Kabar Internasional

Organ yang Dianggap Tak Penting Ini Ternyata Pengaruhi Umur

Khadijah Nur Azizah - detikJabar
Sabtu, 27 Jun 2026 23:00 WIB
Ilustrasi panjang umur (Foto: Getty Images/lucky-sky)
Jakarta -

Selama beberapa dekade, dunia kedokteran menganggap kelenjar timus (thymus) hanya berperan penting pada masa kanak-kanak. Organ kecil yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh ini diyakini kehilangan sebagian besar fungsinya setelah seseorang memasuki masa pubertas.

Namun, penelitian terbaru dari Mass General Brigham mematahkan anggapan tersebut. Melansir detikHealth, studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature mengungkap bahwa kesehatan kelenjar timus berkaitan erat dengan risiko penyakit serius, keberhasilan terapi kanker, hingga peluang seseorang untuk hidup lebih lama.

Apa Itu Kelenjar Timus?

Kelenjar timus berada di rongga dada, tepat di belakang tulang dada dan di antara kedua paru-paru. Organ ini berfungsi memproduksi sekaligus "melatih" sel T, yakni jenis sel darah putih yang menjadi garda terdepan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi serta mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Seiring bertambahnya usia, ukuran kelenjar timus menyusut secara alami setelah pubertas. Produksi sel T baru pun menurun sehingga selama ini banyak ilmuwan beranggapan bahwa perannya pada orang dewasa relatif kecil.

"Kelenjar timus telah diabaikan selama berpuluh-puluh tahun. Organ ini mungkin menjadi potongan teka-teki yang hilang untuk menjelaskan mengapa proses penuaan setiap orang berbeda, dan mengapa pengobatan kanker gagal pada sebagian pasien," ujar Hugo Aerts, PhD, Direktur Program Kecerdasan Buatan dalam Kedokteran (AIM) di Mass General Brigham, dikutip dari Science Daily.

Hasil Penelitian

Dalam penelitian berskala besar tersebut, tim peneliti memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) untuk menganalisis hasil CT scan rutin milik sekitar 25.000 orang dewasa yang mengikuti uji coba nasional skrining kanker paru-paru, serta 2.500 peserta Framingham Heart Study.

Melalui analisis AI, peneliti mengevaluasi ukuran, struktur, dan komposisi kelenjar timus untuk menentukan skor "kesehatan timus" setiap peserta.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang dewasa dengan skor kesehatan timus yang lebih baik memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang kondisi timusnya kurang sehat, yaitu:

  • Risiko meninggal akibat penyebab apa pun 50 persen lebih rendah.
  • Risiko meninggal akibat penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah, 63 persen lebih rendah.
  • Risiko mengalami kanker paru-paru 36 persen lebih rendah.

Para peneliti menduga bahwa penurunan kesehatan kelenjar timus menyebabkan berkurangnya keragaman sel T. Kondisi tersebut membuat sistem kekebalan tubuh semakin sulit mengenali dan melawan ancaman baru, termasuk pertumbuhan sel kanker maupun infeksi kronis.




(kna/dir)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork