Nama Sony Sonjaya menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam keputusan tersebut, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN termasuk salah satu pejabat yang diberhentikan dari posisinya.
Bagi masyarakat Jawa Barat, Sony Sonjaya bukan sosok asing. Perwira tinggi Polri yang telah memasuki masa purnatugas ini pernah menjabat sebagai Kapolres Bandung dan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jawa Barat. Karier panjangnya di lingkungan kepolisian menjadikannya salah satu figur yang cukup dikenal, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Lantas, seperti apa profil dan perjalanan karier Sony Sonjaya? Berikut ulasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lahir di Bandung dan Lulusan Akpol 1991
Sony Sonjaya lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 20 Oktober 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) atau Akabri tahun 1991.
Angkatan tersebut dikenal sebagai salah satu angkatan yang melahirkan sejumlah petinggi Polri, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Selama berkarier di Korps Bhayangkara, Sony dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang penegakan hukum, manajemen organisasi, hingga kepemimpinan strategis.
Kemampuannya dalam bidang reserse dan investigasi membuatnya dipercaya menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan kepolisian.
Pernah Menjabat Kapolres Bandung
Karier Sony Sonjaya mulai dikenal luas di Jawa Barat ketika dipercaya memimpin Polres Bandung pada 2011.
Sebelum menjadi Kapolres Bandung, ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka. Namun, posisinya sebagai Kapolres Bandung menjadi salah satu jabatan yang paling dekat dengan masyarakat Jawa Barat karena wilayah Kabupaten Bandung merupakan daerah strategis dengan jumlah penduduk yang besar.
Saat menjabat Kapolres Bandung, Sony bertanggung jawab mengelola keamanan dan ketertiban di wilayah yang mencakup sejumlah kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi di Bandung Raya.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat rekam jejak kepemimpinannya di lingkungan kepolisian.
Setelah menjabat Kapolres Bandung, Sony Sonjaya mendapatkan promosi sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jawa Barat pada 2012.
Jabatan ini menjadi salah satu posisi strategis di lingkungan Polda Jabar karena bertugas menangani berbagai tindak pidana khusus, mulai dari kasus korupsi, kejahatan ekonomi, hingga pelanggaran yang berkaitan dengan teknologi dan sumber daya alam.
Pengalaman sebagai Wadirreskrimsus semakin mengukuhkan reputasi Sony sebagai perwira yang memiliki latar belakang kuat di bidang reserse dan penegakan hukum.
Karier Sony Sonjaya terus berkembang hingga dipercaya mengemban sejumlah jabatan penting di luar Jawa Barat.
Pada 2020, ia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh. Setahun kemudian, ia kembali dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh.
Jabatan tersebut menunjukkan kepercayaan institusi Polri terhadap kemampuan Sony dalam menangani berbagai kasus strategis dan kompleks.
Sebelum memasuki masa pensiun, Sony sempat menduduki jabatan Kabag Renopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri pada 2022. Posisi tersebut merupakan bagian penting dalam perencanaan dan operasional di tingkat Mabes Polri.
Bergabung dengan Badan Gizi Nasional
Setelah purnatugas dari kepolisian, Sony Sonjaya melanjutkan pengabdiannya di lingkungan pemerintahan melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, ia terlebih dahulu dipercaya sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN. Dalam posisi tersebut, Sony berperan dalam mendukung distribusi program-program gizi nasional.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Verifikasi Badan Gizi Nasional yang bertugas memastikan kesiapan berbagai program dan operasional di lapangan.
Pada 17 September 2025, Sony resmi dilantik menjadi Wakil Kepala BGN. Bersama jajaran pimpinan lainnya, ia ikut mengawal berbagai program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Dicopot dari Jabatan Wakil Kepala BGN
Pada Selasa, 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional.
Selain Kepala BGN Dadan Hindayana, dua wakil kepala juga turut diberhentikan, yakni Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Posisi Kepala BGN kemudian dipercayakan kepada Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. Sementara dua posisi wakil kepala diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.
"Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Terlepas dari pergantian jabatan di Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya memiliki perjalanan karier yang panjang sebagai aparat penegak hukum dan pejabat negara.
Mulai dari Kapolres Majalengka, Kapolres Bandung, Wadirreskrimsus Polda Jawa Barat, Dirreskrimum Polda Aceh, Dirreskrimsus Polda Aceh, hingga pejabat di Bareskrim Polri, Sony telah mengemban berbagai tugas strategis selama lebih dari tiga dekade pengabdiannya.
Bagi masyarakat Jawa Barat, nama Sony Sonjaya akan selalu lekat dengan kiprahnya sebagai Kapolres Bandung dan Wadirreskrimsus Polda Jabar, dua posisi penting yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara.
