Kabar Internasional

Misteri Tangan Pendek T-Rex Mulai Terpecahkan

Aisyah Kamaliah - detikJabar
Minggu, 24 Mei 2026 22:00 WIB
Tyrannosaurus Rex (T-Rex). (Foto: Nobu Tamura/Wikimedia Commons)
Jakarta -

Selama ini Tyrannosaurus rex dikenal sebagai predator raksasa dengan satu ciri yang selalu memancing rasa penasaran, tubuh besar, rahang sangat kuat, tetapi memiliki tangan yang sangat pendek.

Kini, sebagaimana dilansir dari detikInet, penelitian terbaru memberi petunjuk baru mengenai teka-teki evolusi tersebut. Para ilmuwan menemukan bahwa penyusutan ukuran lengan pada T. rex kemungkinan bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari perubahan besar dalam cara predator purba berburu.

Dilansir Science Alert, para peneliti mencoba mencari hubungan antara mengecilnya anggota tubuh depan dengan perkembangan kepala dan rahang yang semakin besar dan kuat.

"Kami berusaha memahami apa yang mendorong perubahan ini dan menemukan hubungan kuat antara lengan pendek dan kepala besar dan kuat," kata Charlie Roger Scherer.

"Kepala mengambil alih lengan sebagai metode serangan. Ini adalah kasus 'gunakan atau hilangkan' -- lengan tidak lagi berguna dan ukurannya akan mengecil seiring berjalannya waktu," sambungnya.

Menurut tim peneliti, perubahan ini kemungkinan terjadi karena T. rex dan predator sejenis hidup berdampingan dengan mangsa berukuran sangat besar. Dalam kondisi seperti itu, menggigit dianggap lebih efektif dibanding mengandalkan cakar untuk menangkap mangsa.

"Adaptasi ini sering terjadi di daerah dengan mangsa raksasa. Mencoba menarik dan menangkap sauropoda sepanjang 30 meter dengan cakar bukanlah hal yang ideal. Menyerang dan bertahan dengan rahang mungkin lebih efektif," menurut Scherer.

Menariknya, pola ini ternyata bukan hanya ditemukan pada T. rex.

Penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences menganalisis 61 spesies theropoda dan membandingkan panjang kaki depan dengan ukuran serta kekuatan tengkorak mereka.

Hasilnya menunjukkan hubungan kuat antara lengan yang menyusut dan tengkorak yang semakin kokoh pada lima kelompok theropoda berbeda, yaitu tyrannosaurid, abelisaurid, carcharodontosaurids, megalosaurids, dan ceratosaurids.

Temuan ini menunjukkan bahwa evolusi menuju kepala besar dan rahang kuat muncul berulang kali pada berbagai garis keturunan dinosaurus predator.

Menariknya lagi, ukuran tubuh ternyata bukan faktor utama. Beberapa spesies tetap berukuran relatif kecil tetapi tetap memiliki kombinasi tengkorak kuat dan lengan pendek.

Tim peneliti juga menemukan pola penyusutan yang berbeda-beda. Pada sebagian spesies, seluruh lengan mengecil secara proporsional, sedangkan pada spesies lain hanya bagian tertentu yang mengalami pemendekan.

Meski berukuran kecil, para ilmuwan menekankan bahwa tangan T. rex bukan berarti lemah. Diperkirakan anggota tubuh tersebut masih mampu menghasilkan tekanan hingga lebih dari 100 kilogram.

Lalu, untuk apa sebenarnya tangan pendek itu digunakan?

Sejumlah teori pernah diajukan. Ada yang menduga lengan dipakai untuk membantu bangkit dari posisi berbaring, menopang tubuh saat kawin, hingga membantu mempertahankan mangsa.

Hipotesis lain yang lebih unik menyebut lengan T. rex mungkin berevolusi menjadi pendek agar tidak tergigit secara tidak sengaja oleh sesama T. rex saat sedang berebut makanan.

Namun menurut studi terbaru, jika hipotesis mereka benar, perubahan besar kemungkinan dimulai dari kepala terlebih dahulu-bukan dari lengan.

"Meskipun penelitian kami mengidentifikasi korelasi sehingga tidak dapat menentukan sebab dan akibat, kemungkinan besar tengkorak bertubuh kuat muncul sebelum kaki depan lebih pendek," pendapat Scherer.

"Tidak masuk akal secara evolusioner jika hal ini terjadi sebaliknya, dan jika predator ini menghentikan mekanisme serangannya tanpa memiliki cadangan," tutupnya.


Artikel ini sudah tayang di detikInet



Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"

(ask/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork