Motor Listrik-Tablet Belum Dibagikan, SPPG Cianjur Pinjam ke Mitra

Motor Listrik-Tablet Belum Dibagikan, SPPG Cianjur Pinjam ke Mitra

Ikbal Slamet - detikJabar
Kamis, 04 Jun 2026 19:00 WIB
Ribuan kendaraan listrik yang diduga untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terparkir di salah satu pabrik kawasan Citereup, Kabupaten Bogor, Kamis (16/4/2026).
Pabrik Motor Listrik MBG yang Viral di Era Dadan Hindayana. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
Cianjur -

Polemik sepeda motor listrik dan tablet Badan Gizi Nasional (BGN) terus bergulir. Bahkan ternyata kedua fasilitas yang habiskan anggaran triliunan rupiah tersebut hingga saat ini belum didistribusikan.

Tidak sedikit kepala SPPG menggunakan kendaraan operasional ataupun tablet yang dipinjamkan mitra dapur. Bahkan jika sudah menerima, para kepala SPPG di wilayah pelosok kebingungan lantaran akan kesulitan jika kehabisan baterai di tengah jalan, terlebih wilayah selatan Cianjur kedap mati listrik.

H, salah seorang Kepala SPPG, mengatakan hingga saat ini baik sepeda motor listrik ataupun tablet belum didistribusikan ke setiap SPPG di Cianjur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada kan di Cianjur. Tapi saya sempat nanya ke SPPG lain di luar daerah juga belum dapat," kata dia, Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, untuk aktivitas sehari-hari, dirinya menggunakan kendaraan pribadi. "Ya pakai kendaraan pribadi untuk kegiatan. Untuk laporan juga pakai tablet atau laptop pribadi," kata dia.

Senada, Densu (bukan nama sebenarnya), koordinator kecamatan di wilayah Cianjur selatan, mengatakan jika hingga saat ini, SPPG wilayah selatan belum mendapatkan kendaraan operasional berupa sepeda motor listrik dan fasilitas tablet.

"Sama di Cianjur Selatan juga belum ada yang dapat (sepeda motor listrik dan tablet)," kata dia.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada penjelasan terkait tersendatnya distribusi fasilitas tersebut.

"Belum ada kabar dan penjelasan, kenapa belum didistribusikan. Kalau masyarakat tahunya kami sudah terima, padahal belum sama sekali. Sementara pakai milik pribadi saja untuk bekerja," kata dia.

Dia mengatakan untuk beberapa SPPG memberikan fasilitas kendaraan bagi kepala SPPG. "Untuk kepala SPPG yang berasal dari luar Jabar dan bekerja di sini biasanya dipinjamkan sepeda motor oleh mitra dapur. Kalau yang warga Jabar biasanya bawa kendaraan sendiri," kata dia.

Namun, dia juga mengaku bingung jika telah mendapatkan kendaraan operasional tersebut.

Pasalnya wilayah selatan memiliki geografis yang terjal dan sulit mendapatkan akses listrik. Jalan berlumpur yang jarang terdapat pemukiman membuat kendaraan listrik tidak akan berfungsi dengan optimal.

"Kalaupun hanya dipakai di sekitaran dapur, bingung karena di sini sering mati listrik. Jadi mengisi baterainya sulit. Yang lebih bingung lagi kalau dipakai untuk meninjau ke sekolah-sekolah di pelosok, dan habis baterai di tengah jalan. Sulit untuk mengisi dayanya," kata dia.

Di sisi lain, Iza, mitra SPPG mengatakan beberapa kepala SPPG yang berada di bawah naungan yayasannya diberi pinjaman kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.

"Karena dari BGN belum ada, ya kami beri pinjam sepeda motor untuk aktivitas. Tablet juga dari kami untuk pelaporan harian. Jadi memang sampai sekarang baik sepeda motor listrik ataupun tablet belum ada," kata dia.

Sekadar diketahui, Badan Gizi Nasional melakukan pengadaan 25.00 unit sepeda motor listrik dengan total anggaran mencapai Rp 1,2 triliun. Tidak hanya gitu, BGN juga mengadakan pembelian tablet senilai ratusan miliar rupiah dengan dalih untuk fasilitas bagi Kepala SPPG.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads