Tragedi Ledakan Mortir yang Tewaskan 3 Warga Bandung Barat

Round-up

Tragedi Ledakan Mortir yang Tewaskan 3 Warga Bandung Barat

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 09 Jul 2026 05:45 WIB
Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S. Andriani Sapin cek TKP ledakan mortir.
Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S. Andriani Sapin cek TKP ledakan mortir. (Foto: Dok. Polsek Cipatat)
Bandung -

Suara ledakan membuyarkan suasana tenang di di Kampung Ciparang RT 04/RW 07, Desa dan Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Warga yang mendengar lantas bergerak, mencari tahu apa gerangan yang terjadi.

Sejurus kemudian, pemandangan yang memilukan tersaji. Ade (21), Suhri (40) dan Rodiana (40) ditemukan tergeletak dengan kondisi yang mengenaskan. Ketiganya terkapar dengan luka signifikan di sekujur tubuh mereka.

"Saat saksi yang berprofesi sebagai anggota kepolisian tiba di TKP, didapati 3 orang sudah tergeletak disamping rumah korban. Di lokasi, warga menolong satu korban yang masih bernapas ke Puskesmas Rajamandala. Sementara dua korban lainnya sudah tidak bernapas," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adiputra saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan seorang korban putus bagian lengannya. Sementara korban yang sempat kritis, mengalami luka terbuka pada bagian paha.

"Lukanya parah akibat ledakan tersebut, dipastikan tiga orang meninggal dunia. 2 meninggal di lokasi kejadian dan 1 di rumah sakit," kata Niko.

ADVERTISEMENT

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (8/7) sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga mengotak-atik mortir, seperti biasa mereka memungut selongsong peluru.

Seperti diketahui, lokasi Kampung Ciparang tak begitu jauh dari Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif). Warga biasa memungut selongsong bekas latihan prajurit.

"Jadi dibawa ke rumahnya, dan diduga seperti itu (diotak-atik) karena di situ ada beberapa peralatan untuk mereka bekerja," ujar Niko.

"Adapun yang sering dipungut oleh masyarakat adalah selongsong peluru dan proyektil. Sedangkan untuk mortir bekas tidak pernah diambil karena dilarang," katanya melanjutkan.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads