Idul Adha sebentar lagi, orang berbondong-bondong untuk menyediakan hewan kurban terbaik mereka. Bagi umat Muslim, tentu perayaan Idul Adha sama istimewanya dengan Idul Fitri. Idul Adha juga merupakan ibadah yang ditunggu-tunggu karena pahala yang berlimpah bagi mereka yang melaksanakan kurban. Hewan yang dikurbankan umumnya berupa kambing, domba, dan sapi.
Terkhusus untuk sapi, satu ekor sapi bisa diperuntukkan bagi 7 orang. Sebagian orang terkadang lebih memilih kurban secara kolektif menggunakan sapi. Biasanya Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menyediakan sapi bagi mereka yang ingin kurban secara kolektif, di mana para peserta kurban cukup memberikan sejumlah uang untuk pembelian sapi tersebut.
Namun, sebagai peserta kurban, detikers wajib mengetahui ciri-ciri sapi yang layak untuk disembelih dan dikonsumsi. Tentu kamu tidak menginginkan penyakit datang dari sapi yang telah disembelih.
Tubuh Aktif, Lincah, dan Tidak Lesu
Ciri-ciri paling umum yang dapat kamu perhatikan adalah sapi yang aktif, lincah, dan tidak lesu. Sapi yang responsif terhadap lingkungan merupakan tanda yang baik bagi sapimu. Selain itu, detikers dapat melihat apakah postur tubuh sapi tegak atau tidak. Sapi yang lemah dan sering merebah juga bisa menjadi ciri-ciri sapi yang tidak dalam kondisi fit.
Nafsu Makan dan Minum Baik
Sapi yang sehat memiliki nafsu makan yang normal. Terlihat aktif dalam melahap makanan dan minuman adalah tanda sapi yang sehat. Sapi yang sehat juga ditandai dengan proses mengunyah kembali (ruminasi) yang berjalan baik. Hilang nafsu makan sering menjadi tanda awal penyakit infeksi pada sapi, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Mata Cerah dan Tidak Berair
Sebelum menyembelih sapi, pastikan kamu mengecek kondisi mata sapi. Jika mata sapi tampak jernih, tidak merah, tidak mengeluarkan cairan berlebihan, dan tidak sayu, berarti sapimu sehat. Umumnya, mata kusam dan berair pada sapi dapat mengindikasikan infeksi atau stres berat pada ternak.
Hidung Bersih dan Lembap
Sapi yang sehat umumnya memiliki hidung yang sedikit lembap dan bersih. Selain itu, ciri-ciri sapi yang sehat dapat dilihat dari lendirnya; jika tidak pekat, berarti sehat. Namun, jika sebaliknya, maka ada indikasi sapi kamu sedang tidak sehat sepenuhnya. Lendir berlebihan dapat menjadi tanda gangguan saluran pernapasan atau infeksi virus tertentu.
Bulu Bersih dan Mengilap serta Tidak Kurus
Kondisi bulu menjadi indikator penting pada kesehatan ternak. Bulu tampak halus, tidak kusam, tidak rontok berlebihan, dan kulit tidak dipenuhi luka atau jamur merupakan tanda sapi layak untuk disembelih. Selain itu, sapi kurban yang ideal pada umumnya tidak terlalu kurus, tulang rusuk tidak menonjol ekstrem, dan memiliki massa otot yang cukup baik.
Tidak Cacat Fisik dan Suhu Tubuh Normal
Fisik sapi yang tidak cacat seperti pincang, kebutaan, tanduk patah, luka besar, dan kelainan tubuh serius merupakan ciri-ciri sapi yang sehat. Selain itu, suhu tubuh sapi normal berkisar antara 37°C hingga 39°C. Jika sapi demam, kemungkinan terdapat infeksi atau peradangan dalam tubuhnya.
Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
SKKH diterbitkan oleh dokter hewan atau petugas veteriner resmi sebagai bukti bahwa sapi yang akan dikurbankan telah diperiksa dengan baik secara kesehatan, bebas dari penyakit menular tertentu, serta layak dipotong dan dikonsumsi. detikers dapat meminta ketersediaan surat tersebut kepada petugas ternak terkait.
SKKH ini tergolong lebih praktis dibandingkan mengecek satu per satu ciri-ciri sapi yang sehat. Pemeriksaan oleh dokter hewan lebih detail dan lebih akurat. Namun, ada baiknya detikers memeriksa juga secara langsung seperti kondisi bulu, tubuh, mata, dan nafsu makan. Pastikan kamu memilih sapi yang sehat untuk kurbanmu nanti.
(sud/sud)