Tak Ikut Konvoi Persib, Imas Pilih Botram di Trotoar Gedung Sate

Tak Ikut Konvoi Persib, Imas Pilih Botram di Trotoar Gedung Sate

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 24 Mei 2026 13:56 WIB
Warga botram di trotoar Gedung Sate
Warga botram di trotoar Gedung Sate (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Cuaca panas menyelimuti Kota Bandung pada Minggu (24/5/2026) siang. Di tengah teriknya matahari, Bobotoh yang merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara tiga kali berturut-turut tampak memadati sejumlah ruas jalan di Kota Kembang.

Pusat kota seperti Jalan Merdeka hingga Jalan Asia Afrika dipadati kendaraan dan lautan suporter yang mengikuti arak-arakan pemain Persib Bandung. Namun, tidak sedikit warga memilih berada di titik lain untuk menikmati suasana perayaan.

Sejumlah Bobotoh terlihat memadati kawasan Jalan Ir. H. Djuanda, Flyover Pasopati, Jalan Pajajaran, Jalan Tamansari, Jalan Sulanjana, hingga Jalan Diponegoro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kawasan Gedung Sate, sebagian Bobotoh memilih beristirahat sambil menikmati bekal makanan di trotoar yang rindang.

"Botram, botram," ujar Imas (53), salah seorang warga.

ADVERTISEMENT

Warga asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat itu sengaja datang bersama anak dan cucunya untuk menyaksikan konvoi Persib juara.

"Tadi sudah lihat pemain Persib. Saya bersama anak dan cucu tidak ke mana-mana lagi, tetap di sini. Sekarang makan siang dulu karena lapar," kata Imas.

Ia mengaku memilih bertahan di kawasan Gedung Sate karena suasananya dinilai lebih nyaman meski tetap ramai dipadati Bobotoh.

"Cuacanya panas juga, jadi enak sambil berteduh di trotoar. Di sini juga banyak pohon," ucapnya.

Selain menjadi titik berkumpul Bobotoh, kawasan Gedung Sate juga dipenuhi pedagang makanan dan minuman. Beragam jajanan dijual di sepanjang trotoar, mulai dari mi bakso, pentol, cilok, bakso tahu, batagor, cimul, es doger, es kelapa, es jeruk, tahu gejrot, tahu Sumedang, cilor, hingga gemblong.

"Saya tidak berkeliling sampai ke tengah kota. Lebih enak di sini karena jalannya masih bisa dilintasi kendaraan dan banyak yang jual makanan," ujar Dewi (42), warga lainnya.

Dewi mengaku dirinya bersama keluarga sengaja membeli makanan di kawasan tersebut sambil menikmati suasana perayaan.

"Tadi saya beli mi ayam dan es doger. Panas sekali cuacanya," pungkasnya.

(wip/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads