Sepasang lansia di Searcy, Amerika Serikat, dibuat terkejut setelah mengetahui ada pria asing yang diam-diam tinggal di rumah mereka selama beberapa hari. Peristiwa yang dialami Dutch (71) dan Sharon (70) itu disebut-sebut mirip dengan alur film Parasite.
Berbeda dengan cerita dalam film yang menampilkan satu keluarga bersembunyi di rumah orang kaya, kejadian nyata ini hanya melibatkan seorang pria yang diduga tinggal diam-diam di ruang bawah tanah rumah pasangan lansia tersebut.
Melansir detikProperti, kejanggalan mulai dirasakan pasangan itu beberapa hari sebelumnya. Sharon menyadari sejumlah barang di rumah berubah posisi tanpa alasan yang jelas. Pot berisi tanah yang sebelumnya kering tiba-tiba tampak disiram, sepatu kerja milik Dutch tidak berada di tempat biasanya, hingga kursi makan yang jarang digunakan bergeser dari posisi semula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Sharon juga menemukan bungkus cokelat Whitman's Sampler yang sudah terbuka dan sebagian isinya dimakan di tangga rumah. Padahal, menurutnya, tidak ada seorang pun yang menyentuh cokelat tersebut.
Awalnya, Sharon menduga perubahan itu dilakukan suaminya sendiri. Namun, Dutch terus membantah. Kondisi itu bahkan sempat membuat Sharon berpikir suaminya mulai pelupa.
Kecurigaan pasangan itu akhirnya mencapai puncak saat keduanya pergi ke gereja untuk mengikuti kelas belajar Alkitab. Di tengah kegiatan, Sharon memutuskan pulang lebih dulu karena ingin bertemu putrinya, Cherisse Gregory, dan menceritakan berbagai kejadian aneh yang dialaminya di rumah.
Cherisse kemudian datang bersama suaminya, Mark. Setelah mendengar cerita Sharon, mereka bertiga memutuskan memeriksa seluruh bagian rumah, mulai dari lantai atas hingga ruang bawah tanah.
Saat berada di lantai bawah, Sharon merasa ada yang tidak beres dengan kotak penyimpanan dekorasi Natal miliknya. Kotak tersebut tampak bergeser seolah baru saja ditarik keluar.
Ketika mendekati kotak itu, Sharon mendadak melihat sepasang kaki mengenakan celana jeans berdiri di balik tumpukan barang. Ia pun langsung mundur ketakutan dan memanggil menantunya.
Mark kemudian mengambil tongkat bisbol dan memukul dinding di sekitar tumpukan kotak sambil meminta pria tersebut keluar. Dalam suasana tegang itu, Sharon akhirnya melihat langsung sosok asing yang selama ini diduga bersembunyi di rumah mereka. Menurutnya, pria tersebut memiliki tubuh berotot.
Sharon segera menghubungi polisi dan meminta Dutch pulang ke rumah.
"Ada seorang pria di rumah kita," kata Dutch mengulang ucapan istrinya malam itu.
Saat Dutch tiba di rumah, lima anggota polisi sudah berada di lokasi dan mengamankan pria tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pria itu diketahui masuk ke area rumah pada akhir pekan setelah menerobos kawat berduri di halaman. Ia kemudian masuk ke dalam rumah pada Selasa ketika mendengar Dutch pergi keluar rumah, sementara Sharon masih berada di dalam.
Setelah Sharon meninggalkan rumah, pria tersebut diduga bersembunyi di ruang bawah tanah.
Polisi juga menemukan bahwa kotak dekorasi Natal bergeser karena pelaku mengambil dua bantal untuk digunakan beristirahat. Ia bahkan memakai seprai bersih sebagai alas tidur.
Selama berada di rumah itu, pria tersebut juga mengambil sejumlah makanan dan minuman, mulai dari susu, jus, jeruk, pisang, sekaleng buah persik, hingga sup kalengan.
Setelah ditangkap, pria itu didakwa melakukan perampokan rumah dan pencurian barang senilai kurang dari US$1.000 atau sekitar Rp17 juta. Meski demikian, Sharon mengaku lebih kesal karena pelaku menggunakan bantal Natal favorit miliknya.
"Orang-orang mengatakan bahwa sekarang kita harusnya pindah. Tetapi, ini adalah insiden pertama yang saya dengar dan ini kebetulan," ujar Dutch.
Meski sempat mengalami kejadian mengerikan, pasangan lansia itu memutuskan tetap tinggal di rumah mereka. Namun, kini mereka menjadi jauh lebih waspada.
"Sekarang setiap kali kami keluar rumah, kami mengunci pintu. Kami telah belajar dari kesalahan kami," ungkapnya.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
(aqi/dir)
