3 Korban Tewas Ledakan Mortir di Cipatat Dimakamkan Berderet

Kabupaten Bandung Barat

3 Korban Tewas Ledakan Mortir di Cipatat Dimakamkan Berderet

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 09 Jul 2026 13:58 WIB
Prosesi pemakaman korban tewas ledakan mortir di KBB.
Prosesi pemakaman korban tewas ledakan mortir di KBB. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Matahari yang menyengat pada Kamis (9/7/2026) siang menyamarkan raut kesedihan keluarga tiga korban tewas akibat ledakan yang diduga berasal dari mortir di Kampung Ciparang, RT 04/RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Namun isak tangis terdengar jelas ketika jasad Rodiana, korban yang meninggal setelah sempat menjalani perawatan di RS Dustira, Kota Cimahi, dimasukkan ke liang lahad. Sementara dua korban lainnya, Ade dan Suhri, dikebumikan sehari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga warga itu tewas usai terkena ledakan mortir pada Rabu (8/7/2026). Mortir itu mereka pungut dari area latihan milik Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, Bandung Barat. Namun pihak TNI masih menanti kejelasan soal jenis dan kepemilikan mortir tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium.

"Alhamdulillah semuanya sudah dimakamkan, yang terakhir hari ini Rodiana. Semua diurus dan dibantu warga," kata Suryana, Ketua RW 07 Kampung Ciparang saat ditemui, Kamis (9/7/2026).

ADVERTISEMENT

Pihak keluarga masih dirundung duka. Mereka buru-buru pulang setelah prosesi pemakaman usai. Jarak perkampungan ke pemakaman cukup jauh, berada di tengah kebun dan hutan yang berbatasan dengan area latihan TNI.

"Keluarga masih berduka, apalagi mereka itu tulang punggung keluarga. Kami mohon doanya saja," kata Suryana singkat mengakhiri obrolan dengan wartawan.

Sementara itu, Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S. Andriani mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga usai mendengar suara ledakan yang nyaring dari rumah korban atas nama Ade.

"Saksi mendengar ada suara ledakan dari arah rumah korban, tidak lama kemudian datang saksi lainnya memberitahu kalau ada warga yang terkena ledakan. Kemudian saksi berangkat ke rumah korban dan didapati tiga orang sudah tergeletak," ungkap Andriani.

Dua korban, yakni Suhri dan Ade, meninggal di lokasi kejadian. Kemudian satu korban lainnya, Rodiana, sempat dievakuasi warga ke Puskesmas Rajamandala hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dustira dan dinyatakan meninggal sore hari.

"Dua orang meninggal dunia antas nama Ade dan atas nama Suhri dan satu orang luka berat atas. Rodiana meninggal di Rumah Sakit Dustira jam 17.25 WIB," kata Andriani.

Pihaknya mewakili Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Cimahi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, sekaligus memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads