Priangan Timur Sepekan: Amukan Oknum Polisi Berakhir di Propam

Jabar Sepekan

Priangan Timur Sepekan: Amukan Oknum Polisi Berakhir di Propam

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 24 Mei 2026 21:00 WIB
Polisi ngamuk di Garut
Polisi ngamuk di Garut (Foto: Tangkapan layar video viral)
Garut -

Beragam peristiwa terjadi di wilayah Priangan Timur dalam sepekan terakhir, soal lansia yang nekat melompat dari jembatan Cirahong, heboh ulat di menu MBG dan aksi kriminal oknum polisi di Garut.

Berikut sejumlah artikel yang dirangkum detikJabar dalam Priangan Timur sepekan,

Lansia Tewas Usai Loncat Dari Jembatan Cirahong

Seorang lansia diduga nekat loncat dari Jembatan Cirahong yang berada di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut membuat geger warga dan para pengendara yang melintas di kawasan jembatan.

Kerumunan warga yang memadati lokasi sempat membuat arus lalu lintas sepeda motor di Jembatan Cirahong tersendat. Informasi kejadian pun dengan cepat menyebar hingga petugas gabungan dari dua wilayah langsung turun ke lokasi.

ADVERTISEMENT

Anggota kepolisian dari Polres Ciamis dan Polres Tasikmalaya bersama BPBD Ciamis, BPBD Tasikmalaya, Tagana, serta PMI melakukan penanganan dan pencarian di sekitar aliran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan adanya laporan dugaan orang bunuh diri di Jembatan Cirahong. Berdasarkan informasi awal, korban diduga jatuh ke sungai dan terbawa arus.

"Laporan awal dari Damkar Ciamis ada dugaan orang bunuh diri dengan cara loncat di Jembatan Cirahong. Informasi sementara korban jatuh ke sungai dan dimungkinkan terbawa arus," ujarnya.

Sementara itu, seorang pemilik warung di wilayah Manonjaya, Tasikmalaya, bernama Teti Sumiati (51), mengaku sempat melihat pria lansia yang diduga menjadi korban sebelum kejadian.

Menurut Teti, pria tersebut datang seorang diri ke warungnya sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan sepeda. Saat itu, pria yang diperkirakan berusia sekitar 71 tahun tersebut membeli roti, dua cokelat Beng-Beng, dan satu botol air mineral.

"Belanja roti, Beng-Beng dua, sama Aqua satu. Orangnya sendiri naik sepeda," kata Teti.

Teti menuturkan, pria tersebut sempat berbincang singkat dan mengaku hendak berjalan-jalan menyeberang jembatan.

"Dia cuma bilang mau nyeberang dulu, mau jalan-jalan," tuturnya.

Heboh Ulat di Menu MBG

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Kali ini, hidangan yang diduga bagian dari program MBG ditemukan berisi ulat di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).

Dalam hidangan sayur tersebut ditemukan ulat dalam kondisi mati. Video temuan ulat ini menyebar luas hingga memicu keresahan dan membuat publik geram. Pasalnya, diakui kejadian ini bukan kali pertama, melainkan sudah berulang.

Dalam video terlihat hidangan berupa telur goreng, sayuran, dan buah. Ulat tampak berada di dalam oseng jagung muda.

"Kali ini ada di pelosok di Bojongkapol, Bojonggambir. Pada hari ini terjadi kejadian sangat memprihatinkan dimana sajian MBG ada uletnya. Bukan kejadian pertama, sebelumnya juga ada," kata Pengurus ICMI Kabupaten Tasikmalaya Roni Romansyah kepada detikJabar, Selasa (19/5/2026).

Roni menyebut kejadian ini sangat memalukan di tengah gencarnya pemerintah menggelontorkan anggaran untuk program MBG. Pengelola SPPG diminta untuk serius dalam pengelolaan dapur penyedia makanan meski berada di wilayah pelosok.

"Jangan mentang dapurnya di pelosok pengelolaannya sembarangan, masakan tidak higienis. Ini kejadian bukan pertama tapi memang tidak terekspos saja," ujar Roni.

Roni menilai lemahnya pengawasan membuat kualitas makanan yang sampai ke penerima manfaat menjadi tidak layak konsumsi. Padahal, menurutnya, program ini langsung diinstruksikan presiden untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia.

"Dimana sampai saat ini presiden menggelontorkan program anak bangsa untuk songsong generasi emas ke depan, tapi pengelola di bawah ada dugaan asal-asalan dalam menyalurkan gizinya ke KPM," kata Roni.

Temuan tersebut memicu evaluasi dan penelusuran langsung dari tim pelaksana program di tingkat kecamatan.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Satgas MBG Kecamatan Bojonggambir yang terdiri dari unsur kecamatan, kepolisian, TNI, dan puskesmas langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Tim melakukan konfirmasi kepada penerima manfaat, pengelola PAUD/Kober, hingga pihak dapur penyedia makanan.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya Ruby Azhara mengatakan, pemeriksaan dilakukan di lokasi penerima manfaat pada salah satu kelompok bermain atau pendidikan anak usia dini, serta ke dapur penyedia MBG yang berada di Kampung Cireundeu, Desa Ciroyom.

"Dari pihak penerima manfaat, orang tua siswa dan pengelola PAUD menyampaikan keluhan. Menu MBG hari Selasa kemarin ditemukan ada ulat di makanan sayuran, sehingga makanan tersebut tidak jadi dikonsumsi," kata Ruby Azhara, Rabu (20/5/2026).

Oknum Polisi Ngamuk di Garut Akhirnya Diproses Propam

Seorang oknum polisi berulah dan meresahkan warga saat mencari keberadaan Anggota DPR RI Ade Ginanjar di Garut. Oknum tersebut beraksi dalam kondisi mabuk sembari menenteng senjata tajam. Kasusnya kini ditangani Polda Jawa Barat.

Menurut Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi, saat ini polisi berinisial F tersebut telah dibawa oleh personel Bid Propam Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan.

"Sudah dibawa oleh Bid Propam Polda Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Adi kepada detikJabar, Kamis (21/5/2026).

Aksi oknum polisi yang menghebohkan masyarakat ini terjadi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Tarogong Kaler, Garut, pada Selasa (19/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut keterangan sejumlah saksi, pelaku datang menggunakan mobil dan langsung turun sembari menenteng senjata tajam jenis samurai.
Di lokasi, oknum tersebut mengaku sebagai anggota Polri dan berniat mencari keberadaan Ade Ginanjar yang diketahui memiliki rumah di sekitar TKP.

Pelaku diketahui sempat berupaya merangsek masuk ke rumah Ade Ginanjar melalui pintu belakang, namun berhasil dihalau. Di tempat itu, oknum sempat merusak bagian atap bangunan kecil yang persis berada di pintu keluar rumah.

Nahas Pencuri Motor, Ditangkap Polisi Saat Resepsi Pernikahan

Hari pernikahan H (24) yang seharusnya menjadi momen bahagia tiba-tiba berubah. Alih-alih menikmati malam pertama dengan sang istri, H ditangkap polisi setelah prosesi akad nikah.

Penyebabnya, H merupakan pencuri sepeda motor. Ia ditangkap oleh polisi pada Sabtu (16/5/2026), kemudian digelandang ke Mapolsek Ibun, Kabupaten Bandung.

"Iya benar hari Sabtu 16 Mei 2026 kemarin kami telah mengamankan pelaku pencurian motor inisial H bekerja sama dengan Polres Garut," ujar Kapolsek Ibun Iptu Deny Fourtjahjanto, kepada detikJabar, Senin (18/5/2026).

Peristiwa itu bermula saat korban, yang motornya dicuri H, pulang beraktivitas menggunakan sepeda motor yang dikendarainya. Kemudian setelah itu korban menyimpan motornya di garasi di depan rumah, Kampung Babakan Panyingkuran, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Rabu 13 Mei 2026.

"Ketika korban hendak beraktivitas kembali pada Kamis 14 Mei 2026 pukul 03.30 WIB, melihat bahwa sepeda motor tersebut sudah tidak ada di tempatnya atau hilang ada yang mencuri," katanya.

Setelah itu korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ibun. Petugas kemudian langsung mendatangi rumah korban dan melakukan penyelidikan.

"Kami langsung melakukan olah TKP dan memintai keterangan para saksi di lapangan dan adanya rekaman CCTV," jelasnya.

Deny mengungkapkan, berdasarkan rekaman CCTV tersebut mengarah kepada pelaku inisial H yang merupakan warga kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Kemudian setelah itu Unit Reskrim Polsek Ibun langsung mencari keberadaan pelaku H.

"Jajaran Unit Reskrim Polsek Ibun langsung berkoordinasi dengan jajaran Reskrim Polres Garut untuk mencari keberadaan pelaku H," ucapnya.

Setelah itu tim gabungan mendengar informasi terkait pelaku inisial H tengah melangsungkan pernikahan di Gedung PGRI, Jalan Raya Pasundan, Kelurahan Kota Kulon, Kabupaten Garut.

"Proses penangkapan dilakukan pada pukul 12.30 WIB setelah pelaku melakasanakan akad nikah. Jadi pelaku diamankan saat sedang prosesi resepsi pernikahannya," ungkapnya.




(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads