Orang Tua Deg-degan Usai Server SPMB Jabar Eror

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 08 Jun 2026 14:35 WIB
Suasana SPMB di SMAN 1 Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Suasana SMAN 1 atau Smansa Bandung sejak pagi didatangi sejumlah orang tua. Mereka sedang dilanda kegelisahan, setelah situs Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat eror di hari terakhir fase Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) tingkat SMA/SMK.

Pihak Smansa Bandung kemudian menyiapkan sebuah aula untuk proses verifikasi pendaftaran SPMB. Ada orang tua yang lega setelah akun anaknya terverifikasi mendaftar di SMAN 1, namun tak sedikit yang masih cemas menunggu kejelasan.

Hesti (46) salah satunya. Ia mengaku sudah datang ke Smansa Bandung sejak Jumat pekan lalu untuk memverifikasi akun anaknya akibat masalah dokumen kependudukan. Namun yang terjadi kemudian, ia belum mendapat kejelasan lantaran proses tersebut masih terkendala situs pendaftaran.

"Dari hari Jumat saya datang ke sini, ternyata ada dokumen yang salah. Jadi otomatis saya harus ke Dinas Kependudukan. Habis dari Dinas Kependudukan, saya ke sini lagi untuk perbaikan berkas. Dan ternyata server-nya itu sekarang lagi error, jadi menghambat ke orang tua juga ya," kata Hesti saat berbincang dengan detikJabar, Senin (8/6/2026).

Orang tua yang telah selesai proses verifikasi, nantinya akan mendapat informasi lanjutan pada 12 Juni 2026. Namun bagi Hesti, hingga pukul 13.00 WIB, dia belum mendapat kejelasan dari tahapan yang begitu dia tunggu selama ini.

Sebab kata Hesti, ada sekitar ribuan orang tua yang hari ini berjibaku untuk tahapan verifikasi SPMB Jabar. Bahkan, ia mengkhawatirkan nasib anaknya yang mengikuti jalur domisi justru harus gugur di awal akibat kesalah tersebut.

"Apalagi kan sekarang hari terakhi, dan ini masih banyak yang belum direvisi. Nah itu sangat mengkhawatirkan. Kita kalau misalkan tidak terverifikasi, gagal," ucapnya.

Sebagai orang tua, Hesti tentu akan memperjuangkan nasib pendidikan anaknya. Ia pun berharap kendala seperti ini bisa segera dievaluasi, supaya memudahkan para orang tua untuk mendaftarkan sekolah anak-anaknya.

"Dan harusnya mereka juga memberikan kelonggaran atau misalkan ya jangan mempersepsikan seperti ini. Kan orang tua itu dari kalangan macam-macam, ada kalangan yang gaptek kayak saya. Jadi minimal dipermudah lah untuk pendaftaran gini," tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Staf Helpdesk dan PPID SPMB SMAN 1 Bandung Kusadi mengatakan, untuk mengantisipasi hal itu, pihak sekolah sudah menyiapkan fasilitasi aduan. Dari 1.106 pendaftar, proses verifikasi sudah dilakukan terhadap 643 pendaftar hingga tadi malam.

"Nah, untuk penanganan ini sebetulnya kan kita tutup hari ini ya untuk pendaftarannya. Tetapi verifikasi dan perbaikan-perbaikan data yang masih kurang itu tetap berjalan sampai dengan finalnya nanti sebelum pengumuman tanggal 12 Juni. Dan untuk orang tua siswa, saya kira bagi orang tua siswa yang sudah mendaftar dan tidak ada kesalahan data dalam penginputan, lalu lampirannya sudah lengkap, tenang-tenang saja karena semuanya insyaallah akan diverifikasi sesuai dengan batasan waktu yang sudah disiapkan," pungkasnya.



Simak Video "Belajar Kehidupan Lewat Pendidikan"

(ral/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork