Pilu Istri Korban Ledakan Maut Misterius di Purwakarta

Pilu Istri Korban Ledakan Maut Misterius di Purwakarta

Dian Firmansyah - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 20:12 WIB
TKP ledakan misterius di Purwakarta
TKP ledakan misterius di Purwakarta (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)
Purwakarta -

Ledakan maut yang terjadi di Toko Bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama istri dan anak korban yang menjadi korban tewas Ahmad Zaelani (39). Selain kehilangan sosok suami, korban juga meninggalkan dua anak serta anak ketiga yang masih dalam kandungan sang istri.

"Korban Ahmad Zaelani meninggalkan istrinya yang sedang hamil muda anak ketiga," ujar Dede kepada awak media ditemui di TKP, Senin (13/7/2026).

Istri dan keluarga korban saat ini menunggu kepastian pemulangan jenazah yang saat ini masih dalam proses autopsi pihak kepolisian. Keluarga berharap agar jenazahnya segera dipulangkan untuk segera dikebumikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keluarga berharap jasad Ahmad Zaelani segera diserahkan ke keluarga untuk bisa dimakamkan," katanya.

Di sisi lain, warga sekitar masih dihantui rasa cemas lantaran penyebab ledakan yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) itu belum juga terungkap. Ledakan berkekuatan besar tersebut tidak hanya menewaskan satu orang, tetapi juga menghancurkan bangunan toko dan merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi luka yang dialami korban.

"Korban sudah dibawa ke RSUD untuk divisum dan autopsi. Mengenai luka, belum bisa kami simpulkan apakah luka bakar atau luka lainnya. Kami menunggu hasil pemeriksaan dari dokter," ujarnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan lubang yang diduga menjadi titik pusat ledakan dengan diameter sekitar 40 hingga 50 Cm dan kedalaman sekitar 40 Cm. Kekuatan ledakan juga diduga membuat tubuh korban terpental sekitar dua meter dari titik ledakan.

Petugas mengamankan berbagai barang bukti di sekitar lokasi, mulai dari serpihan pakaian korban, bagian telepon genggam, hingga material lain yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Seluruh barang bukti akan diperiksa di Laboratorium Forensik oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Barat.

"Lubang bekas ledakan berdiameter sekitar 40 sampai 50 cm dengan kedalaman 40 cm. Korban diduga terpental sekitar dua meter. Serpihan-serpihan sudah kami amankan, namun belum bisa disimpulkan apakah berkaitan langsung dengan penyebab ledakan. Semuanya akan diuji di laboratorium forensik," kata Made.

Hingga saat ini, polisi belum menemukan indikasi adanya bahan peledak di lokasi kejadian. Penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan analisis Tim Jibom Polda Jawa Barat.

Selain mengumpulkan barang bukti, penyidik juga terus memeriksa para saksi guna menyusun kronologi utuh peristiwa tersebut. Sejauh ini, tiga orang saksi telah dimintai keterangan.

"Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan saksi. Sudah ada tiga saksi yang diperiksa. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan dan masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Jibom. Proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga tuntas," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads