'Pulau' Eceng Gondok di Sungai Citarum yang Kian Rapat dan Meluas

'Pulau' Eceng Gondok di Sungai Citarum yang Kian Rapat dan Meluas

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 29 Jun 2026 15:45 WIB
Hamparan eceng gondok di Sungai Citarum KBB kian meluas dibersihkan petugas
Hamparan eceng gondok di Sungai Citarum KBB kian meluas dibersihkan petugas (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).
Bandung Barat -

Alat berat sibuk mengangkut eceng gondok ke atas bak truk. Upaya pembersihan hama air itu terus digenjot seiring semakin meluas dan masifnya pertumbuhan eceng gondok di aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung Barat.

Senin (29/6/2026), pemerintah mengerahkan lebih banyak kekuatan untuk mengangkat eceng gondok. Langkah ini dilakukan agar air mengalir lancar ke Waduk Saguling di hilir, aktivitas masyarakat tidak terganggu, hingga memastikan pasokan air untuk PLTA Saguling tetap aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi saat ini, tak ada celah bagi perahu untuk menerjang rapatnya pertumbuhan gulma air yang menjadi indikasi buruknya kualitas air sungai. Restoran terapung di Sungai Citarum yang menjual pemandangan, kini tak punya sesuatu untuk ditawarkan kepada konsumen.

"Jadi hari ini kita melaksanakan pembersihan eceng gondok yang selama ini menjadi masalah dan sering dikeluhkan warga karena sudah sangat mengganggu," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat ditemui, Senin (29/6/2026).

ADVERTISEMENT
Hamparan eceng gondok di Sungai Citarum KBB kian meluas dibersihkan petugasHamparan eceng gondok di Sungai Citarum KBB kian meluas dibersihkan petugas (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).

Saat ini, pembersihan masih dilakukan secara manual. Alat berat serta ponton nantinya akan diterjunkan guna menyapu hamparan eceng gondok yang kini luasnya mencapai lebih dari 100 hektare.

"Tentunya harus menggunakan alat berat dan ponton, ada empat ponton yang nantinya dioperasionalkan membersihkan eceng gondok disini. Nanti menyisir semua titik yang rapat oleh eceng gondok," kata Jeje.

Pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali menimbulkan masalah lain, yakni kemunculan nyamuk yang berkembang biak di permukaan air. Hal ini terjadi karena permukaan air tertutup rapat sehingga menjadi lokasi ideal bagi sarang serangga tersebut.

"Warga mengeluh banyak nyamuk disini, sehingga kita bergerak membersihkan eceng gondoknya. Biasanya eceng gondok akan berkurang saat kondisi kering, tetapi beberapa tahun terakhir kondisi tersebut tidak terjadi sehingga pertumbuhannya semakin meningkat," katanya.

Eceng gondok yang disingkirkan lalu dimuat ke truk akan dibuang ke beberapa lokasi. Saat ini, belum ada langkah nyata untuk memanfaatkan eceng gondok yang tumbuh secara tak terkendali tersebut, sehingga hanya dibuang begitu saja.

"Ada beberapa titik penampungan, lalu sebagian akan dipindahkan ke lokasi yang tadi sudah saya tinjau. Selain itu, ada beberapa lahan milik Indonesia Power yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk menampung sampah eceng gondok," ujar Jeje.




(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads