Mengintip Sisi Lain Jalan Kopo Bandung yang Sepi di Akhir Pekan

Mengintip Sisi Lain Jalan Kopo Bandung yang Sepi di Akhir Pekan

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 28 Jun 2026 13:58 WIB
Jalan Kopo yang lengang di hari Minggu
Jalan Kopo yang lengang di hari Minggu (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Bagi warga Bandung Raya, Jalan Raya Kopo punya reputasi yang sulit dipisahkan dari kata macet. Setiap pagi dan sore, ruas jalan yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung itu nyaris tak pernah benar-benar lengang.

Deretan kendaraan mengular dari berbagai arah. Sepeda motor menyelip di sela-sela mobil, sementara bus, truk, hingga angkutan barang bergantian memenuhi badan jalan. Tak sedikit pengendara harus menghabiskan waktu puluhan menit hanya untuk melewati jarak beberapa ratus meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemacetan di Jalan Kopo bukan semata dipicu oleh tingginya volume kendaraan. Banyaknya persimpangan jalan, aktivitas sekolah, pusat perdagangan, kawasan pergudangan, hingga keluar masuk kendaraan besar membuat arus lalu lintas kerap tersendat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Namun, pemandangan itu berubah drastis ketika hari Minggu tiba. detikJabar menjajal langsung suasana Jalan Raya Kopo pada Minggu (28/6/2026). Jalan yang biasanya dipenuhi antrean kendaraan mendadak terasa lapang. Kendaraan dapat melaju dengan kecepatan normal tanpa harus berkali-kali menginjak rem.

ADVERTISEMENT

Suasana yang lebih lengang juga dirasakan para pengemudi ojek online yang hampir setiap hari mencari nafkah dengan melintasi kawasan tersebut.

Arsi, salah seorang pengemudi ojek online, mengatakan berkurangnya aktivitas masyarakat saat akhir pekan membuat intensitas kemacetan di Jalan Kopo menurun drastis.

"Kalau minggu kemungkinan macetnya turun karena banyak yang libur," ujarnya.

Ia mengaku cukup sering melintasi Jalan Kopo sehingga memahami betul perubahan kondisi lalu lintas antara hari kerja dan akhir pekan.

"Lumayan sering," katanya.

Menurut Arsi, kondisi paling padat biasanya terjadi pada hari sekolah. Aktivitas ribuan pelajar yang berangkat bersamaan dengan pekerja membuat Jalan Kopo nyaris tak pernah sepi pada pagi maupun sore hari.

"Kalau normal hari biasa itu banyak anak sekolah mungkin bakal lebih parah macetnya apalagi pagi dan sore. Kalau sore biasanya yang paling macet di sekitaran BizPark Kopo ya karena banyak keluar masuk kendaraan ya," jelas Arsi.

Kemacetan yang hampir menjadi rutinitas itu bahkan membuat sebagian pengemudi ojek online enggan menerima pesanan menuju kawasan Kopo saat jam sibuk. Meski demikian, Arsi mengaku tetap mengambil setiap order yang masuk.

"Kalau nolak orderan belum pernah ya karena kalau cancel jadi jelek juga (aplikasinya). Cuma kalau ngobrol-ngobrol sama yang lain, kalau sore masuk ke daerah Kopo banyak yang nolak, tapi banyak juga yang diterima walaupun macet," katanya.

Bagi Arsi, kemacetan di Jalan Kopo memang sudah menjadi persoalan lama yang membutuhkan solusi. Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan langkah nyata agar salah satu ruas jalan tersibuk itu tak lagi identik dengan antrean kendaraan setiap hari.

"Ya sebisa mungkin diminimalisir buat di daerah yang macet-macetnya ya," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads