Warga Cianjur Resah Sungai Cikundul Jadi 'Daratan Sampah'

Warga Cianjur Resah Sungai Cikundul Jadi 'Daratan Sampah'

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 13 Mei 2026 06:00 WIB
sampah di kawasan hilir sungai Cikundul
sampah di kawasan hilir sungai Cikundul (Foto: Istimewa)
Cianjur -

Tumpukan sampah yang menyelimuti aliran Sungai Cikundul hingga Muara Waduk Cirata membuat warga Kampung Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur resah. Gundukan sampah yang terus bertambah setiap hari itu tak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga memicu kekhawatiran akan ancaman banjir saat hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai.

Di bawah Jembatan Maleber, hamparan sampah terlihat memenuhi badan sungai. Plastik, limbah rumah tangga, hingga sampah organik menumpuk di tepian aliran air. Bahkan, sebagian warga menyebut kondisi tersebut sudah menyerupai 'daratan sampah'.

Ketua RT 01 Kampung Maleber, Agus Gunawan, mengatakan tumpukan sampah hampir selalu muncul setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu Sungai Cikundul. Debit air yang meningkat membuat sampah kiriman dari atas terbawa arus dan tertahan di sekitar jembatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi hampir setiap hari, tumpukan sampahnya terus bertambah. Karena kalau volume air naik setelah hujan, sampahnya tertahan badan Jembatan Maleber. Sehingga sampahnya menumpuk," kata dia, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Agus, kondisi sungai kini semakin memprihatinkan karena sampah tidak hanya mengambang di aliran air, tetapi juga menggunung di pinggiran sungai.

"Sudah seperti daratan sampah," kata dia.

Bau tak sedap yang muncul dari tumpukan sampah itu membuat warga sekitar merasa tidak nyaman setiap hari. Selain itu, warga juga dihantui kekhawatiran jika aliran sungai tersumbat dan meluap saat hujan deras turun.

"Setiap hari warga di dekat aliran sungai dibuat tidak nyaman dengan bau tumpukan sampahnya. Belum lagi risiko banjir jika hujan deras di hulu sampai ke hilir," kata dia.

Agus menyebut pembersihan sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Namun, upaya tersebut seperti tak pernah selesai karena sampah baru terus berdatangan dari wilayah hulu.

"Jadi ada terus sampahnya, apalagi kalau setelah hujan deras. Tidak habis-habis. Karena dari hulu terus datang kiriman sampah akibat yang buang sampah sembarangan ke aliran sungai," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan pihaknya telah melakukan pembersihan di aliran Sungai Cikundul, khususnya di kawasan hilir dekat Muara Waduk Cirata.

Dalam tiga hari terakhir, petugas berhasil mengangkut sekitar enam ton sampah dari sungai tersebut. Mayoritas sampah yang ditemukan didominasi limbah plastik.

"Kami sudah tindaklanjuti terkait sampah di hilir Sungai Cikundul. Selama tiga hari kami angkut 6 ton sampah. 80 persennya sampah plastik, sisanya sampah organik," kata dia.

Komarudin menegaskan persoalan utama berasal dari kebiasaan sebagian warga di bantaran sungai yang masih membuang sampah langsung ke aliran air. Ia pun mengingatkan bahwa dampak terbesar justru dirasakan masyarakat di wilayah hilir.

"Makanya untuk jangka panjang, kami imbau warga di bantaran sungai dari hulu agar tidak buang sampah sembarangan ke sungai. Karena dampaknya sangat terasa di warga bagian hilir sungai. Apalagi adanya risiko banjir juga. Kita sama-sama jaga lingkungan, agar bersih dan terhindar dari bencana banjir," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads