Apa Kabar MBG untuk Lansia dan Disabilitas?

Apa Kabar MBG untuk Lansia dan Disabilitas?

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 03 Jun 2026 18:49 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat Merah Putih (SRMP) 10 di Cibinong, Bogor
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat Merah Putih (SRMP) 10 di Cibinong, Bogor. (Foto: Andry Haryanto/detikJabar)
Bogor -

Wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas kembali mencuat setelah sempat menjadi pembahasan pada awal 2026. Pemerintah kini mengungkap usulan tersebut sudah berada di meja Presiden dan tengah disiapkan untuk masuk ke dalam regulasi resmi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial telah menyampaikan usulan agar manfaat MBG tidak hanya dinikmati siswa sekolah, tetapi juga menjangkau kelompok rentan yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah melapor kepada Bapak Presiden beberapa minggu yang lalu untuk mengajukan usulan terkait MBG bagi penyandang disabilitas yang belum diatur dalam Perpres," kata Gus Ipul saat ditemui di SMP 10 Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, usulan tersebut muncul karena kelompok penyandang disabilitas dan lansia masih memerlukan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari. Selama ini sasaran utama MBG lebih banyak difokuskan pada peserta didik dan kelompok tertentu sebagaimana diatur dalam kebijakan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Gus Ipul mengungkapkan Presiden telah memberikan respons positif terhadap usulan tersebut. Namun, pelaksanaannya masih memerlukan penyempurnaan regulasi dan koordinasi lintas kementerian.

"Presiden meminta kami berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara. Pada dasarnya usulan tersebut disetujui Presiden dan tindak lanjutnya akan dimasukkan dalam Perpres MBG untuk penyandang disabilitas," beber mantan Wagub Jatim 2009-2019 ini.

Meski demikian, skema pelaksanaan program tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah saat ini masih menyusun sejumlah aspek teknis, mulai dari alokasi anggaran hingga mekanisme penyaluran kepada penerima manfaat.

"Saat ini kami masih berkoordinasi lebih lanjut mengenai alokasi dan teknis pengiriman kepada penerima manfaat," kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan pembahasan juga mencakup pihak yang nantinya akan menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok penerima. Salah satu opsi yang sedang dibicarakan adalah keterlibatan pendamping atau caregiver yang direkrut Kementerian Sosial.

"Misalnya siapa yang menyediakan layanan, karena SPPG juga belum seluruhnya selesai. Ada kemungkinan caregiver yang direkrut Kementerian Sosial akan dilibatkan. Tetapi semua itu masih dalam proses," ujarnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads