Libur sekolah semester genap 2026 segera berakhir. Setelah menikmati waktu beristirahat selama berminggu-minggu, tak sedikit anak yang mulai merasa enggan kembali ke bangku sekolah. Mereka tampak lesu, kehilangan semangat, bahkan mengeluh malas menjalani rutinitas seperti biasa.
Kondisi tersebut bisa jadi bukan sekadar rasa malas. Dalam dunia psikologi, gejala itu dikenal sebagai post holiday blues, yakni respons emosional yang muncul setelah masa liburan usai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir detikEdu, Spesialis kedokteran jiwa, dr. Lahargo Kembaren, menjelaskan bahwa post holiday blues merupakan bentuk adaptasi seseorang ketika harus kembali menghadapi rutinitas setelah menikmati masa liburan.
"Post holiday blues adalah reaksi emosional sementara yang muncul segera setelah berakhirnya waktu yang menyenangkan, seperti liburan panjang," ujarnya.
Menurut dr. Lahargo, kondisi ini umumnya bersifat sementara. Namun, apabila berlangsung dalam waktu lama dengan gejala yang semakin berat, post holiday blues berpotensi berkembang menjadi stres kronis atau depresi ringan.
Tanda-tanda Post Holiday Blues
Dikutip dari laman kesehatan Verywell Mind, gejala post holiday blues paling sering ditandai dengan munculnya perasaan sedih yang berulang setelah liburan berakhir. Intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya mengalaminya sesekali, tetapi ada pula yang merasakan kesedihan berkepanjangan meski sempat membaik dalam beberapa waktu.
Selain itu, kondisi ini juga dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut:
- Perubahan nafsu makan atau berat badan.
- Perubahan pola tidur.
- Suasana hati yang tertekan atau mudah tersinggung.
- Sulit berkonsentrasi.
- Muncul perasaan tidak berharga atau rasa bersalah.
- Tubuh terasa lebih lelah dari biasanya.
- Merasa tegang, khawatir, atau cemas.
- Kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.
Cara Mengatasi Post Holiday Blues
Agar anak lebih mudah beradaptasi dengan rutinitas sekolah, orang tua sebaiknya tidak langsung membebani mereka dengan berbagai aktivitas. Sebaliknya, berikan waktu untuk menyesuaikan diri sambil melakukan kegiatan yang dapat membantu meningkatkan suasana hati.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi post holiday blues pada anak:
1. Jangan mengisolasi diri
Menghindari interaksi sosial justru dapat memperburuk kondisi emosional. Ajak anak kembali beraktivitas bersama teman, mengikuti kegiatan komunitas, atau berkonsultasi dengan psikolog apabila gejala yang dialami terasa mengganggu.
2. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik terbukti membantu mengurangi stres sekaligus meningkatkan suasana hati. Orang tua dapat mengajak anak berjalan santai, berlari pagi, bersepeda, atau melakukan olahraga ringan di sekitar rumah.
3. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Meski jadwal sekolah kembali dimulai, anak tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat. Sisihkan sekitar 15 hingga 20 menit setiap hari agar mereka dapat membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas santai lainnya sebagai cara melepas stres.
Artikel ini sudah tayang di detikEdu
