Serangan Ajag Hantui Peternak di Sumedang

Round-Up

Serangan Ajag Hantui Peternak di Sumedang

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 14 Mei 2026 06:30 WIB
Petugas datang ke lokasi yang dikabarkan didatangi kawanan ajag di Ciamis, Kamis (4/5/2023).
Ilustrasi kandang kambing (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Sumedang -

Teror misterius menghantui peternak di Dusun Cipedes, Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang. Dalam dua pekan terakhir, belasan kambing ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan di dalam kandang.

Hewan-hewan ternak itu ditemukan penuh luka, dengan bagian dada terbelah, leher penuh bekas gigitan, hingga organ dalam hilang. Warga menduga serangan tersebut dilakukan anjing liar yang berkeliaran di kawasan permukiman dan kandang ternak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang anggota keluarga peternak, Asep Sopian Bukhari Muslim mengatakan pola kematian kambing terjadi hampir sama di sejumlah kandang milik warga.

"Kondisi kambingnya itu dadanya udah terbelah, terus lehernya bekas gigitan, terus yang diambilnya itu jeroannya seperti hati, terus apa ya, ya pokoknya jeroannya, sedangkan dagingnya itu dibiarkan," ujar Asep, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Asep, total kambing yang mati mencapai lebih dari 12 ekor dan seluruhnya berada di satu desa yang sama.

"Total kisaran 12 lebih korban dari satu desa. Luka-lukanya sama, rata-rata diambil jeroannya saja," katanya.

Ironisnya, kambing-kambing tersebut merupakan hewan ternak yang sudah dipersiapkan untuk dijual menjelang Hari Raya Iduladha. Akibat kejadian itu, para peternak mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

"Iya, siap kurban. Kalau dugaan sementara sih warga, kesimpulan sementara itu katanya pelakunya anjing liar," ucapnya.

Peristiwa ini membuat warga resah. Sebab, serangan terjadi berulang kali. Untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya, warga bersama aparat desa kini mulai menggencarkan ronda malam di sekitar kandang ternak.

"Katanya anjing yang suka berburu tapi sudah tidak terurus. Kalau laporan baru sampai ke tingkat perangkat desa. Tindakan sementara paling diadakan ronda dulu," pungkasnya.

(bba/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads