Benarkah Golongan Darah O Lebih Awet Umur? Ini Penjelasannya

Kabar Internasional

Benarkah Golongan Darah O Lebih Awet Umur? Ini Penjelasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikJabar
Rabu, 17 Jun 2026 06:00 WIB
Humans hand picking up wooden blocks with blood type alphabet
Ilustrasi golongan darah (Foto: Getty Images/takasuu)
Jakarta -

Umur panjang seseorang selama ini kerap dikaitkan dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta gaya hidup yang baik. Namun, sejumlah penelitian juga menyoroti kemungkinan adanya peran faktor genetik, termasuk golongan darah, terhadap risiko penyakit dan harapan hidup.

Beberapa studi medis menemukan adanya hubungan antara golongan darah tertentu dengan kerentanan terhadap penyakit kronis maupun kemampuan tubuh menghadapi infeksi. Temuan tersebut kemudian memunculkan perdebatan mengenai apakah golongan darah dapat memengaruhi peluang seseorang untuk hidup lebih lama.

Mengacu pada buku The Answer is in Your Blood Type karya Dr. Steven M. Weissberg dan Joseph Christiano, sebagaimana dilansir dari detikHealth, terdapat perbedaan rata-rata angka harapan hidup berdasarkan golongan darah. Dalam buku tersebut, pemilik golongan darah O disebut memiliki rata-rata usia hidup tertinggi, yakni sekitar 87 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, golongan darah B disebut memiliki rata-rata usia hidup sekitar 77 tahun, disusul golongan darah AB dengan 70 tahun. Adapun golongan darah A dilaporkan memiliki rata-rata usia hidup sekitar 62 tahun.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa harapan hidup seseorang tetap dipengaruhi banyak faktor lain, seperti gaya hidup, kondisi lingkungan, akses layanan kesehatan, hingga riwayat penyakit.

Faktor yang Diduga Membuat Golongan Darah O Lebih Tahan terhadap Penyakit

Dikutip dari The Standard HK, terdapat sejumlah teori yang menjelaskan mengapa golongan darah O dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan golongan darah lainnya.

1. Memiliki Antibodi Alami yang Berbeda

Golongan darah ditentukan oleh keberadaan antigen A dan B pada permukaan sel darah merah. Individu dengan golongan darah A memiliki antigen A, golongan darah B memiliki antigen B, sedangkan golongan darah AB memiliki keduanya.

Berbeda dengan ketiga golongan darah tersebut, golongan darah O tidak memiliki antigen A maupun B pada permukaan sel darah merah. Sebagai gantinya, plasma darah mereka mengandung antibodi anti-A dan anti-B.

Sejumlah peneliti menduga karakteristik ini dapat memengaruhi cara sistem imun merespons infeksi tertentu. Namun, mekanisme pastinya masih terus diteliti dan belum dapat dijadikan kesimpulan mutlak bahwa golongan darah O lebih kebal terhadap semua penyakit.

2. Risiko Pembekuan Darah yang Relatif Lebih Rendah

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemilik golongan darah O cenderung memiliki kadar faktor pembekuan darah tertentu yang lebih rendah dibandingkan golongan darah non-O.

Kondisi tersebut diyakini dapat menurunkan risiko terjadinya pembentukan gumpalan darah yang berlebihan, yang sering dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Karena itu, sejumlah ahli menilai golongan darah O mungkin memiliki keuntungan biologis tertentu dalam menjaga kesehatan sistem peredaran darah.

Didukung Sejumlah Studi Internasional

Sejumlah penelitian berskala besar turut meneliti hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit.

Salah satunya adalah studi yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine (NEJM) pada Juni 2020. Penelitian yang melibatkan populasi di Italia dan Spanyol tersebut menemukan bahwa individu dengan golongan darah O menunjukkan tingkat perlindungan yang relatif lebih baik terhadap kondisi tertentu dibandingkan golongan darah lain.

Temuan serupa juga muncul dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Blood Advances di Denmark. Studi tersebut menganalisis data sekitar 473 ribu orang dan menemukan adanya perbedaan tingkat risiko kesehatan antara golongan darah O dan golongan darah lainnya.

Selain itu, data pasien rawat inap di Kanada menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah O yang mengalami infeksi berat cenderung lebih jarang memerlukan bantuan ventilator dibandingkan pasien dengan golongan darah A atau AB.

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa pasien golongan darah O memiliki rata-rata masa perawatan yang lebih singkat sebelum diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Meskipun berbagai studi menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit tertentu, para ahli menekankan bahwa golongan darah bukan satu-satunya faktor penentu umur panjang. Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, menghindari rokok, serta pemeriksaan kesehatan rutin tetap menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap kualitas dan harapan hidup seseorang.

Artikel ini sudah tayang di detikHealth




(sao/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads