Geger Kabar 3 Pria Diterkam Macan di Garut, Polisi: Itu Hoaks!

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 11:56 WIB
Ilustrasi Berita Hoaks. Foto: Getty Images/iStockphoto/B4LLS
Garut -

Belakangan ini, sebagian warga Garut dibuat heboh dengan kabar yang menyebut tiga orang pria diterkam macan di Gunung Papandayan. Setelah dilakukan penelusuran, begini kata polisi.

Kabar tersebut muncul di media sosial setidaknya dalam dua hari terakhir. Kabar itu mencuat, setelah kemunculan sebuah video berdurasi sekitar satu menit yang menampilkan visual tiga orang terkapar di tanah dan mengalami luka-luka di tubuhnya.

Jika dilihat dengan seksama, para lelaki yang ada di dalam video tersebut tewas, dan sejumlah warga yang ada di sekitarnya menangis histeris. Video yang dinarasikan berisi penampakan korban terkaman macan di Gunung Papandayan itu, dengan cepat menyebar.

Kabar itu, salah satunya sampai ke layar gawai milik Rizky, seorang pemuda 28 tahun asal Garut. Malam tadi, Rizky sempat bertanya mengenai kebenaran kabar tersebut melalui aplikasi perpesanan.

"Ini benar gak, katanya diserang macan. Tapi ada yang bilang di (gunung) Papandayan, ada juga yang bilang di Buffalo Hills," ungkap lelaki bergelar sarjana itu.

Penjelasan Polisi

Terkait kabar tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan penelusuran. Menurut Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi, jika dipastikan kabar tiga pria diterkam macan di Gunung Papandayan itu dipastikan tidak benar, alias hoaks.

"Kami pastikan kabar yang beredar di masyarakat mengenai isu tiga orang warga diterkam macan ini hoaks," ungkap Adi kepada detikJabar, Selasa, (14/7/2026).

Adi menjelaskan, sebenarnya kejadian yang terekam dalam video amatir tersebut benar adanya. Namun, para pria dalam video tersebut bukan merupakan korban terkaman macan di Gunung Papandayan.

"Video itu adalah kejadian tiga orang warga terkena mortir di Cipatat, Bandung," katanya.

Adi berharap agar masyarakat bijak dalam menyampaikan informasi di media sosial. Adi menyarankan agar masyarakat melakukan cek dan ricek terlebih dahulu di media yang kredibel, sebelum menyebarkan informasi di media sosial.

"Kami juga mengimbau masyarakat yang menerima segala bentuk informasi untuk melakukan penelusuran kebenarannya terlebih dahulu. Jangan langsung mempercayainya," pungkas Adi.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork