Kilas Balik El Nino 1997: Akankah Kengeriannya Terulang?

Tim detikInet - detikJabar
Jumat, 05 Jun 2026 05:00 WIB
Foto: Ilustrasi kekeringan sebagai dampak El Nino. (Freepik)
Bandung -

Masyarakat global saat ini tengah bersiap menghadapi potensi fenomena El Nino dengan intensitas kuat. Diharapkan fenomena tersebut tidak mencapai tingkat keparahan yang serupa dengan peristiwa yang terjadi pada periode Mei 1997 hingga Juni 1998, yang tercatat sebagai salah satu peristiwa El Nino paling destruktif dalam sejarah.

Indikasi anomali mulai terdeteksi sejak akhir tahun 1996. Melalui jaringan pelampung tertambat yang ditempatkan di Samudra Pasifik, para ahli meteorologi mulai mengidentifikasi adanya peningkatan suhu lautan. Hal ini merupakan indikasi awal kehadiran El Nino, namun data yang diperoleh pada saat itu menunjukkan parameter yang sangat tidak lazim.

Pada Februari 1997, massa air hangat terpantau membentang di wilayah ekuator Samudra Pasifik, mencakup area dari pesisir Peru hingga Papua Nugini dengan jarak melebihi 11.000 kilometer. Memasuki bulan Mei, massa air tersebut bergerak menuju Pasifik timur dan meningkatkan anomali suhu di bawah permukaan laut hingga lebih dari 6°C di atas batas normal.

Simak Video "Video: Antisipasi El Nino, Pramono Prioritaskan Ketahanan Pangan-Pencegahan ISPA"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork