Awalnya Flu, Remaja 14 Tahun Dirawat 117 Hari hingga Diamputasi

Kabar Kesehatan

Awalnya Flu, Remaja 14 Tahun Dirawat 117 Hari hingga Diamputasi

Elmy Tasya Khairally - detikJabar
Minggu, 12 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Operasi Bedah
Ilustrasi operasi (Foto: Shutterstock)
Bandung -

Flu merupakan penyakit yang sangat umum dan dapat menyerang siapa saja. Meski pada kebanyakan kasus dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit ini dalam kondisi tertentu berpotensi memicu komplikasi serius.

Mengutip laporan NYPost, seorang remaja asal Kerrville, Texas, bernama Kaydin Baldwin mengalami kondisi tersebut ketika berusia 13 tahun. Awalnya ia hanya terserang flu, tetapi kesehatannya terus memburuk dalam waktu singkat.

Akibat infeksi tersebut, Kaydin didiagnosis mengalami pneumonia akibat bakteri streptokokus serta sepsis, yakni respons tubuh yang sangat berat terhadap infeksi dan dapat mengancam nyawa. Walaupun kasus seperti ini tergolong tidak umum, influenza memang dapat membuka jalan bagi infeksi bakteri serius yang berpotensi fatal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisinya kemudian berkembang menjadi pneumonia nekrotik, yaitu jenis pneumonia bakteri yang tergolong langka dan menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Gejalanya sering kali diawali seperti flu biasa, tetapi pada sebagian kasus dapat memburuk dengan cepat hingga memerlukan penanganan medis intensif.

Karena kondisinya terus memburuk, dia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari 100 hari.

ADVERTISEMENT

"Gagal organ multipel, 117 hari di rumah sakit, dia mengalami henti jantung selama dua menit," kata ibu Kaydin, Amanda Baldwin.

Pada Maret 2026, dokter mengambil keputusan untuk mengamputasi lengan kanan serta kedua kaki Kaydin demi menyelamatkan nyawanya. Dikutip dari laman Kens5, terlepas dari tantangan yang dihadapinya, Kaydin tidak menyerah. Dia baru merayakan ulang tahunnya yang ke-14 dan telah dipasangkan kaki palsu.

Ibunya mengatakan bahwa melihat putrinya berjuang melewati setiap rintangan telah memberinya kekuatan.

"Saya mendapat kekuatan darinya setiap hari untuk terus berada di sisinya dan tidak menangis di depannya," katanya.

Keluarga Kaydin meminta bantuan masyarakat untuk mengumpulkan dana guna membeli mobil van yang dapat mengangkut kursi roda. Dukungan yang diterima Kaydin pun sangat besar. Dia menerima hadiah, hingga berbagai pesan penyemangat.

"Sungguh luar biasa betapa dia dicintai. Betapa keluarga kami dicintai," ungkap Amanda.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.

(elk/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads