PT Jasamarga buka suara terkait adanya keretakan jembatan penghubung Kabupaten dan Kota Bandung yang berada di atas Jalan Tol Padaleunyi. Berbagai upaya telah dilakukan dalam menangani permasalahan tersebut.
Area keretakan tersebut berada di jembatan overpass di KM 146+400 Ruas Tol Padaleunyi. Apalagi keretakan tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan warga sekitar.
"Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial terkait kerusakan pada jembatan overpass di KM 146+400 Ruas Tol Padaleunyi, Jasa marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat informasi yang beredar," ujar Pgs Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Danang Eko Saputro, dalam keterangan yang diterima detikJabar, Jumat (8/5/2026).
Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (Representative Office 3) bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) telah melakukan perbaikan pada jembatan tersebut pada tahun 2024 lalu. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kondisi keamanan jembatan bagi pengguna jalan.
"Jasa Marga telah melakukan perbaikan berupa penutupan retakan dan pengisian celah yang ada pada beton penutup abutment jembatan overpass tersebut," katanya.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi pada tahun 2024 lalu terjadi pada beton penutup abutment. Bagian tersebut bukan bagian utama dari struktur penyangga.
"Sehingga tidak mengurangi kekuatan maupun umur rencana jembatan overpass," jelasnya.
Danang menyebut pihaknya telah melakukan penelitian detail terhadap kondisi jembatan overpass tersebut pada tahun 2025 lalu. Menurutnya, kondisi dari jembatan tersebut masih dikategorikan aman.
"Didapatkan hasil bahwa seluruh elemen struktur (abutment, pilar, maupun deck slab) dalam kondisi aman, berfungsi penuh, memenuhi kapasitas struktur sesuai ketentuan yang berlaku, dan tidak ada indikasi kegagalan struktur," ucapnya.
Dia menambahkan, jembatan overpass KM 146+400 Tol Purbaleunyi itu masih bisa beroperasi dan digunakan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kala melintasi jembatan tersebut.
"Meskipun demikian, kami tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan, guna memastikan aspek keselamatan pengguna jalan tetap terjaga serta menjaga kualitas visual jembatan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jembatan penghubung Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang berada di atas Jalan Tol Padaleunyi mengalami keretakan. Kerusakan tersebut membuat warga khawatir akan terjadi ambruk dan menimbulkan korban jiwa.
Pantauan detikJabar di lokasi, Kamis (7/5/2026), jembatan tersebut merupakan penghubung Jalan Rancaoray, Desa Buah Batu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung dan Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Warga kerap melintasi jembatan jika akan beraktivitas ke Kota Bandung atau sebaliknya.
Area yang mengalami keretakan itu berada pada bagian tiang penyangga jembatan yang terletak di atas Jalan Tol Purbaleunyi. Kemudian keretakan terlihat berada di bagian utara dan timur jembatan yang terletak di wilayah Kabupaten Bandung.
Tampak kondisi keretakan masih belum diperbaiki dan masih terbuka hingga beberapa sentimeter. Adanya keretakan sempat menjadi perbincangan warga dan videonya pun viral di media sosial.
Warga sekitar, Kalin (55) mengatakan, awalnya tidak mengetahui kondisi jembatan tersebut telah mengalami keretakan. Dirinya mengetahui informasi tersebut setelah adanya video yang viral di media sosial.
"Saya engga tahu jembatan ini retak, tahu-tahu pas viral di sosial media. Padahal yang saya tahu kondisi sebelumnya mah enggak retak," kata Kalin, saat ditemui di lokasi, Kamis (7/5/2026).
Pihaknya menjelaskan, setelah video jembatan tersebut viral, terdapat beberapa petugas yang datang melakukan peninjauan. Namun menurutnya, hingga saat ini belum terlihat perbaikan secara fisik.
"Pas viral kemarin banyak petugas ke sini. Tapi da gini we belum ada perbaikan Baru kontrol gitu di survei-survei yang retak yang mana aja," katanya.
Menurutnya, jalan atau jembatan tersebut menjadi akses vital masyarakat yang bekerja. Sehingga terkadang di wilayah tersebut kerap terjadi kemacetan.
"Iya jalan (jembatan) mah selalu ramai, penuh setiap hari. Kadang-kadang bisa macet, apalagi kalau pagi-pagi mah," jelasnya.
Kalin mengaku khawatir dengan kondisi jalan tersebut. Dirinya berharap pihak terkait bisa melakukan perbaikan terhadap retakan tersebut.
"Ya, khawatir juga, takut ambruk. Makanya warga mah ingin segera diperbaiki ya. Apalagi ini yang retaknya kan ada dua sisi lah," ucapnya.
Video kondisi keretakan tersebut menjadi viral di media sosial. Bahkan informasi tersebut telah sampai ke Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melalui akun Instagram pribadinya.
Dilihat dari laman Instagram tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo langsung menginstruksikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian untuk menerjunkan tim ke lokasi. Video instruksi tersebut diunggah ke media sosial pada Kamis (30/4/2026) lalu.
"Melalui BPJT Kementerian PU dan koordinasi dengan Jasa Marga, penanganan langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan," tulis laman instagram tersebut yang dikutip detikJabar, Kamis (7/5/2026).
Dalam narasi video tersebut, retakan berada pada bagian beton penutup abutment, bukan struktur utama, dan hasil evaluasi menunjukkan jembatan tetap aman dan berfungsi penuh. Rencananya, jembatan tersebut akan diperbaiki pada tahun ini.
"Perbaikan terus berjalan dan dilanjutkan tahun ini untuk menjaga keamanan dan kualitas layanan. Terima kasih atas kepedulian dan laporan dari masyarakat. Suara Anda kami dengar, kami baca, dan kami tindak lanjuti," katanya.
(orb/orb)