Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Kamis (4/6/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Kabar soal jual beli titik MBG yang rugikan miliaran rupiah di Cianjur, pria Tasikmalaya ditemukan tak bernyawa di dalam sumur hingga kecelakaan maut di Cicalengka.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,
Jual Beli Titik MBG Rugikan hingga Miliaran
Praktik jual beli titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata marak terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bahkan, salah seorang korban mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iza (bukan nama sebenarnya), salah seorang mitra Dapur MBG, mengatakan dalam enam bulan terakhir, beberapa orang mendatanginya untuk menawarkan titik baru dapur MBG atau SPPG di Cianjur.
Namun, untuk mendapatkan titik baru tersebut, ia diminta menyetorkan dana sebesar Rp 150 juta.
"Benar ada beberapa orang yang datang, menawarkan kepada saya titik baru. Tapi harus bayar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per titik, tergantung lokasi," kata dia, Kamis (5/6/2026).
Menurut dia, para oknum jual beli titik Dapur MBG tersebut bahkan mencatut nama petinggi BGN untuk meyakinkan dirinya agar mau membayar.
"Saya telusuri dia bukan orang BGN, tapi dia mengaku punya akses ke BGN dan mencatut beberapa nama. Sehingga kalau memang tidak hati-hati pasti sudah tergiur," kata dia.
Senada dengan itu, IS, mitra Dapur MBG, mengatakan dirinya juga kerap didatangi pihak yang mengaku bisa memuluskan langkah untuk mendapat titik dapur baru.
"Mintanya mulai dari Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Itu hanya bayar untuk titik, belum lagi untuk pembangunan dapur dan biaya operasional," kata dia.
Ia mengaku memilih untuk menempuh jalur resmi dalam mengajukan pembangunan dapur MBG.
"Mending pakai jalur resmi dan persyaratan dilengkapi, daripada beli titik begitu," kata dia.
Menurut dia, banyaknya praktik jual beli titik Dapur MBG membuat jumlah dapur di Cianjur tiba-tiba melonjak, namun perizinan belum ditempuh secara lengkap.
"Banyak juga yang lokasinya berdekatan, sehingga saling ambil penerima manfaat. Makanya saya juga mendukung pengungkapan praktik jual beli titik dapur ini," kata dia.
Sementara itu, Elis (bukan nama sebenarnya) mengatakan dirinya menjadi korban dari praktik penipuan berkedok jual beli titik dapur MBG di Cianjur.
Tak hanya menyetorkan uang untuk mendapatkan titik dapur, ia juga diminta membangun dapur dengan iming-iming biaya akan diganti setelah pembangunan selesai.
"Kalau saya dijanjikan untuk mendapatkan titik, tapi juga diminta untuk membangun dapurnya. Katanya nanti setelah selesai akan diganti. Jadi uang pembagunan kembali, kemudian saya bisa turut menjadi pengelola dapurnya," kata dia.
Sayangnya, titik tersebut ternyata palsu dan biaya pembangunan dapur pun tidak kunjung diganti.
"Orang yang menjanjikannya langsung menghilang. Saya sudah keluar uang lebih dari Rp 1 miliar. Itu untuk bayar dua titik dapur dan biaya pembangunan dapur yang saat ini sudah selesai 40 persen. Jadi pembangunan mangkrak, soalnya uangnya kan habis tidak diganti," kata dia.
Menurutnya, korban dari penipuan jual beli dan pembangunan dapur MBG tersebut sudah banyak. "Bukan hanya saya, tapi banyak korbannya. Yang kenalan saya saja ada belasan yang jadi korban," pungkasnya.
Pria Tasik Ditemukan Meninggal Dalam Sumur
Warga Gang H. Kosasih, Jalan Siliwangi, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di dalam sumur warga pada Kamis (4/6/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Ana Supriatna (42), seorang warga setempat. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ecin (70) sekitar pukul 08.45 WIB.
Ecin yang biasa menimba air di sumur umum tersebut setiap pagi, menaruh curiga saat menimba air. Ia melihat ada benda menyerupai rambut mengambang di dalam sumur.
Saat dicek kembali menggunakan ember timba, terlihat jelas kepala seorang laki-laki di permukaan air dengan kondisi badan sudah tenggelam.
Karuan hal itu membuat Ecin kaget bukan kepalang. Dia kemudian memberitahukan hal tersebut kepada warga sekitar.
Kabar itu pun akhirnya sampai ke polisi, yang langsung direspons dengan mendatangi lokasi kejadian. Untuk mengevakuasi jenazah korban, polisi melibatkan tim BPBD Kota Tasikmalaya.
Dengan metoda evakuasi vertical rescue, jenazah pria itu berhasil diangkat dari dasar sumur. Setelah didaratkan, dapat dipastikan jika pria malang itu adalah Ana.
Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ade (64), warga yang rumahnya berada di dekat sumur, mengaku sempat mendengar suara benturan keras pada penutup sumur pada dini hari sebelum jasad korban ditemukan.
"Saksi Ade menerangkan bahwa pada malam hari sekitar jam 00.30 WIB, ia sempat mendengar suara keras dari arah penutup sumur tersebut," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto.
Andi menjelaskan berdasarkan hasil olah TKP, jenazah korban berada di dalam sumur sedalam kurang lebih 6 meter dengan mengenakan baju berwarna hitam.
Diketahui, sumur umum tersebut sehari-harinya memang aktif digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
"Dari pihak keluarga korban, diperoleh keterangan bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang sudah diidapnya selama kurang lebih 25 tahun. Selama ini, korban juga diketahui rutin menjalani pengobatan medis setiap satu bulan sekali," kata Andi.
Kecelakaan Maut di Cicalengka
Dua truk mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Kampung Cipeutag, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (4/6/2026). Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polresta Bandung Kompol Ega Prayudi mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 02.50 WIB. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi kedua kendaraan hingga pukul 09.30 WIB.
"Iya telah terjadi laka lantas di Jalan Bypass Cicalengka dini hari pukul 02.50 WIB," ujar Ega saat ditemui di Mapolresta Bandung, Soreang, Kamis (4/6/2026).
Kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah truk Hino losbak bernomor polisi A-9588-TZ bermuatan kayu, serta light truck Mitsubishi bernomor polisi D-8487-DI bermuatan pasir.
"Truk Hino muatan kayu dikemudikan pria inisial WAS (29) dan kernet inisial DAL (28). Truk Mitsubishi muatan pasir dikemudikan inisial WS (39) dan kernet inisial AS (39)," katanya.
Peristiwa bermula saat truk Hino bermuatan kayu yang dikemudikan WAS bersama kernetnya, DAL, melaju dari Garut menuju Bandung. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), pengemudi truk Hino diduga hilang kendali.
"Sehingga nabrak bagian belakang kendaraan Truk Mitsubitshi (muatan pasir) yang ada di depannya berjalan searah, dengan nopol D-8487-DI yang dikemudikan oleh saudara WS dan kernetnya AS," jelasnya.
Ega menjelaskan, truk Mitsubishi bermuatan pasir yang berada di depan tersebut langsung menabrak dinding di pinggir jalan. Akibat benturan keras, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Kernet Truk Hino (muatan kayu) inisial DAL meninggal dunia dan Pengemudi Truk Mitsubitshi (muatan pasir) inisial WS meninggal dunia," ucapnya.
"Korban selamat yakni sopir Truk Hino muatan kayu inisial WAS dan kernet Truk Mitsubitshi inisial AS. Keduanya mengalami luka ringan," tambahnya.
Ega menambahkan, pihaknya saat ini masih memeriksa sopir truk Hino, WAS. Hal tersebut dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
"Kalau dugaan sementara kami masih memeriksa supir Truk Hino (muatan kayu) saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Namun informasi yang berkembang mengantuk, tapi belum kita pastikan lagi nanti hasil dari pemeriksaan supir," pungkasnya.
DLH Bongkar Awal Mula Darurat Sampah
Kota Bandung gagal mengusulkan status darurat sampah. Padahal, jika status itu ditetapkan, Pemkot bisa melakukan segala cara dalam menangani permasalahan yang selama ini selalu bergantung pada TPA Sarimukti.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto, menceritakan kronologi alasan Pemkot Bandung mengusulkan status darurat sampah.
Ternyata, usulan tersebut tidak terlepas dari pertemuan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman dengan para Sekda se-Bandung Raya.
"Jadi setelah lebaran kemarin, Pak Sekda Provinsi itu mengundang seluruh Sekda se-Bandung Raya di Gedung Sate. Beliau menjelaskan bahwa dengan perkembangan empat kabupaten/kota, ternyata sampah yang timbul itu cukup signifikan. Ya, mungkin dipicu sama banyak aktivitas yang digelar, kemudian perkembangan kota, kemudian banyak hal lain lah," kata Darto saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut hadir Sekda Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Herman lalu membeberkan kondisi TPA Sarimukti yang diperkirakan tak bisa menampung kiriman sampah hingga beberapa bulan ke depan.
Sebab, perkiraan awal TPA Sarimukti diyakini akan bertahan hingga Juli 2027. Namun seiring tingginya timbulan sampah di Bandung Raya, umur TPA Sarimukti diprediksi hanya bisa bertahan hingga 22 Oktober 2026.
"Artinya, tinggal sekian bulan lagi berarti sudah tamat kisah Sarimukti. Karena itu, seluruh kota/kabupaten di Bandung Raya itu diharapkan melakukan langkah-langkah kedaruratan," ungkap Darto.
Darto mengungkapkan, pada hari itu Herman Suryatman meminta seluruh Sekda se-Bandung Raya untuk membuat surat permohonan mengenai status kedaruratan sampah. Namun kemudian, usulan tersebut justru mendapat penolakan.
"Nah, salah satu langkah kedaruratan itu adalah seluruh Sekda se-Bandung Raya diminta membuat surat permohonan darurat. Kemudian pada hari itu, ditunggu. Dan ya kita kirim surat itu," katanya.
"(Sekarang ditolak?) Ya, saya tidak bisa memberikan penjelasan kalau terkait itu," pungkasnya.
Rencana Erwin Temui Farhan
Wakil Wali Kota Bandung Erwin langsung bekerja kembali setelah penyidikan kasus korupsi yang membelitnya dihentikan. Erwin datang ke Balai Kota Bandung setelah kini tak lagi menyandang status tersangka.
Erwin pun berencana untuk menemui secara langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia mau berdiskusi kembali dengan koleganya itu untuk menginventarisir sejumlah permasalahan yang harus segera diselesaikan di Kota Bandung.
"Mungkin Insyaallah saya akan menemui Pak Wali juga. Akan sowan, saya mau coba berdiskusi, kira-kira apa tugas saya yang untuk berbagi gitu kan, untuk menyelesaikan persoalan Kota Bandung," kata Erwin di Masjid Al Ukhuwah, Kamis (4/6/2026).
Erwin saat itu ditetapkan menjadi tersangka bersama anggota DPRD Kota Bandung sekaligus Ketua Partai NasDem Kota Bandung Rendiana Awangga pada Desember 2025. Keduanya dinyatakan terjerat kasus dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang di lingkungan Pemkot Bandung.
Meski saat itu belum dinonaktifkan, tugas Erwin sebagai Wakil Wali Kota memang berkurang. Tugas-tugas tersebut kemudian dialihkan ke kepala dinas supaya roda pemerintahan tetap berjalan.
Wartawan sempat bertanya ke Erwin setelah status tersangkanya digugurkan. Politikus PKB itu pun secara blak-blakan enggan memikirkan masalah pemulihan nama baik, karena menyerahkan segala urusan kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
"Saya tidak perlu (pemulihan) nama baik, karena bagi saya semua diatur sama Allah. Saya teringat kata firman Allah, bahwa siapapun yang mau dihinakan, itu kehendak Allah. Tapi Allah bisa memuliakan juga. Jadi, saya yakin semua atas izin Allah," ungkapnya.
"Jadi bagi saya, mungkin sekarang, sudah. Bapak Kajari sudah mengumumkan ya hasil dari SP3 ini dengan langkah-langkah ekspose sampai dua kali, berarti sudah sangat mendalam kajiannya dan hasilnya seperti ini. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih," pungkasnya.
(sya/sud)
