Perasaan cemas dan penuh harap tengah dirasakan Santi (41), warga Manglayang, Cileunyi. Orang tua calon peserta didik itu mengaku resah setelah website Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Dinas Pendidikan Jawa Barat tidak dapat diakses, sehingga ia kesulitan memantau posisi anaknya dalam proses seleksi.
Anaknya, Grace Melanie Kristanto Putri (15), merupakan lulusan SMPN 3 Cileunyi yang mendaftar ke SMAN 1 Cileunyi melalui jalur prestasi rapor. Ketidakmampuan mengakses laman SPMB membuat Santi khawatir terhadap peluang putrinya untuk diterima di sekolah tujuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena diliputi rasa penasaran dan khawatir, Santi mendatangi langsung SMAN 1 Cileunyi di Jalan Pendidikan, Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, pada Senin (8/6/2026). Ia ingin mendapatkan kepastian terkait kondisi sistem yang mengalami gangguan.
"Saya tadi malam ngecek nama anak saya, dia ikut PCMB jalur prestasi, tadi malam nama masih ada, cuman tadi pagi dibuka gak bisa website," kata Santi kepada detikJabar.
Setelah berkonsultasi dengan panitia di sekolah, Santi mendapat penjelasan bahwa gangguan yang terjadi diduga berkaitan dengan sistem atau jaringan internet.
"Kata ibunya karena ada gangguan internet, atau kemungkinan apa gitu? Terus kata si ibunya kita menunggu saja kalau ada apa-apa bakal ada notif," ujarnya.
Di tengah proses seleksi yang sangat menentukan masa depan pendidikan anaknya, Santi mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa gugup.
"Sangat deg-degan. Karen ini sangat menentukan posisi anak saya. Sebagai orang tua takutnya anak saya tidak masuk kuota," ucapnya.
Hal serupa juga dirasakan Grace. Siswi lulusan SMPN 3 Cileunyi itu berharap besar dapat melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Cileunyi.
"Iya ingin masuk kesini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cileunyi Caswana memastikan pelaksanaan SPMB di sekolahnya secara umum berjalan lancar. Menurut dia, pihak sekolah tetap membuka layanan informasi bagi orang tua maupun calon peserta didik yang membutuhkan penjelasan terkait proses penerimaan.
"Sampai saat ini, umumnya lancar, karena ini berbasis online, cuman ada waktu yang kadang kita tidak bisa memprediksi kadang ngelag, saat ngelag tim verifikator tidak bisa kerja dulu, tapi tim ada juga yang kerja sampai subuh, sampai tengah malam, karena kejar-kejaran dengan deadline," kata Caswana kepada detikJabar.
"Umumnya lancar, cuman memang ada orang tua datang yang ingin ada kejelasan dengan status anaknya," tambahnya.
Caswana menjelaskan, kewenangan pihak sekolah dalam proses tersebut terbatas pada verifikasi kelengkapan berkas yang diunggah oleh calon peserta didik.
"Biasanya keluhannya orang tua belum paham bagaimana mekanisme SPMB sekarang, dengan ada PCMB itu model baru, ada tahap 1, tahap 2, kami sampaikan dan kami jawab," ujarnya.
Ia menerangkan bahwa PCMB merupakan proses pemetaan calon peserta didik yang mekanismenya mirip dengan SPMB, termasuk dalam hal pendaftaran dan pemilihan jurusan.
"Kemudian juga persyaratan yang diminta sama seperti SPMB. Dari pemetaan ini nanti kita juga belum bisa memprediksi seperti apa, karena ini baru, kemudian kedepannya apakah PCMB digunakan untuk SPMB, hanya sepintas bahwa pemetaan ini sebagai dasar," pungkasnya.
Di tengah berlangsungnya proses penerimaan peserta didik baru yang berbasis daring, gangguan akses website menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Meski demikian, pihak sekolah meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi terkait perkembangan sistem maupun tahapan seleksi yang sedang berlangsung.
