Sepasang lansia Dutch (71) dan Sharon (70) menemukan ada pria asing yang tinggal di rumah mereka. Diduga pria asing tersebut telah bersembunyi beberapa hari di ruang bawah tanah.
Kejadian ini mirip dengan film Parasite. Film Korea Selatan yang keluar pada 2019 itu menceritakan tentang satu keluarga miskin yang tinggal diam-diam di bawah rumah orang kaya. Namun bedanya kejadian nyata ini dilakukan 1 orang pria.
Dilansir Realtor, pasangan yang tinggal di Searcy, AR, Amerika Serikat ini sempat merasakan banyak benda yang berubah. Mulai dari pot berisi tanah tanpa tanaman tiba-tiba ada yang menyiram, sepatu kerja yang biasa dipakai keluar tidak ada di tempat, kursi makan yang tak pernah dipakai berubah posisi, hingga bungkus coklat Whitman's Sampler tergeletak di tangga dan sudah dimakan. Mereka merasa tidak pernah menyentuh benda-benda itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sharon menduga semuanya adalah kelakuan Dutch. Namun, suaminya berulang kali menyanggah sampai Sharon berfikir mungkin pasangannya kini jadi pelupa.
Puncaknya adalah saat mereka pergi gereja untuk belajar Alkitab. Namun, di tengah acara Sharon memutuskan kembali ke rumah karena ingin bertemu dengan putrinya, Cherisse Gregory. Ia ingin menceritakan hal-hal aneh yang terjadi di rumah tersebut.
Putrinya pun datang bersama suaminya, Mark. Setelah mendengar ceritanya, ketiganya menggeledah rumah, mulai dari atas sampai bawah.
Ketika mereka turun ke lantai bawah, Sharon merasa kotak penyimpanan dekorasi Natalnya berubah posisi, seperti habis ditarik keluar.
Saat Sharon mendekat ke kotak tersebut, ia melihat dua kaki memakai celana jeans berdiri di belakang tumpukan kotak. Sharon yang kaget mundur ketakutan dan memanggil menantunya. Mark mengambil tongkat bisbol dan memukul dinding deretan kotak-kotak tersebut.
Mark juga meminta pria tersebut keluar. Di tengah suasana mencekam, akhirnya Sharon melihat langsung pria asing yang membuatnya keheranan akhir-akhir ini. Pria tersebut memiliki badan berotot dari atas sampai bawah.
Sharon langsung memanggil polisi dan meminta suaminya pulang.
"Ada seorang pria di rumah kita," kata Dutch mengulang ucapan istrinya malam itu, dikutip Selasa (12/5/2026).
Dutch sampai di rumah saat 5 anggota polisi sudah mengamankan pria tersebut.
Hasil pemeriksaan polisi, pria tersebut masuk pada akhir pekan. Ia menerobos kawat berduri di halaman rumah. Pria itu baru masuk ke dalam pada Selasa saat mendengar Dutch keluar rumah. Padahal Sharon masih ada di dalam. Setelah Sharon pergi, ia bersembunyi di ruang bawah tanah.
Kotak penyimpanan dekorasi Natal bisa berubah karena pria tersebut mengambil dua bantal untuk dirinya beristirahat. Bahkan pria itu memakai seprai bersih sebagai alas.
Tidak hanya membuat rumah darurat di rumah orang lain. Ia juga mengambil satu botol susu, jus, jeruk, pisang, sekaleng buah persik, dan kaleng sup.
Setelah ditangkap, pria itu didakwa telah melakukan perampokan rumah dan pencurian barang senilai kurang dari US$ 1.000 atau setara Rp 17 juta (kurs Rp 17.522). Namun, Sharon menolak dakwaan tersebut. Ia lebih kesal karena pria tersebut memakai bantal Natal favoritnya.
"Orang-orang mengatakan bahwa sekarang kita harusnya pindah. Tetapi, ini adalah insiden pertama yang saya dengar dan ini kebetulan," ujar Dutch.
Dutch dan Sharon pun memutuskan untuk tetap tinggal di sana dan lebih berhati-hati. Setiap keluar rumah, mereka mengunci pintu.
"Sekarang setiap kali kami keluar rumah, kami mengunci pintu. Kami telah belajar dari kesalahan kami," ungkapnya.
(aqi/das)
