Teka-teki Pemilik Mortir yang Meledak Tewaskan 3 Warga KBB

Teka-teki Pemilik Mortir yang Meledak Tewaskan 3 Warga KBB

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 09 Jul 2026 13:18 WIB
Lokasi Ledakan Mortir di KBB Dipasangi Garis Polisi
Foto: Whisnu Pradana/detikJabar
Bandung -

Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40), warga Kampung Ciparang, RT 04/RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tewas terkena ledakan amunisi mortir pada Rabu (8/7/2026).

Ketiga korban yang tewas akibat ledakan mortir itu rata-rata mengalami luka parah di seluruh tubuhnya, bahkan seorang korban putus bagian lengannya. Ade, Suhri, dan Rodiana kini sudah dimakamkan di TPU Kampung Ciparan, Kamis (9/7/2026).

Kepala Departemen Teknis Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Letkol Inf. Sunarya mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jenis dan kepemilikan benda diduga mortir yang meledak lalu menewaskan tiga warga itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kami menunggu dari tim Gegana Kepolisian untuk menyampaikan hasil uji laboratorium apakah itu granat dari kami (Pusdikif) atau granat dari mana," kata Sunarya saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (9/7/2026).

ADVERTISEMENT

Sunarya mengatakan, kesatuan yang menggunakan munisi mortir itu tak cuma Pusdikif, melainkan kesatuan lain seperti Pusdikkav. Kemudian kesatuan yang juga latihan di kawasan itu juga bukan hanya Pusdikif.

"Yang di sini latihan kan bukan cuma Pusdikif, ada juga Pusdikkav. Makanya kita tunggu dulu saja kepastian jenis dan kepemilikan granatnya (mortir)," kata Sunarya.

Sunarya mengatakan pelaksanaan latihan selalu diinformasikan pada warga termasuk dengan dibunyikannya sirine sejak pukul 06.00 WIB. Kemudian prosedur penembakan granat atau mortir itu juga mengacu pada prosedur militer.

"Karena dari hasil prosedur-prosedur yang ada di militer, apabila granat itu tidak meledak maka dihentikan kegiatan. Dicarikan granat itu, kemudian dilaksanakan disposal (peledakan)," kata Sunarya.

Sementara itu, Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S. Andriani Sapin mengatakan saat ini TKP ledakan mortir itu masih dipasangi garis polisi. Selanjutnya penanganan dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

"Saat ini masih dipasangi police line, selanjutnya kami serahkan pada yang lebih berwenang. Soal jenisnya, itu juga bukan kewenangan kami," kata Andriani.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads