Mengapa Bangunan Miring Tidak Roboh? Ini Penjelasan Para Ahli

Kabar Internasional

Mengapa Bangunan Miring Tidak Roboh? Ini Penjelasan Para Ahli

Sekar Aqillah Indraswari - detikJabar
Senin, 01 Jun 2026 08:30 WIB
Pisa, Italy - August 17, 2014: The Leaning Tower of Pisa in the Square of Miracles (Piazza dei Miracoli).
Menara Pisa (Foto: Getty Images/PhotoFires)
Jakarta -

Bangunan yang miring umumnya identik dengan risiko keruntuhan. Pada banyak kasus, rumah atau gedung yang mengalami kemiringan akibat fondasi lemah dapat mengalami retak, ambles, hingga roboh karena tidak mampu menahan beban struktur.

Namun, sebagaimana dilansir dari detikProperti, ada sejumlah bangunan di dunia yang justru tetap berdiri kokoh meski memiliki kemiringan yang cukup ekstrem. Sebut saja Leaning Tower of Pisa di Italia, Capital Gate di Uni Emirat Arab, Tiger Hill Pagoda di China, hingga Elizabeth Tower yang menjadi rumah bagi lonceng Big Ben di Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa yang membuat bangunan-bangunan tersebut mampu bertahan selama puluhan, bahkan ratusan hingga ribuan tahun?

Menara Pisa: Miring, tetapi Stabil

Menara Pisa merupakan contoh paling terkenal dari bangunan miring yang tetap berdiri hingga kini.

ADVERTISEMENT

Menurut peneliti dari Departemen Teknik Sipil University of Bristol, Gabriele Fiorentino, salah satu faktor utama yang membuat menara ini tetap kokoh adalah hubungan unik antara struktur bangunan dan tanah tempatnya berdiri.

Ketika proses pembangunan sempat terhenti dalam waktu lama berabad-abad lalu, tanah lunak di bawah menara memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan beban bangunan. Kondisi tersebut justru membantu memperkuat kestabilan struktur.

Menara Pisa /AFPMenara Pisa /AFP Foto: Menara Pisa /AFP

Selain itu, bagian bawah menara dibangun dengan kolom-kolom batu yang sangat tebal sehingga pusat gravitasinya berada lebih dekat ke permukaan tanah. Semakin rendah pusat massa sebuah bangunan, semakin stabil pula bangunan tersebut.

Para ahli menilai kondisi tanah, beban bangunan, tinggi menara, dan tingkat kemiringannya saat ini telah mencapai keseimbangan yang relatif stabil sehingga risiko roboh dapat diminimalkan.

Capital Gate: Sengaja Dibangun Miring

Berbeda dengan Menara Pisa yang miring karena kondisi tanah, Capital Gate justru dirancang sejak awal untuk memiliki kemiringan ekstrem.

Gedung setinggi 35 lantai di Abu Dhabi ini memiliki kemiringan sekitar 18 derajat, jauh lebih besar dibandingkan Menara Pisa.

Untuk menjaga kestabilannya, para insinyur menggunakan desain inti bangunan yang tidak simetris. Struktur inti tersebut secara bertahap disesuaikan seiring bertambahnya ketinggian bangunan sehingga distribusi beban tetap seimbang.

Capital Gate di Abu DhabiCapital Gate di Abu Dhabi Foto: Shutterstock/Konstantin Tcelikhin via We Build Value

Selain itu, tekanan pada beton dimanfaatkan untuk memberikan kekuatan tambahan pada struktur utama. Beban bangunan juga tidak sepenuhnya ditransfer secara vertikal dari atas ke bawah seperti gedung konvensional, melainkan disebarkan melalui setiap lantai sehingga tekanan dapat terdistribusi lebih merata.

Berkat teknologi tersebut, Capital Gate tetap aman digunakan sebagai kompleks perkantoran, hotel, restoran, dan berbagai fasilitas komersial lainnya.

Tiger Hill Pagoda: Bertahan Lebih dari Seribu Tahun

Tiger Hill Pagoda atau Pagoda Yunyan merupakan salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di China.

Pagoda yang berdiri di Kota Suzhou ini telah berusia lebih dari 1.000 tahun dan kini berstatus cagar budaya.

Kemiringan bangunan terjadi karena fondasinya berdiri di atas kondisi tanah yang tidak seragam. Seiring waktu, beberapa pilar bata juga mengalami retak yang turut memengaruhi kestabilan struktur.

Meski demikian, para insinyur telah melakukan berbagai upaya konservasi, termasuk memperkuat fondasi dan struktur pendukung agar pagoda tetap aman serta tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.

Elizabeth Tower: Miring, tetapi Hampir Tak Terlihat

Banyak orang mengenal Elizabeth Tower dengan nama Big Ben. Padahal, Big Ben sebenarnya adalah nama lonceng besar yang berada di dalam menara tersebut.

Menara ikonik yang menjadi bagian dari Palace of Westminster ini ternyata juga mengalami kemiringan.

Namun, tingkat kemiringannya sangat kecil, yakni sekitar 0,26 derajat ke arah barat laut sehingga sulit dilihat dengan mata telanjang.

Menurut penjaga jam besar menara tersebut, Mike McCann, kemiringan yang terjadi sejak 1999 itu masih jauh dari kategori berbahaya.

Rebuilding, renovating, repairing, restoring the Houses of Parliament and Elizabeth Tower in London.Rebuilding, renovating, repairing, restoring the Houses of Parliament and Elizabeth Tower in London. Foto: iStock

Bahkan berdasarkan perhitungan para ahli, diperlukan waktu antara 4.000 hingga 10.000 tahun sebelum kemiringan tersebut mencapai tingkat yang perlu diwaspadai secara serius.

Meski terlihat mengkhawatirkan, bangunan miring tidak selalu berada dalam kondisi berbahaya. Yang terpenting adalah posisi pusat gravitasi bangunan masih berada di dalam area penopang fondasi serta distribusi bebannya tetap terkendali.

Dalam banyak kasus, bangunan-bangunan miring yang masih berdiri hingga saat ini bertahan karena kombinasi antara desain struktur yang kuat, kondisi tanah yang stabil, serta pemantauan dan perawatan yang terus dilakukan oleh para insinyur.

Itulah sebabnya bangunan seperti Menara Pisa, Capital Gate, Tiger Hill Pagoda, dan Elizabeth Tower dapat tetap kokoh meski tampak "menentang" hukum keseimbangan yang sering kita temui pada bangunan biasa.

Artikel ini sudah tayang di detikProperti




(aqi/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads