Pemandangan pengendara yang nekat menyerobot antrean di ruas Jalan Ibrahim Adjie, tepatnya dari arah Kircon, Kota Bandung sudah menjadi "makanan sehari-hari" bagi Anggun. Ia sering kali harus mengelus dada saat melihat pengendara dari arah Cibiru menuju Buahbatu dengan santainya memotong jalur.
Aksi nekat para pelanggar lalu lintas ini bukan hanya sekadar melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Meski sadar tindakan tersebut sangat berisiko, para pengendara itu tetap saja menerobos demi memangkas waktu perjalanan.
"Heran, entah apa yang mereka pikirkan," kata Anggun kepada detikJabar, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Egois, tak menghargai orang lain," tambah wanita berusia 31 tahun itu.
Anggun menuturkan, setiap pengendara tentu memiliki kepentingan dan diburu waktu, termasuk dirinya. Namun, ia menyayangkan perilaku egois tersebut yang justru memicu kemacetan lebih parah dan mengancam nyawa.
"Saya tuh suka nanya, mereka sadar nggak ya mereka itu merugikan orang lain? Kok pada pede, padahal mereka salah, tebel banget mukanya," ketus Anggun.
Warga Ciwastra ini mengaku kesal karena fenomena tersebut terjadi berulang kali, terutama saat jam sibuk. Ia pun mendesak pihak berwenang untuk mengambil langkah konkret.
"Harus ada tindakan tegas dari polisi kalau menurut saya. Kalau bisa, cabut SIM nya supaya kapok," tegas Anggun.
Keluhan serupa juga datang dari Dedi. Ia mengaku kerap merasa jengkel saat antreannya di lampu merah dipotong oleh pengendara dari arah Cibiru.
"Kalau bisa pembatas jalannya dipanjangin lagi, seperti yang dari Kircon kesini (ke Kordon). Biar tidak ada celah lagi yang putar balik di saat jalan sedang padat seperti ini," ujarnya.
Dedi menilai, minimnya efek jera membuat para pelanggar semakin berani. Ia pun menyoroti rendahnya kesadaran akan keselamatan diri sendiri.
"Mereka itu tidak takut hukum, apalagi di tilang. Nyawa aja mereka tuh tidak takut hilang," tambahnya.
Dedi berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap fasilitas penunjang jalan di kawasan tersebut agar tidak ada lagi celah bagi pelanggar untuk beraksi.
"Semoga jadi perhatian pemerintah saja, karena kalau dibiarkan ini membahayakan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Korlantas Pakai Face Recognition, 16 Ribu Pelanggaran Pelat Nomor Terekam ETLE"
[Gambas:Video 20detik] (wip/mso)
