RSUD Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi, angkat bicara soal isu penyanderaan dua pelajar korban pembacokan karena tak mampu membayar biaya perawatan. Pihak rumah sakit menepis keras tudingan tersebut.
Humas RSUD Sekarwangi Muhamad Rizal Perdana menegaskan pihaknya tidak pernah menahan atau menyandera pasien. Tertahannya kedua korban murni karena belum ada kejelasan siapa pihak yang akan melunasi biaya rumah sakit.
"Di sini kita tidak menyandera pasien. Adapun kita membantu pelayanan medis untuk korban. Yang kenapa pasien tidak bisa pulang, ini karena tidak jelas secara pembiayaan siapa yang menanggung. Makanya pasien masih belum pulang," kata Rizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Rizal menjelaskan, pihak rumah sakit saat ini masih menunggu realisasi janji dari keluarga pelaku pembacokan. Sebab, dari awal keluarga pelaku disebut bersedia menanggung biaya pengobatan korban.
Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
(sya/mso)