Jabar Hari Ini: Ngilu Kepala Balita Nyangkut di Kaleng Biskuit

Jabar Hari Ini: Ngilu Kepala Balita Nyangkut di Kaleng Biskuit

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 22:00 WIB
Petugas Damkar berusaha mengevakuasi kaleng biskuit yang nyangkut di kepala balita.
Petugas Damkar berusaha mengevakuasi kaleng biskuit yang nyangkut di kepala balita. (Foto: Dok. Damkar Ciamis)
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (8/7/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Mulai dari krisis air bersih di Pangandaran, kepala balita nyangkut di kaleng biskuit hingga juru parkir tewas di Bandung.

Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,

Warga Pangandaran Rebutan Air Bersih

Krisis air bersih mulai melanda Kabupaten Pangandaran seiring musim kemarau yang terus berlangsung. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 406 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.229 jiwa terdampak kekeringan dan sangat bergantung pada bantuan pasokan air bersih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran menunjukkan sebaran wilayah terdampak mencakup Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Parigi. Kondisi ini diprediksi akan terus meluas ke wilayah lain jika intensitas hujan tidak kunjung meningkat.

ADVERTISEMENT

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyalurkan bantuan. Sejak 30 Juni hingga 7 Juli 2026, sebanyak 15.000 liter air bersih telah didistribusikan ke tiga kecamatan yang paling membutuhkan.

"Alhamdulillah penyaluran air bersih ke wilayah terdampak sudah kami sampaikan secara bertahap sesuai permintaan dari pihak desa setempat," kata Dodo kepada detikJabar, Rabu (8/7/2026).

Bantuan tersebut menyasar Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi, dan Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya. Penurunan debit sumber air di wilayah-wilayah tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

BPBD terus memantau situasi di lapangan karena adanya risiko penambahan titik kekeringan baru. Dodo memperingatkan bahwa durasi kemarau yang panjang dapat memperparah kondisi ketersediaan air di masyarakat.

"Ada potensi kekeringan bisa meluas ke beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran," ucapnya.

Pemerintah desa diminta proaktif melaporkan kondisi wilayahnya agar penanganan krisis air bisa dilakukan sedini mungkin. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan air bersih guna menjaga ketersediaan cadangan air yang semakin menipis.

"Kami harapkan bagi wilayah yang sumber airnya melimpah hemat dan bisa saling berbagai antar warga yang membutuhkan," katanya.

Kepala Balita Ciamis Tersangkut Kaleng Biskuit

Malam di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, awalnya berjalan seperti biasa ketika keluarga sedang berkumpul di rumah, Selasa (7/7/2026) malam. Di tengah suasana santai itu, Naima, balita berusia dua tahun, asyik bermain sambil menonton ponsel.

Tak ada yang menyangka, momen itu berubah menjadi kepanikan. Sebuah kaleng biskuit kosong nyangkut di kepala Naima dan sulit dilepaskan.

Ibunda Naima, Riska, sempat mencoba mengeluarkan kaleng itu sendiri. Namun upayanya tak berhasil. Semakin lama, kepala sang anak justru makin tersangkut, sementara Naima mulai menangis kesakitan. Di tengah kebingungan itulah, keluarga akhirnya meminta bantuan petugas Damkar Ciamis.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 20.58 WIB. Tim UPTD Damkar Ciamis kemudian langsung bergerak menuju rumah korban di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap.

"Awalnya anak sedang bermain sambil menonton HP yang disandarkan ke kaleng kosong. Setelah itu HP sempat dimasukkan ke dalam kaleng, lalu dikeluarkan lagi. Namun kaleng tersebut justru dipasang ke kepala anak dan akhirnya tersangkut," ujar Budi, Rabu (8/7/2026).

Menurut Budi, keluarga sempat berusaha menangani sendiri sebelum menghubungi petugas. Namun karena kaleng tak kunjung terlepas dan anak terus menangis, Damkar akhirnya diminta turun tangan.

"Ibunya sudah berusaha membuka kaleng itu, tapi tidak berhasil. Karena anak menangis dan dikhawatirkan semakin kesakitan, keluarga kemudian menghubungi Damkar untuk meminta bantuan," katanya.

Tak lama setelah laporan masuk, tim Damkar berangkat ke lokasi dengan membawa peralatan evakuasi. Mereka datang dengan satu unit kendaraan pancar serta membawa gerinda mini, gunting, dan tang.

Saat tiba di rumah korban, petugas mendapati Naima masih dalam kondisi menangis. Kaleng biskuit itu menutup bagian kepala balita tersebut dan membuat keluarga khawatir.

Budi menuturkan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat usia korban masih balita. Petugas berusaha membuka bagian kaleng sedikit demi sedikit sambil menjaga agar kepala anak tidak terluka.

"Penanganan dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian, karena korbannya masih balita. Fokus petugas saat itu adalah melepaskan kaleng tanpa menimbulkan luka baru di bagian kepala anak," ucapnya.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.20 WIB, kaleng berhasil dilepaskan dari kepala Naima. Tangis panik di rumah itu pun perlahan reda setelah sang balita bisa kembali bernapas lega tanpa lilitan kaleng di kepalanya.

"Alhamdulillah, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Tidak ada luka akibat proses penanganan petugas. Hanya ada bekas kemerahan di bagian kepala karena kaleng sempat menyangkut cukup lama," kata Budi.

Budi mengatakan, kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih waspada terhadap benda-benda di sekitar anak, termasuk barang rumah tangga yang terlihat sepele. Sebab bagi balita yang sedang aktif mengeksplorasi.

"Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang berisiko seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya. Hal-hal seperti ini sering terlihat sederhana, tapi bisa berbahaya kalau tidak segera ditangani," pungkas Budi.

Riska (44), ibunda Naima, menceritakan detik-detik menegangkan saat kaleng biskuit tersebut mulai tersangkut di kepala anaknya. Menurut Riska, semuanya bermula saat sang anak sedang asyik memainkan ponselnya.

"Awalnya lagi ngumpul, si anak tuh lagi pegang HP. Mungkin dia merasa jenuh, ada kaleng kosong dimasukin," ujar Riska.

Riska melanjutkan, setelah sempat memasukkan ponselnya ke dalam wadah kosong itu, sang anak kemudian mengeluarkan kembali ponselnya. Tak disangka, kaleng kosong itu justru dipakaikan ke kepalanya sendiri. Pada saat itu, Riska mengaku tidak langsung panik karena mengira kaleng tersebut akan sangat mudah dilepaskan kembali.

"Udah gitu, udah dimasukin dikeluarkan lagi, si kalengnya dimasukin ke kepala. Kirain aku teh itu teh bisa keluar, makanya gak langsung dibuka. Udah lama-lama dibuka, kok ini gak bisa, gitu," katanya.

Ridwan Kamil Urus Pengangkatan Arkana Jadi Anak

Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendatangi Pengadilan Agama (PA) Bandung. Kedatangannya untuk mengurus pengangkatan anak terhadap Arkana Aidan Misbach.

Sebagaimana diketahui, Ridwan Kamil telah mendaftarkan perkara ini ke PA Bandung sejak 26 Juni 2026. Adapun perkaranya teregister dengan nomor 729/Pdt.P/2026/PA.Badg.

Pantauan detikJabar, RK datang sedari pagi di PA Bandung, Rabu (8/7/2026). Sebelum memasuki ruang sidang, RK sempat ditanya soal urusannya ke pengadilan, namun hanya melempar senyum ke wartawan.

Pukul 10.30 WIB, urusan RK akhirnya selesai dan keluar dari ruang persidangan. Berbusana stelan jas biru dongker dengan celana jeans dan baju putih, RK lalu memberi keterangan soal urusan pengangkatan Arkana jadi anaknya.

"Ya, pengabulan doa saya, Arkana, Insyaallah resmi menjadi anak saya," kata RK saat diwawancara awak media.

RK tak banyak bicara soal detail perkara pengangkatan Arkana. Ia hanya menyatakan bahwa rencananya, sidang tersebut akan diputus pada pekan depan.

