Hadapi Musim Kemarau, BPBD Ciamis Petakan Wilayah Krisis Air

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 02 Jun 2026 20:30 WIB
Ilustrasi kekringan (Foto: Chamika Jayasri/Unsplash).
Ciamis -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang pada 2026. Kondisi cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El Nino diperkirakan mulai berdampak pada wilayah Ciamis sejak Juni ini.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Ciamis bahkan mulai jarang diguyur hujan. Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena dikhawatirkan memicu kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah daerah rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan, berdasarkan data Kajian Risiko Bencana (KRB) tahun 2023, terdapat sekitar 20 kecamatan di Ciamis yang masuk kategori rawan kekeringan saat musim kemarau tiba.

Namun dari jumlah tersebut, ada tiga kecamatan yang hampir setiap tahun mengalami kesulitan air bersih, yakni Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, dan Pamarican.

"Wilayah yang paling rutin membutuhkan suplai air bersih itu Banjarsari, Banjaranyar, dan Pamarican. Totalnya mencakup sekitar 15 desa," ujar Ani, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pola musim kemarau tahun ini diprediksi tidak jauh berbeda dengan kondisi ekstrem yang terjadi pada 2023 lalu. Saat itu, BPBD Ciamis harus mendistribusikan sekitar dua juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork