Jabar hari Ini: Tercemarnya Pantai Pangandaran Gegara Kapal Tongkang Bocor

Jabar hari Ini: Tercemarnya Pantai Pangandaran Gegara Kapal Tongkang Bocor

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 18 Jun 2026 22:00 WIB
Kondisi kapal tongkang batubara yang terdampar di Pantai Sukaresik.
Kondisi kapal tongkang batubara yang terdampar di Pantai Sukaresik (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Bandung -

Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (18/6/2026). Mulai dari kebocoran kapal tongkang pembawa batubara yang bikin pantai Pangandaran tercemar hingga bule pakai sepeda motor nyasar masuk jalan tol Pasteur Bandung.

Berikut rangkuman Jabar hari ini

Tongkang Batubara Bocor di Pangandaran, Pantai Menghitam

Kapal tongkang pembawa batubara 80.000 pon atau sekitar 36 ribu kilogram alias 36 ton yang karam di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, mulai menunjukkan dampak yang meluas. Air laut di sekitar lokasi sudah menghitam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikJabar pada Kamis (18/6/2026) pagi pukul 07.30 WIB, situasi di pesisir lokasi karamnya kapal tongkang batubara menjadi tontonan warga. Mereka pun mengambil gambar hingga berswafoto dengan latar belakang kapal tongkang yang sudah miring.

ADVERTISEMENT

Bahkan, batubara di atas kapal tersebut sudah meluber dan terbawa arus ke pesisir Sukaresik. Terlihat hamparan batubara seukuran koral dan kelereng berserakan di sepanjang pantai.

Meski belum ada garis polisi, lokasi itu dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Satpolairud Polres Pangandaran dan unsur TNI.

Sebelumnya, kapal tongkang yang membawa 80.000 ton batubara itu ditarik kapal Tugboat Titan 33 dari Palembang dengan tujuan Cilacap. Perjalanan berakhir di Pantai Batukaras pada Selasa (17/6). Penyebab bersandar dan karamnya kapal tongkang tersebut karena adanya kebocoran.

Jika dilihat, lokasi karamnya tongkang batubara berada tak jauh dari Pantai Batuhiu dan pusat konservasi penyu, sehingga kawasan itu berpotensi terkena pencemaran.

Selain itu, jarak menuju dua destinasi lainnya seperti Pantai Batukaras dan Pantai Pangandaran berpotensi terkena dampaknya. Ditambah lagi, kawasan itu juga berdekatan dengan area tangkap nelayan.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M Anang Tri mengatakan, saat ini kapal tongkang bermuatan batubara di Pantai Sukaresik sudah dijaga ketat. Sementara itu, kapal Tugboat Titan 33 diamankan ke Pelabuhan Bojongsalawe.

"Sementara hari ini masih kami jaga ketat, termasuk kapal tugboat sekarang dibawa ke pelabuhan Bojes," ucap Anang saat dihubungi detikJabar, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya tindak pidana, khususnya pencurian dan penjarahan oleh orang tidak bertanggung jawab. "Sehingga saat ini melakukan pengamanan oleh petugas bersama TNI AL," ucapnya.

Selain itu, pihak Satpolairud telah melakukan koordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, serta masyarakat setempat guna menjaga status quo lokasi sambil menunggu evakuasi.

Begal Sadis di Cikawao, Bacok Korban-Bawa Kabur Motor

Aksi begal bersenjata tajam kembali meresahkan warga Kota Bandung, Jawa Barat. Kejadian ini terjadi di Jalan Cikawao, Kecamatan Lengkong, Rabu (17/6) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Dari rekaman CCTV yang beredar, korban diancam dengan senjata tajam jenis celurit. Dalam kejadian ini, korban sempat dibacok dan ketakutan saat diancam sajam. Selain itu, sepeda motor milik korban berhasil dirampas pelaku.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan ada dua korban dalam kejadian ini.

"Memang betul ada dua yang menjadi korban dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pencurian dengan pemberatan. Kejadian berawal ketika korban melintas di jalan tersebut. Ada dua orang yang mengendarai motor, kemudian dengan menggunakan senjata tajam, mengarahkan benda tersebut ke korban sehingga mengenai bagian tubuhnya," kata Anton kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

"Setelah itu korban melarikan diri dan meminta pertolongan. Namun korban tetap dikejar oleh pelaku. Kemudian ada satu korban lagi yang juga barangnya diambil oleh pelaku, yaitu berupa sepeda motor. Kedua korban kemudian pergi karena ketakutan," tambahnya.

