Ledakan Misterius di Purwakarta Sisakan Lubang

Ledakan Misterius di Purwakarta Sisakan Lubang

Dian Firmansyah - detikJabar
Minggu, 12 Jul 2026 21:04 WIB
Tim Gegana Polda Jabar melakukan olah TKP ledakan di Purwakarta
Tim Gegana Polda Jabar melakukan olah TKP ledakan di Purwakarta (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)
Purwakarta -

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta bersama Tim Gegana (Jibom) Polda Jawa Barat menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyusul ledakan misterius di sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Minggu (12/07/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Dalam proses investigasi di lapangan, tim Jibom mengerahkan alat deteksi khusus guna menyisir keberadaan bahan peledak atau pemicu ledakan lainnya. Petugas juga memeriksa kondisi jenazah korban yang masih berada di posisi terakhirnya saat olah TKP berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan sempat terkendala minimnya pencahayaan di lokasi, sehingga petugas memerlukan penerangan tambahan untuk memastikan investigasi berjalan optimal.

"Hasil sementara kami masih melakukan penyelidikan, kami dibantu pihak BPBD dan Damkar. Kami juga berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Jabar untuk olah TKP. Penyelidikan masih berlanjut karena kami mencari penerangan," ujarnya di sela-sela olah TKP, Minggu (12/07/2026) petang.

ADVERTISEMENT

Terkait kondisi korban, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa jenazah telah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sejauh ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi untuk memastikan jenis luka yang dialami korban.

"Kondisi korban sudah dibawa ke RSUD untuk divisum dan autopsi. Mengenai luka, belum bisa kami simpulkan apakah luka bakar atau luka apa. Mungkin setelah hasil keluar dari pihak kedokteran rumah sakit baru akan kami sampaikan," jelas Made.

Olah TKP awal menunjukkan dampak kerusakan yang cukup kuat. Polisi menemukan lubang bekas ledakan berdiameter sekitar 40 hingga 50 sentimeter dengan kedalaman 40 sentimeter. Kuatnya daya ledak diduga membuat korban terpental hingga sejauh 2 meter dari titik nol.

Sejumlah barang bukti berupa serpihan di sekitar lokasi telah diamankan untuk kepentingan uji laboratorium forensik oleh tim Jibom, meski sumber utama ledakan belum dapat dipastikan.

"Untuk lubang bekas ledakan kurang lebih 40-50 cm, korban diduga terpental sekitar 2 meter kemungkinan, kedalaman 40 cm, serpihan kami masih belum bisa simpulkan apakah ada kaitannya dengan kejadian, tapi serpihan sudah kami amankan, banyak dari baju korban, korban serpihan hp korban. Serpihan bekas ledakan ini akan kami bawa untuk diuji ke laboratorium forensik oleh tim Jibom," tambahnya.

Hingga saat ini, kepolisian menyatakan belum menemukan kandungan atau indikasi bahan peledak di lokasi kejadian. Fokus penyelidikan kini diarahkan pada pengumpulan keterangan saksi untuk merangkai kronologi peristiwa.

"Saat ini aktivitas kami masih mengumpulkan saksi untuk menggali keterangan lebih lanjut. Sudah ada tiga saksi yang kami periksa. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan, nanti menunggu hasil dari Jibom. Proses penyelidikan masih terus berlanjut sampai selesai," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads