Sebuah potongan video amatir viral di aplikasi perpesanan. Video itu menunjukkan seorang lurah di Kota Bandung yang dinarasikan marah-marah saat berada di puskesmas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi di wilayah Babakan Ciparay, Kota Bandung pada awal Mei 2026. Lurah itu datang bersama beberapa orang lalu terlihat membuat keributan.
Belum diketahui secara pasti pemicu lurah tersebut marah saat datang ke puskesmas. Namun dalam potongan video yang beredar, dia nampak menunjuk muka beberapa orang di sana sembari ditenangkan sejumlah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini turut direspons Kepala BKPSDM Kota Bandung Evi Hendarin. Ia mengaku sudah mendapat potongan video lurah yang mencak-mencak dan berencana untuk memanggil yang bersangkutan.
"Kalau tentang video yang beredar itu, saya juga belum mendapatkan laporan secara pasti. Tapi saya baru mendapatkan videonya, dan kami tentunya akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan terkait dengan hal yang terjadi sebenarnya di lokasi seperti apa," katanya, Selasa (2/6/2026).
Evi menyatakan, klarifikasi tak hanya dilakukan kepada si lurah itu. Pihak puskesmas juga bakal dimintai keterangan untuk mendapat kronologi kejadian secara utuh.
"Kami lakukan dua arah kalau memang ada dua pihak yang dinarasikan terjadi di lokasi tersebut. Kita enggak bisa narik kesimpulan sebelum kemudian kita mendapatkan informasi secara utuh," ucapnya.
Namun demikian, terlepas apapun itu, tindakan si lurah tersebut sudah menyalahi etika. Seharusnya kata Evi, yang bersangkutan bisa lebih sabar dalam menghadapi masalah yang terjadi di kewilayahan.
"Memang diharapkan kepada seluruh ASN, apalagi pejabat yang sudah diberikan amanah oleh pimpinan, itu tentunya harus bisa menjaga etika, harus menjaga kredibilitas dari amanah yang dimiliki. Jangan sampai kemudian, karena hari ini kan memang kita tuh harus aware lah terhadap berbagai masalah yang ada," katanya.
"Kita tahu kalau di kewilayahan masalahnya banyak, tapi bukan berarti kemudian harus diejawantakan dengan pembawaan yang kemudian dinilai oleh masyarakat tidak baik. Itu yang akan kita coba klarifikasi," pungkasnya.
Simak Video "Video: Puskesmas Terdampak Bencana Sumatera Sudah Hampir Pulih Sepenuhnya"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
