Beragam peristiwa terjadi di Jabar hari ini, Senin, 6 Juli 2026, mulai dari Koperasi Merah Putih di Bandung Barat yang dibangun di kawasan bebatuan purba, hingga pelaku penganiayaan dan penyekapan, Taufik Hidayat (30), terhadap kekasihnya, YTR (29), yang terancam hukuman akumulatif 36 tahun penjara.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Kopdes Merah Putih di Bandung Barat Viral Dikelilingi Bebatuan Purba
Warga Bandung Barat dibuat heboh dengan keberadaan bangunan Koperasi Merah Putih (KMP) yang berdiri di Kampung Girimulya, RT 02 RW 09, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Keberadaan KMP itu dianggap tak lazim karena ada di tengah-tengah gunung kawasan Stone Garden. Dalam video yang viral, koperasi itu seolah tak ada akses karena dikelilingi semak belukar dan tanaman bambu alias di tengah hutan.
Belum lagi di belakangnya menjulang bukit karst (kapur) yang dipenuhi oleh formasi batuan purba yang tersebar secara artistik. Di musim kemarau, angin yang berembus menerbangkan butiran debu mikroskopis karena permukaannya yang kering serta dari aktivitas pengolahan kapur di sekelilingnya.
Bangunan Koperasi Merah Putih dengan ukuran 20x30 meter itu belum rampung seluruhnya. Progres pembangunan sisa 10 persen meliputi sentuhan akhir dengan pemasangan rolling door dan furnitur untuk memajang produk-produk yang akan dijual nantinya.
Koperasi itu sebetulnya berada di area parkiran objek wisata Indiana Camp dan Stone Garden. Berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Raya Cianjur-Padalarang. Aksesnya memang agak menyulitkan karena berbatu, namun tak terlalu jauh dari permukiman warga Kampung Girimulya.
Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, menyebut viralnya lokasi Koperasi Merah Putih di media sosial tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Namun memang, bangunan itu berdiri di atas tanah carik desa.
"Posisinya di atas gunung, sebenarnya tidak. Tapi di bawah Gunung Masigit bahkan itu di lapang, di lapang parkir Stone Garden. Dan juga pembangunan itu tidak mengganggu lapang parkir karena memang diatur lah jangan sampai posisinya ada di tengah-tengah," kata Tarkopa saat ditemui hari ini.
Penentuan titik pembangunan KMP Gunungmasigit di kawasan Stone Garden diawali dengan pemberian rekomendasi beberapa titik ke PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.
"Saya tunjukkan ada beberapa titik carik desa. Di antaranya Stone Garden, yaitu di RW 9 Girimulya, kedua carik desa di RW 16 di Liung Gunung, yang ketiga di Cigintung di RW 21, yang keempat di RW 19 di RW Cihalimun, dan yang kelima itu ada di Cicalada," kata Tarkopa.
Dari kelima titik itu, titik di kawasan Stone Garden dianggap yang paling ideal. Sampai akhirnya dilakukan pengecekan oleh PT Agrinas terkait lokasi dan aksesibilitasnya sampai kemudian dilakukan pembangunan.
"Jadi pemerintah desa hanya sampai ke situ. Ya, secara jujur itu tidak di atas gunung. Di bawah gitu, di antara Gunung Masigit dan apa Stone Garden. Ke permukiman juga kan tidak terlalu jauh," ujar Tarkopa.
Keberadaan Koperasi Merah Putih di kawasan objek wisata alam Bandung Barat diharapkan bisa menjadi jembatan pengembangan wisata. Kemudian diharapkan bisa menunjang kebutuhan pangan dan menampung hasil bumi masyarakat sekitar.
"Harapan saya nantinya bisa berkolaborasi dengan pihak Pokdarwis karena kan Stone Garden itu dikelola oleh Pokdarwis. Ya itu nanti bisa berkolaborasi ya. Nah, nanti dengan warung-warmg itu kan nanti bisa disuplai oleh Kopdes di situ," kata Tarkopa.
"Kemudian mudah-mudahan dengan adanya Kopdes ini nanti bisa mengangkat ketahanan pangan yang ada. Dan ke depannya juga Kopdes itu bisa menyuplai kepada MBG yang ada di Desa Gunung Masigit," imbuhnya.
Curhat Erwin Ngaku 'Ditinggal' Farhan soal Urus Bandung
Wakil Wali Kota Bandung Erwin melontarkan kalimat mencengangkan soal tugasnya sebagai orang nomor dua di Kota Kembang. Ia mengaku selama ini merasa tak pernah dilibatkan dalam urusan pemerintahan.
Pernyataan itu Erwin sampaikan saat ditemui wartawan di Balai Kota Bandung hari ini.
Awalnya, Erwin memberi komentar panjang lebar setelah proses praperadilan mengenai SP3 kasus korupsinya ditolak pengadilan.
Begitu sesi pertanyaan itu selesai, wartawan sempat menanyakan ke Erwin mengenai keterlibatannya dalam penanganan potensi kekeringan di Kota Bandung. Di momen inilah, Erwin secara jor-joran mengaku tak pernah dilibatkan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan soal urusan pemerintahan.
"Saya terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak ya oleh wali kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, anggaran APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi-mutasi, saya belum pernah diajak. Cuma kemarin aja terakhir saya diajak rapat pimpinan, itu pun saya enggak bicara apa-apa," kata Erwin saat bercerita masalah tersebut.
Erwin tentu berharap semuanya bisa kembali normal setelah proses praperadilan ditolak. Sehingga, ia mengaku bisa kembali menjalankan tugasnya sebagai orang nomor dua di Kota Bandung.
"Jadi ya mudah-mudahan dengan beresnya ini saya bisa lagi sinergi dengan Bapak Walikota Bandung, saya bisa berbagi tugas, tapi ya tergantung Pak Wali mungkin," ungkapnya.
"Saya mah siap gitu kan apa pun, dan saya tetap punya fungsi sebagai evaluasi dan pengawasan. Jadi saya tidak tahu kalau bicara program-program di Kota Bandung ini, terus terang saya tidak tahu karena tidak pernah diajak. Jadi kerja saya yah sesuai tupoksi saya," bebernya.
Namun masalahnya, kata Erwin, dia mengaku tak pernah dilibatkan dalam urusan pemerintahan sejak proses pelantikan. Padahal, ia pribadi ingin menguatkan kembali janji politiknya bersama Farhan kepada kalangan masyarakat.
"Ya sebenarnya dulu juga sesudah dilantik hanya beberapa kali pertemuan, saya enggak pernah dilibatkan terkait program di Kota Bandung ini," katanya.
"Sebenarnya begini, saya mau menanyakan ini terkait program ya, program dari janji politik kita. Apakah ini berjalan sesuai dengan RPJMD janji kita atau tidak. Saya belum tahu juga ini. Yang pasti bahwa saya juga pengen mengawal apa yang menjadi janji politik kita ke masyarakat ini bisa berjalan, seperti itu," tambahnya.
Erwin mengaku sudah pernah membangun komunikasi langsung dengan Farhan. Namun kemudian, komunikasi itu justru terasa menemui kebuntuan.
"Sebenarnya saya sudah berkali-kali, cuma kan mungkin kewenangannya di Pak Wali, di Pak Sekda. Selama ini saya belum pernah diajak bicara untuk hal program kerja. Makanya saya nggak tahu apa yang saya mengerjakan sesuai tupoksi saya saja," katanya.
"Malahan saya ditunjuk oleh Pak Wali sebagai Ketua Satgasus, saya menjalankan gitu kan semua tugas saya dengan Insyaallah mungkin masyarakat bisa menilai dengan baik. Dari mulai minuman (keras), dari mulai reklame yang liar, dari mulai prostitusi, ya saya menjalankan sesuai dengan tupoksi saya saja. Dan karena sekarang katanya sudah diserahkan kepada Sekda, ya itu bukan tugas saya lagi. Tapi kalau itu ada masalah, Insyaallah saya pasti akan turun membereskan. Tapi mungkin punya keterbatasan karna saya bukan sebagai ketua Satgas lagi," bebernya.
Erwin pun merasa kesulitan berkomunikasi dengan pasangannya, Farhan. Komunikasi terakhir terjadi saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu, namun momen itu tidak terlalu berdampak signifikan.
"Sampai saat ini saya belum komunikasi ya. Hanya terakhir komunikasi waktu saya diajak ikut rapat pimpinan, sempat ngobrol sebentar, udah gitu sampai sekarang saya belum komunikasi lagi," ucapnya.
"(Hubungan dengan Farhan retak?) Saya tidak tahu, silakan saja wartawan yang menilai. Tapi saya intinya bahwa saya sami'na wa ato'na kepada pimpinan. Apapun keinginan pimpinan, saya akan ikut," ungkapnya.
Bagi Erwin sendiri, hubungan Wali Kota dengan Wakil Wali Kota ibarat suami-istri. Meski demikian, secara garis besar, ia mengaku ini merupakan proses dinamika yang harus dilaluinya.
"Kalau bicara menyesalkan, ya bisa saja saya menyesalkan gitu kan ada kondisi seperti ini. Tapi semua mungkin ada proses perjalanan, mudah-mudahan saja dengan proses perjalanan seperti ini Insyaallah kita bisa guyub, bisa collab. Karena walau bagaimanapun saya ini seorang Wakil, tentunya punya tugas mewakili gitu. Cuma saat ini kan saya juga jarang dikasih tugas oleh Pak Wali," katanya.
"Tidak boleh sedih, tidak boleh menyesal. Kan saya punya tugas selama ini saya mah on the track lah. Pak Wali kasih tugas juga insyaallah beres sama saya. Jadi intinya bahwa karena saya menjalankan maqashid syariah di Kota Bandung ini," pungkasnya.
Simak Video "Video: Ribuan Masyarakat Jember Gelar Aksi Dukung MBG-Koperasi Merah Putih "
(wip/mso)