, serta memperluas sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami menjadikan seluruh masukan sebagai bahan perbaikan agar penyelenggaraan SPMB ke depan semakin baik. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata bagi seluruh masyarakat Ciamis," pungkasnya.
