Round-Up

Pengakuan WNA Georgia yang Nekat Naik Motor di Tol Pasteur-Baros

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 20 Jun 2026 07:00 WIB
Tangkapan layar wna naik motor masuk tol (Foto: Istimewa)
Bandung -

Viralnya video seorang pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Tol Purbaleunyi akhirnya terjawab. Pria yang sempat membuat heboh pengguna media sosial itu ternyata merupakan warga negara asing (WNA) asal Georgia yang mengaku masuk ke jalan bebas hambatan karena mengikuti petunjuk aplikasi peta digital.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026 sekitar pukul 12.15 WIB. Pengendara motor matik itu diketahui masuk melalui akses Pasteur dan terus melaju hingga akhirnya berhasil dihentikan di Gerbang Tol Baros 2.

Senior Manager Representative Office 3 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Ruas Purbaleunyi, Agus Susilo, menjelaskan petugas sempat memberikan peringatan kepada pengendara tersebut. Namun, pria berkaus hijau stabilo yang videonya viral itu tetap melanjutkan perjalanan.

"Kronologi kejadian WNA masuk tol dengan menggunakan motor terjadi di hari Kamis kemarin tanggal 18 Juni sekitar pukul 12.15 WIB. Petugas kami mendapati adanya pengendara motor roda dua yang masuk jalan tol melalui akses Pasteur," kata Agus, Jumat (19/6/2026).

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Patroli Jalan Raya (PJR) untuk melakukan pengejaran. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah pengendara berhasil diamankan ketika hendak keluar melalui Gerbang Tol Baros 2.

"Kemudian pada waktu itu sempat ada peringatan dari petugas, tapi pengguna jalan tersebut tetap melaju. Dan akhirnya kami berkoordinasi dengan PJR melakukan pengejaran dan bisa kami amankan melalui Gerbang Tol Baros 2," ujarnya.

Usai diamankan, petugas meminta keterangan dari pengendara tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pria tersebut menggunakan aplikasi navigasi dan mengikuti rute yang ditampilkan.

"Di sana kami minta keterangan dan menurut pengakuannya, pengguna motor tersebut menggunakan aplikasi Maps. Dan ini seperti kejadian-kejadian sebelumnya, seperti itu," ungkap Agus.

WNA Asal Georgia, Dokumen Lengkap tetapi Tak Ditemukan SIM

Hasil pemeriksaan identitas menunjukkan bahwa pengendara tersebut merupakan warga negara Georgia, negara yang berada di kawasan Eropa Timur dan berbatasan dengan Asia Barat.

"Menurut data yang kami peroleh, WNA tersebut berasal dari negara Georgia, Eropa Timur, perbatasan dengan Asia Barat," kata Agus.

Meski belum diketahui tujuan kedatangannya ke Kota Bandung, petugas memastikan pria tersebut memiliki dokumen perjalanan yang lengkap. STNK kendaraan dan paspor turut diperlihatkan saat pemeriksaan berlangsung.

"Untuk keterangan tersebut kami tidak sempat mendapat informasi ya, tapi pastinya dia sedang ada di Bandung, di Indonesia. Dan terkait dengan kelengkapan dokumen perjalanan kemarin, cukup lengkap. Ada STNK juga, kemudian ada paspor," ujarnya.

Namun, petugas tidak menemukan surat izin mengemudi ketika melakukan pengecekan dokumen.

"Dan yang tidak kami dapati itu surat izin mengemudi ya. Mungkin beliaunya tidak membawa, karena pada waktu kita cek dokumen tidak terdapat surat izin mengemudi, seperti itu," tambah Agus.

Hanya Diberi Teguran dan Pembinaan

Meski aksinya membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, pengendara tersebut tidak dikenai sanksi berat. Petugas hanya memberikan teguran dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Sanksi yang diberikan kemarin, petugas dengan PJR memberikan teguran dan pembinaan. Kemudian membuat berita acara supaya tidak mengulangi perbuatannya," jelas Agus.

Menurutnya, Jasa Marga selama ini telah memasang rambu larangan kendaraan roda dua masuk ke jalan tol. Bahkan, penambahan rambu dilakukan setelah sejumlah kejadian serupa sebelumnya.

"Saat ini kami sebenarnya sudah memasang perambuan standar larangan kendaraan roda dua maupun roda tiga masuk ke jalan tol. Dan setelah kejadian beberapa waktu lalu, kami juga sempat menambahkan rambu larangan motor masuk jalan tol," katanya.

Agus menduga faktor bahasa menjadi salah satu penyebab pengendara asing tersebut tidak memahami rambu yang ada.

"Tapi memang kalau kejadian kemarin itu karena WNA, kami rasa beliaunya tidak bisa memahami rambu-rambu mungkin karena perbedaan bahasa, seperti itu," ujarnya.

Jasa Marga Ingatkan Pengguna Maps

Jasa Marga juga meluruskan kabar yang menyebut pengendara itu menerobos gerbang transaksi tol. Menurut Agus, motor tersebut masuk melalui akses yang berada setelah gerbang utama sehingga petugas baru menemukannya di area yang lebih dalam.

"Tidak. Kemarin itu karena akses Pasteur ini gate-nya ada di cukup dalam ya, jadi tidak bisa kami temui di depan. Tapi petugas kami menemukan melalui gate Pasteur Exit seperti itu," katanya.

Berkaca dari kejadian tersebut, Jasa Marga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menggunakan aplikasi navigasi digital. Pengguna diminta memastikan pengaturan jenis kendaraan telah sesuai sebelum memulai perjalanan.

"Imbauan kami kepada masyarakat, kami anjurkan untuk bertanggung jawab dalam berlalu lintas, memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," kata Agus.

"Kembali lagi bagi masyarakat yang memanfaatkan aplikasi Maps, kami mengingatkan kembali untuk mengecek moda kendaraannya. Biasanya karena buru-buru, masyarakat memanfaatkan aplikasi Maps lupa mengganti moda kendaraannya yang settingan default-nya biasanya kendaraan roda empat, tapi pada kenyataannya menggunakan roda dua sehingga diarahkan biasanya melalui jalur terdekat dan diarahkan melalui jalan tol," pungkasnya.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork