Kasus kanker pada usia muda terus meningkat di berbagai negara. Penelitian terbaru mengungkap salah satu faktor yang diduga berperan dalam peningkatan risiko kanker pada generasi muda, termasuk Gen Z, yakni advanced systemic aging atau penuaan sistemik yang berlangsung lebih cepat dibandingkan usia biologis seseorang.
Peneliti menemukan bahwa individu yang mengalami penuaan biologis lebih cepat memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usia muda (early-onset cancer). Hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan faktor genetik bawaan maupun kecenderungan genetik yang dapat memicu penuaan lebih cepat.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan risiko kanker tidak hanya dipengaruhi faktor keturunan, tetapi juga proses penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat di dalam tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti utama, Yin Cao, mengatakan temuan tersebut membuka peluang baru untuk mengidentifikasi individu yang memiliki risiko tinggi terkena kanker sebelum gejala muncul.
"Jika kita dapat mengidentifikasi orang-orang muda dengan risiko kanker tertinggi saat mereka masih sehat, kita dapat memfokuskan upaya pencegahan dan deteksi dini kepada mereka yang paling diuntungkan dari intervensi sejak awal," ujar Cao, dikutip dari publikasi resmi Washington University St Louis, Selasa (7/6/2026).
Organ Tertentu Mengalami Penuaan Lebih Cepat
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa proses penuaan tidak terjadi secara merata di seluruh tubuh. Beberapa organ mengalami penuaan lebih cepat dan berkaitan dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu.
Peneliti menemukan bahwa penuaan yang lebih cepat pada sistem kekebalan tubuh (immune system) berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker paru yang muncul pada usia muda.
Sementara itu, penuaan yang lebih cepat pada jaringan lemak (adiposa) berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal pada usia muda.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan biologis pada organ tertentu dapat menjadi petunjuk awal munculnya kanker.
Penyebab Masih Terus Diteliti
Penelitian ini merupakan bagian dari Cancer Grand Challenges, program riset internasional yang dibentuk oleh Cancer Research UK bersama National Cancer Institute.
Direktur Cancer Grand Challenges, David Scott, mengatakan hingga kini para peneliti belum menemukan jawaban pasti mengenai penyebab meningkatnya kasus kanker pada usia muda di berbagai negara.
"Untuk saat ini, kita belum memiliki jawaban pasti mengenai apa yang mendorong meningkatnya kanker usia muda di seluruh dunia. Namun penelitian seperti ini membantu menyusun gambaran yang lebih besar, bahwa kanker mungkin dipengaruhi bukan hanya oleh perubahan di dalam sel, tetapi juga perubahan yang terjadi pada tubuh secara keseluruhan," katanya.
Penelitian Berlanjut pada Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup
Selanjutnya, Cao bersama timnya akan meneliti bagaimana perubahan lingkungan, pola hidup, dan faktor sosial meninggalkan jejak biologis pada tubuh, termasuk mempercepat proses penuaan.
Para peneliti berharap hasil penelitian tersebut dapat membantu mengungkap penyebab kanker yang kini semakin sering menyerang generasi muda. Selain itu, temuan ini diharapkan memudahkan dokter mengidentifikasi kelompok berisiko tinggi sejak dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum kanker berkembang.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menggeser fokus penanganan kanker, dari mengobati penyakit menjadi mencegahnya sebelum muncul.
Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.
(naf/sud)
