Sukabumi Sepekan: Buaya Muncul, Keranjang Langit Tabrakan

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 20 Jun 2026 19:30 WIB
Buaya Penghuni Cimandiri, kerap menampakan diri dan membuat warga resah. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Sukabumi dalam sepekan terakhir. Mulai dari insiden tabrakan wahana wisata di ketinggian hingga kecelakaan maut di perlintasan kereta api yang menewaskan satu orang.

Berikut rangkuman peristiwa di Sukabumi pekan ini

1. Kemunculan Buaya 4 Meter di Sungai Cimandiri Palabuhanratu

Buaya berukuran besar membuat geger warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Buaya dengan panjang sekitar 4 meter itu muncul di aliran Sungai Cimandiri, tepatnya di wilayah Desa Jayanti.

Udon, warga sekitar, menuturkan bahwa penampakan buaya tersebut kerap meresahkan masyarakat karena sering mondar-mandir di dekat area peternakan.

"Kejadiannya kemarin, kadang di dekat peternakan ayam, kadang di peternakan sapi di bawah dia diamnya. Penampakan ini memang sering bikin heboh warga," ungkap Udon menceritakan posisi buaya tersebut kepada detikJabar, Senin (15/6/2026).

Udon menduga bahwa buaya tersebut sudah menjadikan kawasan aliran sungai itu sebagai tempat berkembang biak. Menurut pantauan warga, buaya yang mendiami area tersebut tidak hanya satu.

"Kemungkinan besar buaya di sungai itu beranak. Kalau dilihat dari ukurannya yang beda-beda saat muncul, kemungkinan jumlahnya lebih dari empat ekor yang ada di sekitar sini," tambah Udon mempertegas kekhawatiran warga.

Detik-detik penampakan salah satu buaya tersebut juga sempat terekam kamera ponsel warga dari tepi sungai. Dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu, sang perekam memberikan peringatan keras.

Keresahan serupa juga diungkapkan oleh Nanan, warga Kampung Mariuk. Nanan sudah mafhum dan mengetahui betul rekam jejak keberadaan buaya di aliran Sungai Cimandiri tersebut. Ia mewanti-wanti masyarakat agar tidak sembrono saat berada di dekat air.

"Buaya di aliran sungai itu memang ada dan warga di sini sudah tahu. Makanya, saya sangat mengimbau warga, terutama yang sering beraktivitas di aliran sungai untuk ekstra waspada. Termasuk juga para pemancing atau yang cari ikan, jangan sampai lengah," tegas Nanan.

Dari sejumlah catatan detikJabar, kemunculan buaya di muara maupun aliran Sungai Cimandiri bukanlah fenomena baru. Aliran Sungai Cimandiri sejak lama memang dikenal sebagai habitat alami bagi buaya muara (Crocodylus porosus) di wilayah selatan Sukabumi.

Buaya-buaya ini sering kali naik ke bantaran sungai untuk berjemur (basking) atau terbawa arus saat debit air sungai meningkat.

2. Kelaparan, Monyet Liar Gunung Gede Teror Warga Sukaraja

Seekor monyet ekor panjang liar tiba-tiba turun dari gunung dan menyelinap masuk ke dapur rumah warga di Perumahan Sukaraja Indah Regency, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Pemilik rumah yang syok langsung mengunci primata tersebut di dalam kamar mandi sebelum melaporkannya ke pihak berwajib.

Insiden bermula saat sang pemilik rumah, Yudi Irwanda, sedang sibuk berbenah rumah di pagi hari. Saat itulah, ia menyadari ada kelebatan bayangan asing yang bergerak mencurigakan di sekitar dinding rumahnya.

"Pemilik rumah awalnya sedang beres-beres, lalu melihat ke pinggir tembok ada bayangan turun ke bawah. Pas dicek, ternyata ada kera," kata Komandan Regu Posko VI Sukaraja Dinas Damkar Kabupaten Sukabumi Ade Feri saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Bukannya takut, satwa dengan nama latin Macaca fascicularis itu justru bersikap agresif saat coba didekati. Hewan tersebut langsung menyeringai ke arah Yudi seolah siap melancarkan serangan.

Didorong rasa lapar karena mencium aroma masakan, monyet liar itu kemudian nekat menerobos masuk ke area dapur. Beruntung, Yudi yang sempat panik berhasil memikirkan siasat cepat saat monyet tersebut bergeser masuk ke ruangan sebelah.

"Kebetulan dapur berdekatan dengan kamar mandi. Begitu monyetnya masuk ke kamar mandi, langsung ditutup pintunya (dikunci) sama pemilik. Kemudian dia langsung melapor ke kami," tutur Ade.

Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap monyet ekor panjang tersebut. Ade menduga, primata bertubuh lincah ini nekat menyatroni permukiman manusia karena kelaparan setelah diusir oleh kawanannya sendiri di alam liar.

"Dugaan kami dia dipisahkan atau diusir dari kelompoknya. Otomatis dia jadi keluyuran sendirian. Karena lapar dan mencium aroma makanan dari perkampungan manusia, dia cenderung mendekati sumber makanan itu," jelasnya.

Melihat dari perilakunya yang masih sangat agresif dan liar, Ade meyakini monyet ini bukan hewan peliharaan yang lepas, melainkan murni penghuni asli kawasan hutan pegunungan.

"Kemungkinan besar berasal dari habitat di sekitar kawasan Gunung Gede," tambahnya.

Saat ini, kera ekor panjang tersebut sudah diserahkan ke pecinta satwa untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. "Sudah dirilis, dilepas sama rekan komunitas satwa di daerah Cikidang," tutupnya.




(bba/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork