Arus lalu lintas di Kota Bandung terpantau padat merayap pada momen libur panjang Imlek kali ini. Kendaraan yang memadati jalanan di Kota Kembang didominasi oleh pelat nomor luar daerah, terutama dari arah Jakarta.
Pantauan detikJabar pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, kepadatan mulai mengular di ruas Flyover Pasupati arah Pasteur. Penumpukan kendaraan terjadi akibat pertemuan arus dari Jalan Surapati dan kendaraan yang merangsek naik dari bawah flyover.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini diperparah dengan adanya titik bottleneck atau penyempitan jalur di kawasan Pasteur. Tak hanya itu, hambatan lalu lintas juga dipicu oleh banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan serta angkutan umum yang menaikkan penumpang di sembarang tempat.
Pemandangan serupa terlihat di jalur sebaliknya. Kepadatan mengekor di jalur menuju Setiabudi dan Tamansari. Para pengendara terpaksa harus bersabar mengantre lantaran adanya penyempitan jalur di titik tersebut.
Kemacetan tidak hanya terpusat di satu titik. Arus kendaraan dari Exit Tol Pasteur dan jalur Gunung Batu juga terpantau padat. Begitu pula di Jalan Surya Sumantri, baik yang mengarah ke Pasteur maupun ke arah Setiabudi, volume kendaraan tampak meluap.
Masuk ke jantung kota, sejumlah ruas jalan protokol tak luput dari serbuan kendaraan. Mulai dari Jalan Tamansari, Jalan LLRE Martadinata (Riau), Jalan Ir H Djuanda (Dago), hingga Jalan Merdeka terpantau mengalami kepadatan yang signifikan.
Bahkan, jalur yang mengarah ke wilayah Bandung Timur seperti Jalan Gatot Subroto dan Jalan Ibrahim Adjie juga ikut terdampak kepadatan arus lalu lintas pada siang ini.
Volume Kendaraan di Jalan Tol Melonjak
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati, mengungkapkan bahwa volume lalu lintas di jalan tol wilayah Jawa Barat mencapai 147.338 kendaraan. Angka ini naik sebesar 9,54% dibandingkan volume transaksi normal yang biasanya berada di angka 134.508 kendaraan. Data tersebut mencakup transaksi di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya melalui ruas Tol Padaleunyi.
"GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi, Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat pula sebanyak 32.865 kendaraan menuju Bandung meninggalkan wilayah Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut meningkat sebesar 15,00% dari lalin normal yaitu sebanyak 28.579 kendaraan," kata Widiyatmiko dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya yang menuju Rancaekek, Garut, dan sekitarnya melalui GT Cileunyi tercatat sebanyak 40.935 kendaraan. Angka ini naik 8,17% dibanding lalu lintas normal sebanyak 37.844 kendaraan.
"GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi, volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (masuk) meninggalkan Kota Bandung tercatat 32.764 atau naik sebesar 4,81% dari lalin normal sebanyak 31.261 dan volume lalu lintas transaksi yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 40.774 kendaraan atau naik sebesar 10,73% dibanding lalu lintas normal sebanyak 36.824 kendaraan," jelasnya.
Jasa Marga pun mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan matang sebelum bepergian. Pastikan kondisi kendaraan laik jalan, fisik pengemudi prima, serta kecukupan BBM dan saldo e-toll demi kenyamanan di perjalanan.
"Jasa Marga juga mengimbau kepada pengguna jalan hanya menggunakan 1 e-toll yang sama untuk pembayaran di jalan tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi serta Jalan Tol JORR II, 1 e-toll untuk bertransaksi ketika tapping di gerbang tol masuk dan menggunakan e-toll yang sama juga untuk tapping di gerbang tol keluar," pungkasnya.
(wip/orb)










