"Ketok palu seminggu lagi," singkatnya seraya langsung masuk ke mobil pribadinya.

Duel Maut di Jalan Surapati Bandung, Juru Parkir Tewas

Seorang juru parkir berinisial R (40) tewas usai diduga dianiaya di simpang Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (7/7/2026) malam. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil membekuk pelaku berinisial A yang sempat berupaya melarikan diri.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian dan menemukan korban tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan. Usai melakukan olah TKP, polisi langsung menangkap satu orang pelaku.

"Dalam waktu kurang dari tiga jam, kami berhasil mengamankan seseorang yang diduga sebagai pelaku," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, Rabu (8/7/2026).

Dari hasil pemeriksaan, aksi penganiayaan yang berujung kematian itu dipicu perselisihan antara pelaku dan korban. Anton menjelaskan, korban lebih dulu menantang pelaku untuk berkelahi.

"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban mengajak pelaku untuk berkelahi. Pelaku kemudian merasa tersinggung dan terjadilah perkelahian di antara keduanya,' ungkapnya.

Dalam perkelahian itu, pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan sebuah batu. Tak sampai di situ, pelaku juga menginjak kepala korban hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi.

"Pengakuan sementara, pelaku memukul korban lebih dari satu kali. Selain itu, pelaku juga menginjak kepala korban," ucapnya.

Pelaku saat ini masih berada di sel tahanan Polrestabes Bandung untuk penyelidikan lebih lanjut. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Terhadap pelaku kami sangkakan pasal penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau pasal pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tutup Anton.

Nasib Siswa yang Didiskualifikasi dari SPMB Bandung Buntut KK dan Piagam 'Siluman'

Pemkot Bandung mendiskualifikasi 80-90 siswa dalam SPMB 2026. Puluhan peserta itu kedapatan melakukan dugaan kecurangan dengan mayoritas pembuatan kartu keluarga (KK) hingga sertifikat atau piagam prestasi akademik yang palsu.

Setelah didiskualifikasi, Wali Kota Bandung memastikan puluhan siswa yang mayoritas masuk SMP itu tetap disalurkan ke sekolah lain. Mereka diakomodasi dengan dialokasikan ke sekolah swasta.

"Gini, kalau yang didiskualifikasi, saya sangat prihatin ya. Karena bagaimanapun juga itu anak-anak kita. Tapi Insyaallah ruang kelas dan kursi untuk sekolah swasta bagi mereka yang didiskualifikasi dari SPMB akan selalu tersedia," kata Farhan, Rabu (8/7/2026).

Farhan menyatakan, saat ini jumlah kursi SMP sudah terpenuhi seluruhnya. Targetnya, akhirnya Juli nanti semua proses untuk SPMB telah selesai.

"Itu sudah diisi langsung oleh antrean, antreannya seueur pisan (banyak banget) itu mah. Langsung semua SMP negeri, Alhamdulillah, terisi dengan baik," tuturnya.

Farhan pun memberikan imbauan kepada seluruh orang tua siswa di Kota Bandung. Ia berharap, tindakan kecurangan itu tidak boleh lagi dilakukan karena berdampak fatal bagi anak-anak.

"Ya ginilah, saya mah hanya mengimbau kepada para orang tua untuk menghindari lagi yang namanya diskualifikasi. Saya menghimbau para orang tua jangan sampai mencari peluang-peluang yang justru nanti berdampak, yang kena dampaknya anak-anak, karunya," ucapnya.

Saat ini kata Farhan, Pemkot Bandung sedang memperhatikan kondisi sekolah yang blank spot di beberapa kecamatan. Rencananya, Pemkot akan menambah kembali sekolah untuk upaya pemerataan di wilayah.

"Yang paling mesti diperhatikan sekarang adalah tetap blank spot sekolah. Di beberapa kecamatan kadang cuma ada satu SMP, kadang tidak ada SMP. Kalau itu sudah terisi semuanya, baru kita akan berjuang untuk menambah SMP negeri di Kota Bandung secara masif. Kalau sekarang ada satu dua, tapi belum masif," pungkasnya.



(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads