Balas Dendam Tak Terduga Usai Tetangga Larang Renovasi Rumah

Balas Dendam Tak Terduga Usai Tetangga Larang Renovasi Rumah

Tim detikProperti - detikJabar
Jumat, 29 Mei 2026 09:00 WIB
Ilustrasi Bangun Rumah
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Bandung -

Keinginan memperluas rumah demi kenyamanan keluarga tak selalu berjalan mulus. Selain urusan biaya dan izin bangunan, restu dari tetangga sekitar juga sering menjadi penentu utama apakah renovasi bisa dilanjutkan atau justru gagal total.

Kisah unik sekaligus mengejutkan datang dari seorang pria yang harus mengubur impiannya memperbesar rumah setelah rencana renovasinya ditolak oleh tetangga sendiri. Penolakan itu rupanya membekas cukup dalam hingga membuatnya menyusun aksi balas dendam jangka panjang yang tak biasa.

Dilansir detikProperti yang mengutip Express UK, cerita tersebut dibagikan oleh anak dari pria tersebut melalui media sosial. Ia mengungkapkan sang ayah pernah mengajukan izin untuk membangun perluasan rumah ketika dirinya masih kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, rencana itu langsung mendapat penolakan dari tetangga sebelah. Alasannya terdengar sederhana, yakni karena bangunan baru itu dianggap dapat menghalangi sinar matahari masuk ke rumah mereka.

ADVERTISEMENT

"Ketika saya masih muda, ayah saya mengajukan permohonan izin perencanaan untuk membangun perluasan rumah, tetapi ditolak oleh tetangga dengan alasan akan menghalangi sinar matahari ke properti mereka," kata sang anak yang enggan disebutkan identitasnya.

Penolakan tersebut membuat sang ayah kesal. Padahal, rencana renovasi rumah sudah dipersiapkan matang-matang. Bukannya memicu pertengkaran terbuka, pria itu justru memilih cara yang jauh lebih tenang namun penuh perhitungan.

Ia mulai menanam deretan pohon kecil di halaman rumahnya. Sekilas, tindakan itu tampak biasa saja seperti aktivitas berkebun pada umumnya. Tidak ada yang curiga bahwa pohon-pohon tersebut sebenarnya menjadi bagian dari rencana balas dendam yang disusun untuk jangka panjang.

"Jadi ayah saya menanam selusin pohon kecil. Saya tidak tahu apa namanya, tetapi bentuknya seperti pohon Natal dan tumbuh sangat tinggi - saya rasa itu sejenis pohon pinus," kata anak itu.

Tahun demi tahun berlalu, pohon-pohon tersebut tumbuh semakin besar dan tinggi. Hingga akhirnya, ukurannya melampaui atap rumah tetangga yang dulu menolak renovasi tersebut.

Di situlah rencana sang ayah disebut berhasil. Deretan pohon tinggi itu perlahan menutupi cahaya matahari yang masuk ke rumah tetangganya, terutama pada pagi hari.

"Setelah beberapa tahun, pohon-pohon itu akan tumbuh lebih tinggi dari rumah kami dan sepenuhnya menghalangi sinar matahari yang masuk ke properti tetangga kami," ucapnya.

Menariknya, para tetangga disebut tidak pernah menyadari maksud sebenarnya dari penanaman pohon tersebut. Mereka menganggap itu hanya kegiatan berkebun biasa sehingga tak pernah melayangkan protes apa pun.

"Situasinya begitu remeh sehingga saya rasa para tetangga pun tidak menyadarinya karena mereka tidak pernah mengatakan sepatah kata pun tentang hal itu," pungkasnya.

Di sisi lain, menanam pohon besar di dekat rumah juga memiliki risiko tersendiri. Jika tidak dirawat dengan baik, pohon dapat roboh sewaktu-waktu dan membahayakan bangunan di sekitarnya.

Artikel ini telah tayang di detikProperti.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads