Polemik penerimaan calon murid yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 perlahan sudah menemukan solusinya. Skema Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) akhirnya disepakati untuk memfasilitasi kebutuhan para siswa.
Namun, meski telah mencapai kesepakatan, Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat masih mempertanyakan anggaran skema SSK itu. Sebab, berdasarkan informasi, program itu diberi bantuan biaya pendidikan Rp 2,7 juta per tahun untuk setiap siswa.
Masalahnya kemudian, anggaran itu disebut belum tersedia dalam APBD murni 2026. FKSS Jabar pun mengkhawatirkan skema pembiayaan program tersebut malah dialokasikan pada pagu anggaran beasiswa bagi warga miskin.
"Nah, yang jadi pertanyaannya adalah sekarang apakah anggaran untuk SSK ini sudah dianggarkan atau belum? Setahu saya bahwa di dalam APBD murni, berdasarkan informasi dari DPRD Provinsi Jawa Barat, yang dianggarkan itu hanya baru beasiswa siswa miskin dari keluarga ekonomi tidak mampu (KETM)," kata Ketua FKSS SMA Jabar, Ade Hendriana, Senin (22/6/2026).
Sekadar diketahui, Pemprov Jabar berencana menyalurkan calon murid baru (CMB) yang tidak tertampung ke sekolah negeri ke sekolah swasta dengan menyiapkan biaya pendidikan sebesar Rp 2,7 juta. Rinciannya Rp 1,5 juta untuk dana sumbangan pendidikan (DSP) dan Rp 1,2 juta untuk uang SPP (Rp 100 ribu untuk 12 bulan).
Namun kemudian, muncul pertanyaan di benak FKSS Jabar. Sebab berdasarkan informasi yang Ade terima, bantuan Rp 2,7 juta per siswa itu akan dicicil dengan skema dua kali pembayaran.
"Dari Rp 2,7 juta itu berdasarkan informasi bahwa ini akan dibayarkan setengahnya dulu. Artinya 50 persen di tahun ini, di tahun 2026, sisanya di tahun berikutnya," ungkapnya.
Simak Video "Video: Pemprov DKI Jakarta Akan Gratiskan 100 Sekolah Swasta di 2026"
(ral/mso)