Kepala Balita di Ciamis Tersangkut Kaleng Biskuit, Damkar Beraksi

Kepala Balita di Ciamis Tersangkut Kaleng Biskuit, Damkar Beraksi

Dadang Hermansyah - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 10:24 WIB
Petugas Damkar berusaha mengevakuasi kaleng biskuit yang nyangkut di kepala balita.
Petugas Damkar berusaha mengevakuasi kaleng biskuit yang nyangkut di kepala balita. (Foto: Dok. Damkar Ciamis)
Ciamis -

Malam di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, awalnya berjalan seperti biasa ketika keluarga sedang berkumpul di rumah, Selasa (7/7/2026) malam. Di tengah suasana santai itu, Naima, balita berusia dua tahun, asyik bermain sambil menonton ponsel.

Tak ada yang menyangka, momen itu berubah menjadi kepanikan. Sebuah kaleng biskuit kosong nyangkut di kepala Naima dan sulit dilepaskan.

Ibunda Naima, Riska, sempat mencoba mengeluarkan kaleng itu sendiri. Namun upayanya tak berhasil. Semakin lama, kepala sang anak justru makin tersangkut, sementara Naima mulai menangis kesakitan. Di tengah kebingungan itulah, keluarga akhirnya meminta bantuan petugas Damkar Ciamis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 20.58 WIB. Tim UPTD Damkar Ciamis kemudian langsung bergerak menuju rumah korban di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap.

"Awalnya anak sedang bermain sambil menonton HP yang disandarkan ke kaleng kosong. Setelah itu HP sempat dimasukkan ke dalam kaleng, lalu dikeluarkan lagi. Namun kaleng tersebut justru dipasang ke kepala anak dan akhirnya tersangkut," ujar Budi, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Budi, keluarga sempat berusaha menangani sendiri sebelum menghubungi petugas. Namun karena kaleng tak kunjung terlepas dan anak terus menangis, Damkar akhirnya diminta turun tangan.

"Ibunya sudah berusaha membuka kaleng itu, tapi tidak berhasil. Karena anak menangis dan dikhawatirkan semakin kesakitan, keluarga kemudian menghubungi Damkar untuk meminta bantuan," katanya.

Tak lama setelah laporan masuk, tim Damkar berangkat ke lokasi dengan membawa peralatan evakuasi. Mereka datang dengan satu unit kendaraan pancar serta membawa gerinda mini, gunting, dan tang.

Saat tiba di rumah korban, petugas mendapati Naima masih dalam kondisi menangis. Kaleng biskuit itu menutup bagian kepala balita tersebut dan membuat keluarga khawatir.

Budi menuturkan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat usia korban masih balita. Petugas berusaha membuka bagian kaleng sedikit demi sedikit sambil menjaga agar kepala anak tidak terluka.

"Penanganan dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian, karena korbannya masih balita. Fokus petugas saat itu adalah melepaskan kaleng tanpa menimbulkan luka baru di bagian kepala anak," ucapnya.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.20 WIB, kaleng berhasil dilepaskan dari kepala Naima. Tangis panik di rumah itu pun perlahan reda setelah sang balita bisa kembali bernapas lega tanpa lilitan kaleng di kepalanya.

"Alhamdulillah, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Tidak ada luka akibat proses penanganan petugas. Hanya ada bekas kemerahan di bagian kepala karena kaleng sempat menyangkut cukup lama," kata Budi.

Budi mengatakan, kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih waspada terhadap benda-benda di sekitar anak, termasuk barang rumah tangga yang terlihat sepele. Sebab bagi balita yang sedang aktif mengeksplorasi.

"Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang berisiko seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya. Hal-hal seperti ini sering terlihat sederhana, tapi bisa berbahaya kalau tidak segera ditangani," pungkas Budi.

Kronologi Kepala Balita Nyangkut di Kaleng Biskuit

Riska (44), ibunda Naima, menceritakan detik-detik menegangkan saat kaleng biskuit tersebut mulai tersangkut di kepala anaknya. Menurut Riska, semuanya bermula saat sang anak sedang asyik memainkan ponselnya.

"Awalnya lagi ngumpul, si anak tuh lagi pegang HP. Mungkin dia merasa jenuh, ada kaleng kosong dimasukin," ujar Riska.

Riska melanjutkan, setelah sempat memasukkan ponselnya ke dalam wadah kosong itu, sang anak kemudian mengeluarkan kembali ponselnya. Tak disangka, kaleng kosong itu justru dipakaikan ke kepalanya sendiri. Pada saat itu, Riska mengaku tidak langsung panik karena mengira kaleng tersebut akan sangat mudah dilepaskan kembali.

"Udah gitu, udah dimasukin dikeluarkan lagi, si kalengnya dimasukin ke kepala. Kirain aku teh itu teh bisa keluar, makanya gak langsung dibuka. Udah lama-lama dibuka, kok ini gak bisa, gitu," katanya.

Melihat kaleng biskuit itu tak kunjung bisa lepas, Riska mulai panik. Riska tidak tinggal diam dan langsung berupaya melakukan pertolongan pertama dengan alat seadanya yang ada di rumah. Ia bahkan sempat mencoba memotong kaleng tersebut, namun tidak membuahkan hasil.

"Udah dicoba digunting dari atas, masih gak bisa dibuka," kata Riska.

Dalam situasi bingung, Riska tiba-tiba teringat dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Ia pun langsung meminta bantuan Damkar guna mengevakuasi kaleng di kepala anaknya.

"Terus aku keingetan, kenapa gak nelpon Damkar ya?," ucapnya.

Beruntung, di saat yang sama ada seorang tetangga yang kebetulan sedang melintas di depan rumahnya. Riska pun langsung bergegas menanyakan kontak darurat petugas pemadam kebakaran demi menyelamatkan sang buah hati.

"Ada orang lewat tetangga, minta nomor Damkar. Oh iya, ada tetangga katanya keluarganya kerja di Damkar. Ya udah telepon aja. Ya barulah datang, gitu," katanya.

Sebelum petugas Damkar tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, kondisi balita Naima sudah mulai menangis dan menjerit karena merasa kesakitan. Kaleng biskuit yang menjepit kepalanya kemungkinan terasa semakin ketat dan menyiksa.

"Iya, kesakitan. Kan saya coba keluarin, itunya (kaleng) kan gak bisa," ungkap Riska.

Menurut Riska, posisi kaleng biskuit tersebut memang sudah benar-benar terkunci rapat dan menjepit area kepala anaknya hingga sulit digerakkan sama sekali.

"Ada yang bekasnya tadi dibuka, merah-merah ininya (kepala)," jelasnya.

Meski sempat diwarnai kepanikan, proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas Damkar Ciamis berjalan dengan lancar dan aman. Riska pun lega karena sang anak akhirnya bisa terlepas dari kaleng biskuit tanpa mengalami luka serius.

Halaman 2 dari 2
(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads