Jabar Hari Ini: Keluhan Tetangga Kontrakan Bos BGN di Sentul City

Jabar Hari Ini: Keluhan Tetangga Kontrakan Bos BGN di Sentul City

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 05 Jun 2026 22:00 WIB
Penampakan rumah mewah yang sempat disewa eks Bos BGN Dadan Hindayana
Penampakan rumah mewah yang sempat disewa eks Bos BGN Dadan Hindayana. (Foto: Andry Haryanto)
Jakarta -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Jumat (5/6/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Dua bocah tewas tenggelam di Sungai Ciseel Ciamis, hingga kabar bos BGN yang bikin ngeluh tetagga kontrakan.

Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,

Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Ciseel Ciamis

Dua bocah perempuan berinisial KY dan SO, masing-masing berusia sekitar 11 tahun, tewas tenggelam di Sungai Ciseel, Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 14.20 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua korban diduga tengah bermain dan mandi di aliran Sungai Ciseel sebelum akhirnya diduga terbawa arus dan tenggelam.

ADVERTISEMENT

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan dari Camat Purwadadi, kedua bocah diketahui berada di sekitar area sungai sebelum kejadian.

Berdasarkan laporan dari camat, saat berada di sungai kedua korban diduga terbawa arus dan tenggelam sehingga tidak dapat menyelamatkan diri," ujar Ani kepada detikJabar.

Ani menjelaskan, warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan upaya pertolongan. Selain itu, warga juga segera melaporkan insiden tersebut kepada aparat desa dan instansi terkait.

"Setelah menerima laporan, dilakukan koordinasi dan penanganan oleh unsur terkait untuk melaksanakan pencarian serta evakuasi korban," katanya.

Kedua korban akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dibawa ke Puskesmas Purwadadi. Namun, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.

"Dua-duanya meninggal dunia," jelas Ani.

Diketahui, kedua korban merupakan teman sepermainan dan tinggal bertetangga. Setelah proses penanganan selesai, jenazah korban dibawa pihak keluarga masing-masing ke rumah duka untuk dimakamkan.

3 Bulan Ngontrak di Sentul City, Bekas Bos BGN Bikin Tetangga Kerap Mengeluh

Rumah mewah dua lantai tanpa pagar di Jalan Alpen Rossa No 19, Cluster Hilltop, Sentul City, Kabupaten Bogor, itu semula tak banyak menarik perhatian warga. Namun dalam tiga bulan terakhir, rumah tersebut mendadak ramai didatangi tamu hampir setiap hari kerja.

Intensitas kendaraan yang keluar-masuk kawasan tersebut mulai mengusik kenyamanan warga sekitar. Keluhan pun beberapa kali disampaikan kepada petugas keamanan lingkungan.

"Mobil yang datang banyak, sampai beberapa kali warga komplain," kata seorang petugas keamanan yang bertugas di kawasan tersebut, Jumat (5/6/2026).

Belakangan terungkap, rumah itu disewa oleh mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Informasi tersebut mencuat setelah penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di lokasi pada Rabu (3/6/2026) dini hari.

Petugas keamanan mengaku turut mendampingi proses penggeledahan yang dilakukan sejumlah penyidik. Saat itu, rombongan datang menggunakan dua kendaraan dan didampingi dua anggota TNI bersenjata.

Ia menyebut para penyidik menyisir sejumlah ruangan dan menyita dokumen dari dalam rumah.

"Cuma geledah-geledah saja, bawa kertas, buku di ruangan-ruangan," ujarnya.

Penggeledahan itu sekaligus menyingkap identitas penghuni rumah. Sebab, selama beberapa bulan sebelumnya, petugas keamanan maupun warga sekitar tidak mengetahui secara pasti siapa penyewa rumah tersebut.

Aktivitas di rumah itu mulai mencolok tak lama setelah Lebaran 2026. Sejak saat itu, tamu silih berganti datang sehingga suasana di lokasi berbeda dibanding hunian lain di sekitarnya.

"Sebelumnya enggak tahu siapa yang ngontrak," tutur petugas keamanan itu.

Ia memperkirakan rumah tersebut mulai ditempati sekitar Maret 2026. Sejak periode itu, arus kendaraan yang menuju lokasi meningkat, terutama pada hari kerja, hingga memicu keluhan warga.

Pengendara Vespa Tewas Setelah Bertabrakan dengan Mobil di Jalan Dago

Suasana dini hari di kawasan Dago, Kota Bandung, berubah menjadi duka setelah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang pemuda asal Bekasi. Korban berinisial ANIA (20) dilaporkan meninggal dunia usai terlibat tabrakan dengan sebuah mobil di persimpangan Jalan Ir H Djuanda dan Jalan Hasanudin, Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Jumat (5/6/2027) sekitar pukul 01.50 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ANIA saat itu mengendarai sepeda motor jenis Vespa Sprint. Di waktu yang sama, sebuah minibus Hyundai yang dikemudikan F, warga Pasteur, Kota Bandung, melintas dari arah berlawanan.

Benturan keras tak terhindarkan ketika kedua kendaraan bertemu di area persimpangan. Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka serius dan langsung mendapatkan penanganan.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban melaju di Jalan Ir H Djuanda dari arah utara menuju selatan.

"Kronologi kejadian, pengendara Vespa melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Ir H Djuanda. Setibanya di TKP di persimpangan Jalan Ir H Djuanda - Jalan Hasanudin bertabrakan dengan mobil yang melaju dari arah selatan ke utara," kata Fiekry dalam keterangannya.

Usai kecelakaan, korban sempat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong.

"Meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Hasan Sadikin Bandung," ujarnya.

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Fiekry menyebut, hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan kondisi jalan dalam keadaan baik. Ruas jalan beraspal itu juga dilengkapi marka jalan dan merupakan jalur dua arah.

"Cuaca pagi hari cerah dan arus lalin lancar. Penyebab masih dalam proses penuelidikan Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung," pungkasnya.

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta sejumlah barang bukti untuk memastikan faktor yang menyebabkan tabrakan maut tersebut terjadi.

Viral Anak di Bawah Umur Dianiaya Hingga Tak Berdaya di Bandung

Suasana dini hari di kawasan Gang Latif II (Nyublek), Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, mendadak mencekam. Saat sebagian besar warga masih terlelap, tiga pria yang tengah asyik nongkrong di sebuah warung dibuat terkejut oleh aksi brutal sekelompok orang yang menganiaya seorang pria berhelm putih, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan videonya kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat tiga pria yang semula berada di luar warung tiba-tiba masuk ke dalam sambil menunjukkan raut wajah ketakutan. Mereka menyaksikan secara langsung seorang pria menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang yang datang menggunakan sepeda motor.

Korban tidak hanya dipukul menggunakan tangan kosong. Para pelaku juga tampak menggunakan benda tumpul untuk menghajar korban hingga tak berdaya. Situasi yang berlangsung begitu cepat dan brutal membuat ketiga pria di warung itu hanya bisa menyaksikan dari kejauhan.

Meski wajah mereka menunjukkan rasa iba terhadap korban, keberingasan para pelaku membuat mereka tak berani turun tangan. Dalam video tersebut, korban bahkan terlihat sudah memohon ampun. Namun permintaan itu tidak menghentikan aksi para pelaku yang terus melayangkan pukulan tanpa belas kasihan.

Setelah merasa puas melampiaskan aksinya, para pelaku langsung meninggalkan lokasi. Korban yang terkapar kemudian mendapat pertolongan dari tiga pria yang sebelumnya menyaksikan kejadian tersebut dari dalam warung.

Kasus penganiayaan itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton. Polisi memastikan peristiwa tersebut kini tengah ditangani dan penyelidikan sudah dilakukan.

"Yang Pasir Impun memang betul ada kejadian tersebut," kata Anton, Jumat (5/6/2026).

Anton mengungkapkan, korban telah melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Karena korban masih berstatus anak di bawah umur, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.

"Korban sudah membuat laporan di kami, di Polrestabes Bandung Bandung dan kami sudah melakukan penyelidikan. Karena ini terindikasi pelaku dan korban juga masih di bawah anak-anak," ungkapnya.

Menurut Anton, penyidik saat ini masih mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap peristiwa tersebut. Ia menegaskan penanganan kasus yang melibatkan anak tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena terdapat prosedur dan mekanisme khusus yang harus dijalankan.

"Jadi ada mekanisme yang memang harus kami lakukan. Jadi kita tidak bisa langsung, ya, penanganan sedikit berbeda," jelasnya.

Selain melakukan penyelidikan, polisi juga memastikan korban telah mendapatkan pendampingan selama proses hukum berlangsung.

"Karena kami harus benar-benar memastikan alat bukti yang kami dapatkan maupun pendampingan. Ya, baik kepada korban maupun kepada nantinya yang diduga para pelaku," pungkasnya.

Pabrik BYD Kebakaran di Subang

Pabrik BYD di Subang kebakaran. Berikut ini penjelasan BYD terkait kebakaran tersebut. Beredar di media sosial informasi yang menyebutkan pabrik BYD di Subang kebakaran.

Dari informasi yang tersebar, kebakaran itu disebut dipicu oleh puntung rokok. BYD mengamini insiden kebakaran terjadi di pabrik Subang, tepatnya di salah satu bangunan yang masih dalam tahap konstruksi.

"Insiden tersebut berupa kebakaran kecil yang terjadi pada bagian atap bangunan dan menyebabkan munculnya asap," ujar Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan saat dihubungi detikOto, Jumat (5/6/2026).

Pihak BYD saat ini masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Beruntung kecelakaan ini tak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Situasi telah berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Penyebab insiden masih dalam proses investigasi. Sementara itu, kami telah menginstruksikan kontraktor untuk semakin memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek," sambung Luther.

Untuk diketahui, pembangunan pabrik BYD di Subang sudah masuk tahap finalisasi. Namun belum diketahui dengan pasti kapan tepatnya pabrik mulai beroperasi penuh. Luther sebelumnya mengungkap masih ada sejumlah proses finalisasi yang harus dipastikan berjalan sesuai standar BYD global.

Selain soal kepatuhan regulasi, BYD juga masih melakukan finalisasi terkait kesiapan produksi. Luther menegaskan, perusahaan tidak ingin terburu-buru karena harus memastikan kualitas kendaraan yang diproduksi nantinya sesuai standar global BYD.

Di sisi lain, BYD mengaku ingin pabrik tersebut segera beroperasi. Sebab, investasi yang digelontorkan untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia nilainya cukup besar. Kehadiran pabrik lokal juga dinilai penting untuk memenuhi permintaan kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat.

Pabrik BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, sebelumnya diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun. Fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dari komitmen BYD untuk memproduksi mobil listrik secara lokal di Indonesia.

(sya/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads