Eropa tengah "mendidih". Gelombang panas ekstrem yang menyapu Benua Biru kembali memicu perdebatan panas soal kesiapan mereka menghadapi kiamat iklim. Tak hanya menelan korban jiwa, cuaca ekstrem ini membongkar fakta mengejutkan, betapa minimnya penggunaan pendingin ruangan (AC) di negara-negara maju tersebut.
Melansir data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) via BBC, tercatat lebih dari 1.300 kematian berlebih (excess deaths) terjadi sejak 21 Juni 2026 akibat suhu yang menyengat. Dalam hitungan hari, sejumlah negara bahkan dipaksa menyerah pada rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerman mencatat suhu gila-gilaan hingga 41,7 derajat Celsius, yang menjadi rekor nasional baru. Polandia menyentuh angka 40,5 derajat Celsius, sementara Republik Ceko mencatat 41,1 derajat Celsius. Ketiga negara ini kompak memecahkan rekor suhu pada akhir pekan lalu.
"Tekanan panas (heat stress) sering disebut sebagai 'pembunuh senyap' dan rumah, tempat kerja, serta sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini," tegas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam unggahannya di platform X.
Di tengah kondisi kritis ini, perhatian publik tertuju pada rendahnya adopsi AC di Eropa. Berbeda dengan Amerika Serikat atau Jepang, mayoritas rumah di Eropa memang didesain untuk mempertahankan panas demi menghadapi musim dingin, bukan membuang panas saat musim panas tiba.
Masalahnya, gelombang panas ekstrem kini makin sering bertamu dalam beberapa tahun terakhir. Banyak bangunan tua yang strukturnya tidak memungkinkan untuk dipasang AC. Di sisi lain, penggunaan pendingin ruangan secara masif dikhawatirkan bakal memicu lonjakan konsumsi listrik dan emisi jika sumber energinya masih bergantung pada bahan bakar fosil.
WHO memberikan peringatan keras bahwa Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, yakni sekitar dua kali lipat dari rata-rata global. Dampaknya nyata: gelombang panas yang dulunya hanya muncul sekali dalam beberapa dekade, kini hampir menjadi "tamu rutin" setiap tahun.
Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