Kedua korban segera melaporkan kejadian ini kepada Tim Prabu. Tim tersebut kemudian melakukan tindakan cepat.

"Selanjutnya didapati bahwa pelaku bersembunyi di sebuah kontrakan. Kemudian dilakukan penangkapan dan sebelumnya dilakukan penggeledahan terhadap barang bukti. Barang bukti tersebut ditemukan di kontrakan itu," tuturnya.

Dalam kejadian ini, ada empat orang yang diamankan ke Mapolrestabes Bandung, namun hanya dua orang yang dijadikan tersangka, sementara dua lainnya merupakan saksi.

"Pelaku berinisial FF dan AW, diamankan dan dibawa ke Polrestabes Bandung untuk proses penyidikan lebih lanjut," tuturnya.

"Saat ini kedua orang tersebut sedang menjalani proses penyidikan untuk dilakukan proses penegakan hukum hingga nantinya dipersidangkan," tambahnya.

Disinggung mengenai kondisi korban yang dibacok oleh pelaku, Anton menyebut korban mengalami sejumlah luka. "Korban mengalami luka akibat sabetan celurit di bagian muka, tangan, dan punggung," pungkasnya.

Ucapan Pertama Wanita Setelah Disekap 3 Tahun

YTR (sebelumnya ditulis YTT) menjadi korban penganiayaan dan penyekapan yang diduga dilakukan kekasihnya berinisial TH. Perempuan berusia 29 tahun, dianiaya dan disekap di indekosnya yang ada di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung belum lama ini.

Aksi dugaan penganiayaan yang dilakukan pria berinisial TH sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026.

Dalam kejadian ini, korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara hingga tidak bisa berjalan.

Kakak korban, Melanie Silviani mengatakan, jika korban masih dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

"Baru dibersihkan luka-luka yang infeksi di bagian kepala dan wajah, soalnya di kepalanya masih ada cairan nanah," kata Melanie dihubungi via pesan singkat, Kamis (18/6/2026).

Melanie sebut, penanganan terhadap korban akan dilanjutkan jika cairan nanah di bagian kepalanya sudah bersih.

"Nunggu itu keluar dulu semua, baru operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur," ungkapnya.

Menurutnya, korban merupakan adik kedua dari empat bersaudara. Saat ini korban, sudah bisa berkomunikasi namun suaranya belum jelas. "Bisa cuma belum jelas," ujarnya.

Disinggung kata pertama yang diucapkan korban, Melanie sebut adiknya minta maaf.

"Pertama yang diucapin minta maaf," tuturnya.

Terkait penganiayaan dan penyekapan yang dialami korban, Melanie sebut jika adiknya sempat tidak jujur dan menutup-nutupi kejadian yang menerpanya.

"Pas ditanya dokter lukanya kenapa, dia malah nangis dan bilang kalau dia jatuh dari kamar mandi. Lalu kelamaan dia bilang, kalau dia disiksa," jelasnya.

Melanie menurutkan, adiknya tak jujur dan menutup-nutupi kejadian yang menerpanya. Diduga korban mengalami trauma berat terhadap pelaku.

"Awalnya enggak (jujur). Ke sini-ke sini baru ngomong. Karena katanya kalau dia macam-macam ya, itu pasti dipukuli habis-habisan," tambah Melanie.

Dalam kejadian ini, Melanie minta polisi untuk segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

"Harapan saya, semoga pelaku cepat ketangkap dan diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Kalau bisa hukum mati supaya tidak meresahkan," pungkasnya.

Cinta Monyet Bikin Remaja Tasik Dianiaya

Seorang pelajar SMP berusia 15 tahun asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah pelajar lain. Peristiwa itu terjadi pekan lalu di Kecamatan Karangjaya dan videonya kini beredar luas melalui pesan berantai.

Dalam video pertama, korban yang mengenakan kaus putih tampak dikerumuni sejumlah pelajar lain. Korban diduga dipukul berulang kali pada bagian wajah dan belakang kepala hingga meringis menahan sakit.

Sementara dalam video kedua, korban terlihat dirundung dan diminta menyampaikan permintaan maaf secara bergiliran di hadapan para pelaku.

Kasus ini kemudian dilaporkan orang tua korban ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (18/6/2026). Mereka meminta perlindungan hukum dan pendampingan psikologis bagi anaknya.

"Saya datang ke kantor KPAI mau melaporkan dan meminta perlindungan buat anak saya dianiyaya pelajar lain," kata Sumiati, ibu korban, saat ditemui di Kantor KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (18/6/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggal korban di Kecamatan Cineam.

Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman awal terhadap kasus tersebut.

"Ya korban dan pelaku adalah warga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Kami turun tangan," ujar Ato di kantornya.

Berdasarkan hasil penelusuran, korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh belasan pelajar lain.

KPAI menyebut terdapat dua faktor yang diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut. Faktor pertama berkaitan dengan persoalan hubungan pertemanan remaja atau yang kerap disebut "cinta monyet". Mantan kekasih korban diketahui menjalin hubungan dengan pelajar dari Karangjaya, lokasi kejadian.

Faktor kedua berkaitan dengan status WhatsApp yang dibuat korban. Korban mengaku kerap mendapat teror setelah putus hubungan sehingga menuliskan pesan agar tidak bergaul dengan anak-anak Karangjaya. Status tersebut diduga memicu reaksi sejumlah pelajar.

"Motifnya gara gara korban buat status nanti jangan bergaul sama anak anak karangjaya. Akhirnya memicu reaksi anak anak karang jaya. Harus minta maaf ke puluhan anak sambil di pukul ada yang nendang juga. Awalnya, Korban pacaran dengan pelajar perempuan, terus putus, terus sudah putus si pacarnya punya pacar dari kecamatan lain. Tapi hubungannya dengan korban masih baik. Nah Ada sisi cemburu, pacar baru mantan korban disinyalir neror si korban yang akhirnya korban nulis status ulah gaul jeng budak karangjaya," kata Ato Rinanto.

Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Proses penyelidikan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak.

KPAI Kabupaten Tasikmalaya menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk membantu pemulihan trauma. Selain itu, pendampingan hukum juga akan dilakukan guna memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung.

"Jadi datang ke kami minta perlindungan dan pendampingan kasus hukumnya. KPAI akan lakukan pendampingan baik korban maupun pelaku, sama-sama anak," kata Ato Rinanto.

WNA Terobos Tol Pasteur gegara Google Maps

Media sosial digegerkan dengan video yang menunjukkan seorang pengendara motor menerobos tol dari arah Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, menuju Gerbang Tol Baros, Kota Cimahi, Kamis (18/6/2026).

Dalam video yang beredar, pengendara motor berkaus hijau stabilo itu mengendarai sepeda motor matik. Ia berjalan di lajur pelan, sementara di sebelah kanannya mobil melaju kencang. Ia tampak santai, sampai kemudian mengarah keluar ke Gerbang Tol Baros.

"Ya terkait info tersebut benar, ada pengendara roda dua yang diketahui merupakan WNA memasuki jalan tol dari arah Pasteur menuju ke GT Baros," kata Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Panji Satriya, saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Panji mengatakan pengendara roda dua tersebut terpantau masuk ke jalan tol melalui Gerbang Tol Pasteur karena mengikuti jalan yang diarahkan Google Maps dalam kondisi arahan untuk kendaraan roda empat.

"Jadi seharusnya dia mengganti dulu arahan di google maps itu ke roda dua, namun yang diikuti arahan untuk kendaraan roda empat sehingga diarahkan masuk ke tol," kata Panji.

Ketika melintasi Gerbang Tol Pasteur, pengendara tersebut sempat diteriaki oleh petugas agar menepi. Namun pengendara tetap melaju dan masuk ke jalan tol.

"Petugas kemudian berkoordinasi dengan PJR dan pengendara roda dua berhasil diamankan keluar melalui GT baros 2. Proses lebih lanjut diserahkan kepada pihak kepolisian," ucap Panji.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video 3 Remaja di Tambora Dikejar Kelompok Bersajam Sampai Nabrak Tiang"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads