Seorang pedagang kaki lima (PKL) di Kota Tasikmalaya berinisial AAS diselidiki terkait dugaan ledakan di kawasan olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya. Pria berusia 28 tahun itu diketahui merupakan eks narapidana teroris (napiter).
AAS diduga terlibat saat cekcok antar PKL pecah di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya pada Sabtu (11/7) malam. Cekcok bermula saat pria inisial E yang berada dalam kondisi mabuk memaki kakak dari pedagang jagung inisial S.
Seorang saksi berinisial SF (48) sempat mencoba melerai dengan membawa E menjauh dari jalan utama guna menghindari keributan yang lebih luas.
Situasi memanas saat AAS penjual es teh jumbo datang dan memaki E. Saat SF berupaya menenangkan AAS agar tidak terjadi kontak fisik, sebuah ledakan keras tiba-tiba muncul dari arah belakang posisi saksi SF berdiri.
Kapolres Tasikmaaya AKBP Andi Purwanto mengatakan kasus tersebut tengah diselidiki. Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah ledakan ini berkaitan dengan jaringan terorisme atau murni konflik personal.
"Dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan-penyelidikan sampai dengan sekarang dan nanti mungkin hasilnya akan kami sampaikan lebih lanjut," kata Andi, Minggu (12/7/2026).
Sejauh ini, tiga orang telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. AAS disebut turut diamankan.
"Untuk sementara, terakhir tadi pagi kita mengamankan tiga orang untuk kita mintai keterangan yang bersangkutan terkait seputaran peristiwa yang sudah terjadi," kata Andi.
Simak Video "Melakukan Cliff Jumping di Curug Panoong untuk Sensasi Adrenalin di Tasikmalaya "
(dir/dir)