Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat sampah setelah malam pesta juara Persib di Kota Bandung mencapai 7 truk. Timbulan itu pun diperkirakan tembus hingga puluhan ton saat itu.
Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, setelah malam perayaan juara, petugas langsung diterjunkan untuk menangani timbulan sampah. Sejak Minggu (25/5/2026) dini hari, dari hasil penyisiran di lapangan, salah satu titik paling mencolok berada di kawasan Cikapayang yang menjadi titik kumpul bobotoh.
"Sekitar pukul 05.30 WIB, di area Cikapayang saja ditemukan enam karung sampah botol. Ini jadi anomali karena jumlahnya cukup banyak," kata Darto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis sampah yang mendominasi pun merupakan botol plastik dan kemasan makanan. Namun, petugas juga menemukan jenis sampah lain yang cukup mengkhawatirkan, seperti bekas flare dan potongan mercon.
"Bekas flare saja kami dapat tiga karung besar di Cikapayang. Belum lagi sisa petasan atau mercon yang berserakan," katanya.
Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah ruas jalan utama yang dilalui konvoi. Seperti Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Jembatan Layang Pasupati, hingga kawasan Gedung Sate menuju Sukajadi.
"Sepanjang Pasupati dari Gedung Sate sampai ke arah Sukajadi itu kotor sekali. Sementara ke arah Pasteur relatif lebih bersih," ungkapnya.
Untuk menangani kondisi tersebut, DLH mengerahkan 69 petugas penyapu yang mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB. Pembersihan juga didukung armada berupa dua motor sampah, lima mobil pick-up, satu truk, dan satu truk compactor.
Namun ia mengakui, proses pembersihan tidak berjalan optimal. Darto menjelaskan, pergerakan petugas kerap terhambat oleh masih banyaknya massa yang bertahan di lokasi hingga pagi hari.
"Ketika massa masih berkumpul, kami cukup kesulitan bergerak. Seperti di Cikapayang, pagi hari pun masih banyak yang belum bubar," jelasnya.
DLH mencatat ada enam titik utama penumpukan massa yang berkontribusi terhadap tingginya volume sampah. Titik tersebut meliputi kawasan Pendopo, Cikapayang, Jembatan Layang Pasupati, Gedung Sate, Islamic Center (Pusdai), hingga area Graha Persib dan Taman Radio, serta sepanjang Jalan Dago.
Berdasarkan estimasi sementara, volume sampah yang dihasilkan dari satu hari kegiatan konvoi mencapai sekitar tujuh truk. Jumlah ini berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya rangkaian perayaan.
DLH pun menyesuaikan upaya pembersihan dengan kondisi di lapangan. Pembersihan maksimal baru bisa dilakukan setelah kerumunan massa mulai berkurang.
"Kami perkirakan massa baru akan beranjak sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, baru pembersihan bisa lebih optimal," katanya.
Darto mengimbau para bobotoh untuk tetap menjaga kebersihan selama merayakan kemenangan tim kebanggaan. Ia menyoroti kebiasaan membuang dan memecahkan botol yang memperparah kondisi sampah. Ia berharap euforia kemenangan Persib tetap diiringi kesadaran menjaga lingkungan agar Kota Bandung tetap bersih dan nyaman bagi semua warga
"Silakan merayakan kemenangan, tapi jangan memecahkan botol. Botol utuh saja sudah sulit ditangani, apalagi yang pecah karena harus dipungut satu per satu," pungkasnya.
(ral/dir)
