Sejarah Mitos Minyak Bumi dari Dinosaurus dan Fakta di Baliknya

Kabar Internasional

Sejarah Mitos Minyak Bumi dari Dinosaurus dan Fakta di Baliknya

Tim detikInet - detikJabar
Jumat, 15 Mei 2026 13:30 WIB
Artists life reconstruction of the titanosaurian dinosaur Mansourasaurus shahinae on a coastline in what is now the Western Desert of Egypt approximately 80 million years ago is pictured in this undated handout image obtained by Reuters on January 29, 2018.   Andrew McAfee/Carnegie Museum of Natural History/Handout via REUTERS  ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.  NO RESALES. NO ARCHIVE. NO SALES     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi Dinosaurus (Foto: Andrew McAfee/Carnegie Museum of Natural History/Handout via REUTERS).
Jakarta -

Pernahkah Anda bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang pertama kali menyebarkan anggapan bahwa minyak bumi berasal dari fosil dinosaurus? Faktanya, tidak pernah ada satu pun ilmuwan yang menyatakan hal tersebut.

Ternyata, pangkal kebingungan ini kemungkinan besar bermula sejak tahun 1933, tepatnya pada ajang Pameran Dunia Century of Progress di Chicago, Amerika Serikat.

"Entah kenapa gagasan bahwa minyak berasal dari dinosaurus masih melekat di benak banyak orang, tetapi minyak sebenarnya berasal dari triliunan alga dan plankton kecil," jelas ahli geologi Reidar Müller dari University of Oslo kepada Science Norway.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir IFLScience, Jumat (15/5/2026), puluhan hingga ratusan juta tahun yang lalu, sejumlah besar alga dan plankton menyerap energi dari Matahari atau memangsa makhluk yang lebih kecil. Saat mati dan tenggelam ke dasar laut, organisme mikroskopis ini perlahan menumpuk menjadi lapisan yang tebalnya bisa mencapai berkilometer-kilometer.

Lapisan-lapisan ini kemudian terkubur di bawah sedimen yang kian menebal. Proses ini menciptakan jenis batuan sedimen yang dikenal sebagai 'batuan sumber'. Di bawah suhu panas dan tekanan yang tepat, serta lingkungan minim oksigen, batuan ini secara alami 'dimasak' menjadi cairan hitam kental.

ADVERTISEMENT

Menariknya, saat manusia pertama kali menemukan minyak, kita sempat kebingungan mengenai zat apa itu sebenarnya. Banyak yang mengira itu adalah sejenis mineral. Itulah mengapa muncul istilah petroleum yang dalam bahasa Latin berarti 'minyak batu'.

Ilmuwan Rusia, Mikhail Lomonosov, adalah orang pertama yang mengusulkan bahwa minyak terbuat dari bahan organik yang terkompresi dan dipanaskan dalam waktu lama pada tahun 1763. Sejak saat itu, tidak pernah ada saran ilmiah serius yang menyebut minyak berasal dari dinosaurus.

Lantas, dari mana asal-usul gagasan yang membuat banyak orang telanjur percaya bahwa minyak berasal dari fosil reptil raksasa tersebut?

Alasan kebingungan ini sebagian besar dipicu oleh istilah 'bahan bakar fosil'. Banyak orang secara otomatis mengaitkan kata 'fosil' dengan sisa-sisa dinosaurus. Namun, perusahaan minyak Sinclair tampaknya memegang tanggung jawab besar atas mitos ini lewat kampanye iklan mereka yang menggunakan dinosaurus sebagai maskot pada pameran tahun 1933.

"Para penulis iklan Sinclair pertama kali memiliki ide untuk menggunakan dinosaurus dalam pemasaran Sinclair pada tahun 1930. Mereka mempromosikan pelumas yang dimurnikan dari minyak mentah yang diyakini terbentuk ketika dinosaurus berkeliaran di bumi," demikian penjelasan situs web Sinclair.

"Kampanye aslinya mencakup selusin dinosaurus yang berbeda, tetapi raksasa yang lembut, Apatosaurus, yang berhasil memikat hati orang Amerika," sambungnya.

Meskipun benar bahwa sekitar 54% minyak bumi tercipta pada periode yang sama saat dinosaurus masih hidup, hal itu bukan berarti dinosaurus adalah bahan bakunya.

Asosiasi antara dinosaurus dengan merek minyak ini semakin diperkuat di Pameran Dunia, di mana Sinclair mensponsori pameran sembilan replika dinosaurus berukuran asli yang disaksikan sekitar 16 juta pengunjung. Sosok Apatosaurus yang kemudian menjadi logo perusahaan pun sukses mencuri perhatian publik, bahkan rutin muncul di parade Hari Thanksgiving Macy sejak 1963.

"Kampanye pemasaran mereka yang cerdik, menurut saya, telah memperkuat hubungan antara dinosaurus dan minyak dalam imajinasi publik, menanamkan hubungan yang salah ke dalam pikiran hampir semua orang," jelas ahli paleontologi dan geologi Amerika, Kenneth Lacovara, dalam sebuah artikel untuk Powell's.

"Hubungan yang salah itu kira-kira seperti ini: Minyak adalah bahan bakar fosil, dan sebagian besar berasal dari zaman dinosaurus. Fosil sama dengan dinosaurus, oleh karena itu dinosaurus sama dengan minyak," terangnya.

Jadi, kesimpulannya, anggapan bahwa dinosaurus adalah sumber minyak bumi kemungkinan besar lahir dari strategi pemasaran sebuah perusahaan yang sangat membekas di ingatan. Apakah Anda termasuk salah satu yang sempat memercayai mitos ini?

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "IPA Convex 2025: Meneguhkan Ketahanan Energi dalam Transisi Rendah Karbon"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads