Solusi Jangka Pendek KBB Hadapi Kritisnya TPA Sarimukti

Solusi Jangka Pendek KBB Hadapi Kritisnya TPA Sarimukti

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 09 Jun 2026 05:08 WIB
Aktivitas di TPA Sarimukti
Aktivitas di TPA Sarimukti (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) turut dipusingkan dengan nasib TPA Sarimukti yang usia pakainya diprediksi hanya bertahan sampai Oktober 2026 mendatang. Tak pelak, solusi harus segera ditemukan guna menghadapi krisis di depan mata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Ibrahim Adjie, mengatakan dalam sehari ada sekitar 700 ton sampah yang dihasilkan rumah tangga. Namun, hanya 200 ton sampah yang mampu dibuang ke TPA Sarimukti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan perhitungan, ada 700 ton sampah yang diproduksi setiap hari di Bandung Barat tapi hanya 200 ton saja yang dibuang ke TPA Sarimukti karena tidak semua kecamatan terlayani pengangkutan sampah," kata Ibrahim Adjie saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Saat ini pihaknya hanya melayani pengangkutan sampah dari 10 kecamatan, sementara enam kecamatan lainnya mengelola sampah secara mandiri. Penyebab tidak terlayaninya pengangkutan sampah di semua kecamatan juga dipicu faktor keterbatasan armada.

ADVERTISEMENT

"Sejauh ini baru 10 kecamatan itupun belum semua desa terlayani, ya memang karena keterbatasan armada. Sisanya ada yang diolah melalui bank sampah, maggot, lalu food waste biasanya dipakai pakan. Kalau di perkotaan baru food waste-nya banyak," kata Ibrahim.

Menghadapi ancaman timbulan sampah di depan mata, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasilnya, akan ada bantuan alat pengelolaan sampah sebagai solusi jangka pendek.

"Informasinya kan mau ada bantuan mesin pengolah sampah, tapi jenisnya kami belum tahu apa dan bagaimana penggunaannya. Untuk di KBB sementara untuk disalurkan ke 50 titik," kata Ibrahim.

Bantuan mesin dari Pemprov Jabar itu kabarnya bisa mengolah 5-10 ton sampah per titik. Jika benar ada 50 alat yang akan diterima, maka jumlah sampah yang bisa dikelola setiap harinya diperkirakan mencapai 250-500 ton.

"Jadi kalau menggunakan alat itu KBB relatif aman. Kita sehari yang masuk TPA Sarimukti itu 200 ton, sementara kapasitas mesin itu katanya 5 atau 10 ton, jadi bisa ngolah 250-500 ton sehari," ujar Ibrahim.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads